Sudah Memiliki 199 Anak, Simon Teken Kontrak yang Melarangnya Donorkan Sperma Lagi

img-redaksi Muhaimin
Minggu, 08 November 2026 - 13:00 WIB
Sudah Memiliki 199 Anak, Simon Teken Kontrak yang Melarangnya Donorkan Sperma Lagi
Pria Belanda bernama Simon teken kontrak yang melarangnya donorkan sperma lagi setelah dia diketahui sudah memiliki 199 anak. Foto/ABC News
A
A
A
AMSTERDAM - Seorang pria warga negara Belanda berusia 44 tahun bernama Simon, yang dikenal sebagai donor sperma massal, telah menandatangani kontrak yang melarangnya mendonorkan sperma lagi.

Simon diketahui telah memiliki setidaknya 199 anak dari donor spermanya. Berdasarkan pengakuannya sendiri, sebanyak 172 anak berasal dari Belanda, 15 dari Jerman, 11 dari Belgia, dan satu anak lainnya berasal dari sebuah negara Eropa yang tidak disebutkan.

Pria tersebut menyepakati ketentuan kontrak dengan Stichting Donorkind, sebuah yayasan yang memperjuangkan kepentingan orang tua dan anak-anak yang terdampak praktik donor sperma massal.

Berdasarkan kontrak tersebut, Simon harus memastikan seluruh sisa persediaan spermanya yang masih tersimpan di klinik dimusnahkan.

Dia juga dilarang memberi tahu calon orang tua baru bahwa dirinya bersedia menjadi donor sperma. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut akan dikenai sanksi finansial, meskipun yayasan tidak mengungkapkan besaran dendanya.

Pengacara Stichting Donorkind, Mark de Hek, mengatakan kepada NOS bahwa kontrak tersebut dibuat dengan mengacu pada putusan pengadilan dalam kasus donor sperma massal Jonathan Meijer, yang disebut telah memiliki setidaknya 550 anak.

Dalam kasus tersebut, pengadilan sebelumnya melarang Meijer melakukan donor sperma lagi, kecuali kepada orang tua yang sudah memiliki anak darinya.

Peraturan di Belanda membatasi donor sperma melalui rumah sakit dan klinik maksimal untuk 12 keluarga per donor. Namun, Simon dilaporkan terus melakukan donor secara pribadi meskipun telah jauh melampaui batas tersebut.

Donor sperma secara pribadi di luar klinik memang tidak ilegal. Namun, keberadaan banyak saudara tiri yang berasal dari satu donor secara luas dipandang sebagai sesuatu yang tidak diinginkan.

Salah satu alasannya adalah meningkatnya risiko terjadinya hubungan inses tanpa disadari, ketika dua orang yang memiliki ayah biologis sama menjalin hubungan tanpa mengetahui bahwa mereka bersaudara.

Kontrak tersebut dilaporkan masih memuat pengecualian terbatas. Simon masih diperbolehkan mendonorkan sperma kepada seorang perempuan yang telah memiliki anak darinya, apabila kedua pihak sebelumnya telah menyepakati secara tertulis bahwa Simon dapat kembali menjadi donor untuk kelahiran anak berikutnya.

Dalam kasus seperti itu, Simon wajib melaporkan kepada Stichting Donorkind provinsi asal anak tersebut, jenis kelaminnya, serta tahun kelahirannya.

Sebelumnya, Simon pernah mengeklaim akan berhenti mendonorkan sperma. Namun, dia berulang kali mengecilkan jumlah anak biologisnya dengan mengatakan kepada para penerima donor bahwa dirinya hanya memiliki beberapa anak.

Pada Agustus lalu, dia akhirnya mengakui telah memiliki setidaknya 199 anak. Sebelum pengakuan tersebut, jumlah anak biologis Simon diperkirakan mencapai sekitar 121 orang, sebagaimana dilaporkan NL Times, Minggu (8/11/2026).
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait