Siapa Dana White? Bos UFC yang Diminta Jadi Jubir Trump

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Minggu, 08 November 2026 - 15:10 WIB
Siapa Dana White? Bos UFC yang Diminta Jadi Jubir Trump
Dana White diminta untuk menjadi jubir Donald Trump. Foto/X/@sentdefender
A
A
A
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump telah meminta bos Ultimate Fighting Championship (UFC), Dana White, untuk menjadi sekretaris pers Gedung Putih melalui sebuah unggahan di media sosial.

"Dana akan menjadi Sekretaris Pers yang tiada duanya," tulis Trump di Truth Social. "Dana, tolong terima pekerjaan ini!"

Belum jelas apakah tawaran pekerjaan yang disampaikan secara terbuka oleh presiden tersebut sungguh-sungguh, meskipun White kemudian mengatakan pada hari Sabtu: "Saya akan menemuinya, kami punya jadwal pertemuan pada hari Senin".

Posisi sekretaris pers Gedung Putih telah kosong sejak pertengahan Oktober, ketika Katie Zacharia mengundurkan diri setelah menjabat kurang dari lima hari.

Siapa Dana White? Bos UFC yang Diminta Jadi Jubir Trump

1. White sebagai Petaruh Sejati

Unggahan Trump pada Sabtu sore itu muncul setelah rekan-rekan sesama anggota Partai Republik mengalami kekalahan telak dalam pemilihan paruh waktu AS, yang menyebabkan mereka kehilangan mayoritas di Kongres.

Presiden menyebut White sebagai "petarung dan pejuang yang tangguh" dan memintanya untuk membawa sejumlah petarung UFC ternama bersamanya dalam pekerjaan tersebut, "meskipun beberapa di antaranya bukan berasal dari negara kita".

"Kita membutuhkan orang-orang ini untuk membela kita dari kelompok Kiri yang gila," tulis Trump, sembari menyertakan foto enam petarung tersebut.

Menyusul unggahan Trump, White membagikan foto dirinya di Instagram yang memperlihatkan ia sedang berdiri di belakang podium di ruang konferensi pers Gedung Putih.

"Menuju babak berikutnya," tulis White, meskipun tidak jelas apakah unggahan tersebut dimaksudkan sebagai candaan atau bukan.

"Mantap! Lakukanlah, @DanaWhite!" tulis direktur komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, di platform X, seraya membagikan pesan dari presiden tersebut. Presiden Donald Trump (kiri) dan CEO UFC Dana White di Gedung Putih, Washington, pada 14 Juni 2026.

Presiden Trump dan Dana White telah lama bersahabat.

White hadir di sisi ring dalam sebuah pertarungan di London pada Sabtu malam antara mantan juara dunia asal Inggris, Chris Billam-Smith, dan petinju Inggris kelahiran Jamaika, Cheavon Clarke, di Copper Box Arena.

Saat ditanya mengenai tawaran dari Trump dalam sebuah konferensi pers setelah acara tersebut, CEO UFC itu mengatakan bahwa ia akan terbang ke Washington untuk bertemu dengan Trump pada hari Senin.

"Saya sudah punya banyak pekerjaan," ujarnya kepada para wartawan.

"Saya yakin kami akan membahas sesuatu setelah pertemuan itu," tambahnya, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut apakah ia tertarik untuk mengambil salah satu peran paling berat di kancah politik.

2. Sudah Sangat Sibuk

CNN, dengan mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan bahwa White telah menolak tawaran itu.

Seperti yang ia sampaikan dalam konferensi pers, saat ini ia sudah memiliki sejumlah komitmen yang menyita banyak waktu.

Selain memimpin UFC dan Power Slap—sebuah liga promosi pertarungan tampar yang diatur secara resmi—ia juga baru saja meluncurkan Zuffa Boxing, sebuah perusahaan promosi tinju profesional.

Tahun lalu, ia juga ditunjuk sebagai salah satu dari tiga anggota dewan baru di Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

3. Memiliki Karakter yang Keras

White dikenal memiliki karakter yang keras; ia beberapa kali terlibat perdebatan sengit dengan jurnalis yang meliput olahraga tersebut dalam berbagai konferensi pers.

Pada tahun 2020, ia merilis sebuah klip yang berisi kecaman keras terhadap para wartawan yang mempertanyakan keputusan UFC untuk tetap menggelar pertarungan di tengah pandemi.

Pada tahun 2009, ia juga pernah merilis video berisi makian kasar—termasuk penggunaan istilah yang menghina kaum gay—saat menanggapi pemberitaan seorang jurnalis mengenai perubahan aturan pemberian kredensial di belakang panggung acara UFC.

White merupakan sekutu lama—sekaligus sahabat—dari Trump.

Ketika White dan mitra bisnisnya membeli organisasi UFC—yang saat itu sedang kesulitan—seharga USD2 juta pada tahun 2001, masa depan olahraga tersebut tampak tidak menentu.

Lima tahun sebelumnya, Senator dari Partai Republik, John McCain, melontarkan pernyataan terkenal dengan menyebut seni bela diri campuran (MMA) sebagai "sabung ayam manusia", yang memicu pelarangan di 36 negara bagian AS.

"Tidak ada tempat yang mau menerima [UFC]," ujar White pada tahun 2025. "Mereka tidak percaya pada olahraga ini. Mereka tidak menyukainya, dan mereka khawatir dengan jenis penonton yang akan datang ke acara seperti ini."

Di tengah penolakan dari berbagai arena umum, White menyebut Trump sebagai sosok yang menyelamatkan organisasi tersebut dengan menjadi tuan rumah bagi dua ajang UFC di kasino Trump Taj Mahal di Atlantic City, New Jersey, pada tahun 2001.

4. Loyalis Trump

White kemudian menjadi pembicara untuk kampanye Trump dalam pemilihan presiden di Konvensi Nasional Partai Republik pada tahun 2016, 2020, dan 2024.

Ia juga tampil di atas panggung saat pidato kemenangan Trump dalam pemilihan presiden tahun 2024.

Pada musim panas ini, UFC menggelar pertandingan di dalam sangkar di halaman Gedung Putih.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Siapa Dana White? Bos UFC yang Diminta Jadi Jubir Trump
International
Minggu, 08 November 2026 - 15:10 WIB
Militer AS Bikin Podcast saat Perang Iran Berlarut-larut, Diejek Habis-habisan
International
Minggu, 08 November 2026 - 08:13 WIB