Sebanyak dua rudal Houthi menarget menara Aramco di Riyadh, Arab Saudi. Foto/X/@owlreportonx
RIYADH - Seorang saksi mata mengatakan kaca jendela di beberapa lantai MenaraAramco—salah satu gedung tertinggi di kawasan King Abdullah Financial District di ibu kota tersebut—pecah akibat ledakan.
Kantor berita
Reuters melaporkan, peristiwa yang menurut Kementerian Energi hanya menimbulkan kerusakan terbatas ini terjadi setelah koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dua rudal yang ditembakkan oleh kelompok Houthi Yaman ke arah ibu kota Riyadh.
Pihak Aramco belum dapat dimintai komentar, dan belum ada pernyataan langsung dari kelompok Houthi. Beberapa suara dentuman keras sempat terdengar di Riyadh pada hari Minggu sebelumnya.
Kelompok Houthi telah meningkatkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap bandara, pelabuhan, dan fasilitas minyak Arab Saudi sejak pertempuran kembali pecah pada bulan Juli. Konflik ini menjadi front lain dalam perang yang lebih luas di Timur Tengah, yang kembali berkobar menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada bulan Februari.
Melansir
Al Arabiya, Kementerian Energi Saudi menambahkan bahwa tidak ada laporan mengenai korban luka maupun korban jiwa.
Seorang sumber resmi di kementerian tersebut mengatakan bahwa insiden itu menyebabkan puing-puing jatuh menimpa gedung, yang mengakibatkan kerusakan terbatas.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa pihak berwenang terkait telah merespons insiden ini dan tengah mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Peristiwa ini terjadi di tengah serangkaian pencegatan rudal dan pesawat nirawak di berbagai wilayah Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Pada hari Minggu, koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan keberhasilan intersepsi dan penghancuran dua rudal jelajah di atas wilayah Riyadh dan wilayah selatan. Pengumuman ini menyusul pernyataan sebelumnya mengenai intersepsi tiga rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi Houthi Yaman—kelompok yang didukung oleh Iran—yang menargetkan Riyadh serta wilayah bagian timur Kerajaan tersebut.
Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi juga sempat mengaktifkan peringatan dini di Riyadh pada hari Minggu, sebelum akhirnya menyatakan situasi kembali aman.
Dalam beberapa hari terakhir, koalisi pimpinan Arab Saudi telah melaporkan sejumlah intersepsi terhadap rudal dan pesawat nirawak (drone), termasuk satu rudal jelajah yang menargetkan wilayah Riyadh pada hari Sabtu, serta dua rudal balistik yang menyasar Najran pada hari Jumat.
Sebelumnya, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan pada hari Minggu bahwa mereka telah mencegat dan menghancurkan dua rudal jelajah di atas wilayah Riyadh dan wilayah selatan. Hal ini menyusul pengumuman sebelumnya pada hari yang sama mengenai intersepsi tiga rudal balistik milik milisi Houthi yang menargetkan Riyadh dan wilayah bagian timur Kerajaan tersebut.
Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, menyampaikan informasi mengenai intersepsi terbaru ini melalui pernyataan di platform X, tanpa merinci pihak mana yang meluncurkan rudal-rudal jelajah tersebut.
Sebelumnya pada hari Minggu, al-Malki menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara telah mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi Houthi Yaman ke arah Riyadh.
Pengumuman tersebut disampaikan sekitar tiga jam setelah ia melaporkan intersepsi terhadap satu rudal balistik Houthi lainnya yang menargetkan wilayah bagian timur.
Dalam pernyataan terpisah di X, al-Malki juga melaporkan bahwa koalisi telah mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan oleh kelompok Houthi ke arah wilayah selatan Arab Saudi pada hari Minggu.
Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi juga sempat mengaktifkan peringatan dini di Riyadh pada hari Minggu, sebelum akhirnya menyatakan situasi kembali aman. Pihak berwenang mengeluarkan peringatan serupa di beberapa bagian Wilayah Timur—termasuk Dammam, Dhahran, Abqaiq, dan al-Ahsa—sebelum akhirnya mengumumkan bahwa bahaya telah berlalu.
Pencegatan tersebut terjadi menyusul serangkaian laporan mengenai serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) di berbagai wilayah Arab Saudi selama beberapa hari terakhir.
Pada hari Sabtu, koalisi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah milik kelompok Houthi yang diluncurkan ke arah wilayah Riyadh.
Pada hari Jumat, koalisi melaporkan keberhasilan pencegatan dua rudal balistik Houthi yang menargetkan Najran di wilayah selatan Arab Saudi.
Pada hari yang sama, koalisi juga melaporkan penghancuran dua pesawat nirawak dalam insiden terpisah di wilayah Riyadh dan Mekkah.
Pada hari Kamis, sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat sebuah rudal balistik Houthi yang menyasar wilayah Madinah di bagian barat Arab Saudi. Koalisi juga melaporkan penghancuran satu pesawat nirawak di Wilayah Timur.
Serangan-serangan baru ini terjadi di tengah meningkatnya permusuhan antara kelompok Houthi—yang didukung oleh Iran—dengan pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Arab Saudi memimpin koalisi militer yang telah mendukung pemerintah Yaman dalam melawan kelompok Houthi sejak tahun 2015. Kelompok milisi tersebut telah berulang kali...
meluncurkan rudal dan pesawat nirawak ke wilayah Arab Saudi, dengan menyasar kawasan sipil, bandara, infrastruktur energi, serta berbagai fasilitas lainnya.
Pertempuran di Yaman telah meningkat di tengah konfrontasi regional yang lebih luas, yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.
(ahm)