Rusia luncurkan pangkalan militer antariksa ke orbit Bumi. Foto/X/@Lukyluke311
MOSKOW - Rusia berhasil meluncurkan roket Soyuz-2.1b yang membawa wahana antariksa untuk keperluan militer dari Kosmodrom Plesetsk di wilayah Arkhangelsk. Itu disebut juga sebagai peluncuran pangkalan militer antariksanya Rusia.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan bahwa peluncuran roket dan pelepasan wahana antariksa berjalan lancar tanpa kendala. Pihak kementerian menambahkan bahwa "pada waktu yang telah ditentukan, wahana antariksa tersebut berhasil ditempatkan di orbit target dan kendalinya diambil alih oleh sistem Pasukan Antariksa di darat," serta menyatakan bahwa seluruh sistem di dalam wahana tersebut beroperasi dengan normal.
Peluncuran ini menciptakan fenomena mencolok yang menyerupai "ubur-ubur antariksa" di atas wilayah tetangga, Republik Komi. Penduduk setempat sempat merekam jejak cahaya terang yang melebar menjadi guratan-guratan transparan di langit malam.
Efek ini biasanya muncul saat tahap pertama roket kehabisan bahan bakar, terjadi pemisahan tingkat roket, atau saat mesin tahap kedua dinyalakan; pada momen tersebut, gas buang di ketinggian tinggi diterangi oleh sinar matahari, sementara pengamat di permukaan bumi sudah berada dalam kegelapan.
Meskipun Kementerian Pertahanan tidak merinci jenis wahana antariksa tersebut maupun misinya, roket kelas menengah Soyuz-2.1b sering digunakan untuk meluncurkan satelit navigasi GLONASS, satelit pengintaian elektronik Liana, serta sistem peringatan dini rudal balistik Tundra.
Sebelumnya pada tahun ini, Plesetsk sempat menjadi sasaran upaya serangan pesawat nirawak dari Ukraina. Kepala badan antariksa Rusia, Roscosmos, Dmitry Bakanov, menyatakan bahwa Kiev sempat mencoba—namun gagal—untuk mengganggu peluncuran satelit pita lebar (broadband) Rusia pada bulan Maret lalu.
Peluncuran pada bulan Maret tersebut menempatkan 16 satelit pertama dari konstelasi Rassvet milik Rusia ke orbit. Satelit-satelit ini dikembangkan oleh perusahaan swasta Bureau 1440 dan sering dijuluki sebagai "Starlink versi Rusia". Satelit-satelit tersebut berfungsi sebagai stasiun pangkalan 5G dan dapat digunakan untuk mengendalikan pesawat nirawak dengan ketahanan tinggi terhadap perang elektronik.
Intelijen militer Ukraina telah membunyikan alarm mengenai Rassvet, dengan mengklaim bahwa Rusia telah menggunakan jaringan tersebut untuk komunikasi militer di wilayah Ukraina, meskipun jangkauannya masih belum stabil.
Bureau 1440 menyatakan rencana untuk mengembangkan konstelasi satelit tersebut hingga mencakup lebih dari 900 satelit pada tahun 2035.
(ahm)