Blokade Laut dan Udara Gagal, AS Luncurkan Iron Gate untuk Ganggu Pasokan Darat di Iran

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Minggu, 08 November 2026 - 14:35 WIB
Blokade Laut dan Udara Gagal, AS Luncurkan Iron Gate untuk Ganggu Pasokan Darat di Iran
Blokade laut dan udara gagal, AS luncurkan Iron Gate untuk ganggu pasokan darat di Iran. Foto/X
A
A
A
WASHINGTON - Komando Pusat militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan rencana untuk memblokir jalur pasokan darat Iran, memperluas blokade laut yang telah berlangsung selama berbulan-bulan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.

CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengumumkan pada hari Sabtu bahwa mereka telah membentuk gugus tugas baru "untuk mencegah Iran menggunakan jalur darat guna mengangkut senjata canggih dan material lainnya".

Gugus Tugas Iron Gate akan memperkuat "keberhasilan blokade ketat kami terhadap Iran di laut", ujar Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper.

Berbasis di Tampa, Florida, gugus tugas ini akan berkoordinasi dengan lembaga pemerintah AS lainnya "untuk mencegah pergerakan sistem senjata canggih, teknologi dengan kegunaan ganda (dual-use), material yang terkena sanksi, serta aliran pendapatan ilegal melintasi perbatasan darat Iran dan Laut Kaspia", ungkap CENTCOM.

Michael Mulroy, mantan wakil asisten menteri pertahanan AS untuk urusan Timur Tengah, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tugas satuan tugas tersebut adalah mencari tahu dari mana "sistem persenjataan berasal, bagaimana pasokan tersebut dapat diputus", serta bagaimana "Iran mengangkut sumber daya energinya".

Ia menambahkan, jika Presiden AS Donald Trump memerintahkan eskalasi perang, kemungkinan besar serangan akan ditujukan pada "serangkaian target" tersebut.

"Berbeda dengan Operasi Epic Fury yang terutama berfokus pada target militer, menurut saya target-target ini akan lebih difokuskan pada sektor ekonomi dan infrastruktur. Hal ini merupakan bagian dari rencana komprehensif untuk memutus kemampuan rezim tersebut dalam berperang maupun mendanai dirinya sendiri," ujar Mulroy kepada Al Jazeera.

Sementara itu, pada hari Sabtu, CENTCOM menyatakan telah melumpuhkan sebuah kapal kargo komersial di Teluk Oman sebagai bagian dari blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dalam sebuah pernyataan, disebutkan bahwa "pesawat militer AS menembakkan amunisi presisi ke bagian buritan kapal M/V Huda yang berbendera St. Kitts, sehingga melumpuhkan kapal tersebut setelah pasukan CENTCOM menginstruksikan awak kapal untuk meninggalkan area yang menjadi sasaran".

Pernyataan tersebut menambahkan, "sejak bulan Juli, tindakan penegakan hukum telah membuat pasukan AS mengalihkan 147 kapal komersial yang mematuhi instruksi", serta melumpuhkan "lima kapal niaga yang menolak untuk patuh".

Pada hari Sabtu, kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan terdengarnya dua ledakan di Pulau Qeshm, yang terletak di Selat Hormuz.

IRNA juga melaporkan terdengarnya "beberapa ledakan" di kota Jask, Sirik, dan Bandar Abbas.

Trump mengonfirmasi adanya serangan baru di Pulau Qeshm sehari sebelumnya, namun mengecilkan dampaknya dengan menyebutnya sebagai serangan "kecil". Ia menambahkan bahwa Teheran masih menginginkan kesepakatan, seiring dengan berlanjutnya pembicaraan yang dimediasi oleh Qatar.

Sementara itu, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan bahwa dua kapal tanker minyak terkena ranjau di dekat Selat Hormuz pada hari Sabtu.

Televisi pemerintah Iran, mengutip pihak angkatan laut, menyatakan bahwa kapal-kapal tanker tersebut telah melewati bagian selat yang "tidak aman" dengan sistem navigasi dalam keadaan mati. Kapal-kapal itu "mengalami kerusakan parah dan berhenti setelah menghantam ranjau laut".
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait