Iran cabut batas jangkauan rudal yang sebelumnya ditetapkan makimal 2.000 km. Sekarang rudal Iran akan menjangkau wilayah lebih jauh lagi. Foto/Mehr News Agency
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam
Iran (IRGC) mengumumkan bahwa pembatasan yang ditetapkan sendiri untuk membatasi jangkauan rudal balistiknya hingga 2.000 kilometer (1.200 mil) kini telah dicabut.
Langkah tersebut berpotensi membuka jalan bagi Teheran untuk mengembangkan kemampuan rudal dengan jangkauan lebih jauh, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan pecahnya kembali konflik berskala penuh dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Mengutip laporan
AP, Minggu (8/11/2026), juru bicara IRGC Jenderal Hossein Mohebbi menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers di Teheran pada Sabtu.
Ketika ditanya apakah pembatasan jangkauan rudal masih berlaku, Mohebbi menjawab; "Pembatasan itu sudah dicabut bagi kami."
Dia menambahkan bahwa Iran akan menunjukkan kemampuannya melalui tindakan nyata, bukan sekadar mengeluarkan pernyataan. "Kami akan menunjukkan kemampuan ini dalam praktik," katanya.
Pengumuman tersebut muncul beberapa hari setelah sebuah pernyataan yang dikaitkan dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei, yang memperingatkan bahwa segala jenis dan tingkat ancaman dari AS maupun Israel akan dibalas tanpa batasan geografis.
Menurut laporan
The Times of Israel, jangkauan 2.000 kilometer sebelumnya telah menempatkan sebagian wilayah Yunani dan Balkan, seluruh Semenanjung Arab, kawasan Levant, serta sebagian besar Mesir dalam jangkauan rudal balistik Iran.
Namun, Mohebbi tidak menjelaskan apakah Iran saat ini sudah memiliki rudal yang mampu terbang melampaui jarak tersebut.
Iran diketahui belum memiliki rudal balistik operasional dengan jangkauan lebih dari 2.000 kilometer.
Pejabat AS sebelumnya telah memperingatkan bahwa teknologi yang dikembangkan melalui program antariksa Iran berpotensi dialihfungsikan untuk membangun rudal balistik antarbenua atau ICBM.
Pada Maret lalu, Iran dilaporkan berupaya menyerang pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia, tetapi gagal. Iran membantah laporan tersebut. Pangkalan Diego Garcia berjarak sekitar 4.000 kilometer (2.500 mil) dari Iran.
Pengumuman mengenai rudal tersebut muncul ketika ketegangan militer masih berlangsung di berbagai wilayah kawasan.
Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Sabtu mengatakan bahwa pasukan Amerika telah melumpuhkan sebuah kapal komersial berbendera Saint Kitts di Teluk Oman. Kapal tersebut diduga mengabaikan peringatan berulang kali dan berusaha meninggalkan kawasan setelah mengunjungi sebuah pelabuhan Iran.
AS terus memberlakukan blokade laut terhadap Iran di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran global yang sangat strategis.
Sementara itu, Teheran terus memberikan tekanan terhadap jalur perairan tersebut dan mengeklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah kapal tanker.
Militer Iran pada Sabtu mengatakan bahwa dua kapal tanker telah menabrak ranjau dan terbakar di kawasan tersebut.
Secara terpisah, NBC News melaporkan bahwa sejumlah penasihat Presiden AS Donald Trump telah menyampaikan kepadanya, lima hari sebelum pemilu sela pada Selasa, bahwa keputusan untuk kembali melancarkan operasi tempur besar-besaran terhadap Iran sebaiknya diambil sebelum Kongres baru resmi dilantik pada Januari.
(mas)