AS Klaim Telah Hancurkan Program Nuklir Iran, Mengapa Repot-repot Bikin Sayembara Rp363 Miliar?

img-redaksi Muhaimin
Minggu, 08 November 2026 - 11:14 WIB
AS Klaim Telah Hancurkan Program Nuklir Iran, Mengapa Repot-repot Bikin Sayembara Rp363 Miliar?
AS tawarkan hadiah Rp363 miliar untuk informasi mengenai program nuklir Iran, padahal Presiden Donald Trump mengeklaim sudah hancurkan program nuklir Iran. Foto/Mehr News Agency
A
A
A
TEHERAN - Militer Amerika Serikat (AS) telah menawarkan hadiah USD20 juta (lebih dari Rp363 miliar) untuk informasi mengenai fasilitas, peralatan, dan personel sains terkait program nuklir Iran. Ironisnya, sayembara berhadiah besar ini disampaikan setelah Presiden Donald Trump berulang kali mengeklaim serangan militer Washington telah menghancurkan program nuklir Teheran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) pada hari Jumat mengumumkan bahwa program pemerintah dari Departemen Luar Negeri yang disebut Rewards for Justice menawarkan hadiah tersebut, termasuk kemungkinan relokasi bagi pemberi informasi.

Pengumuman itu, sebagaimana dikutip Press TV, Minggu (8/11/2026), tidak memberikan perincian spesifik mengenai informasi yang sedang dicari Washington maupun kriteria untuk memperoleh hadiah maksimal.

Namun, Trump dalam pidato 21 Juni 2025 menyatakan bahwa serangan militer AS telah menghancurkan sepenuhnya program nuklir Iran.

"Saya dapat melaporkan kepada dunia bahwa serangan tersebut merupakan keberhasilan militer yang luar biasa," kata Trump dalam pidato yang disiarkan televisi saat itu.

Belakangan, Trump kembali mengancam akan melancarkan serangan lebih lanjut, meskipun terus mengeklaim program nuklir Iran telah dihancurkan.

Pada 1 November, Trump mengatakan masih ada "satu atau dua lokasi" yang perlu ditangani. Dia secara khusus menyebut Gunung Pickaxe (Pickaxe Mountain) dan mengeklaim: "Kami bisa melakukannya dalam sepuluh menit. Kami memiliki rencana untuk itu dan dapat melaksanakannya dengan sangat cepat."

Pada 3 November, Trump kembali melontarkan ancaman tersebut dalam wawancara dengan Fox News. "Kami mungkin harus menyerang Pickaxe. Kami bisa melakukannya dalam satu jam, kapan pun kami menginginkannya," katanya.

Pada 13 Juni 2025, Israel melancarkan serangan militer berskala besar terhadap Iran. Serangan tersebut menargetkan fasilitas nuklir, instalasi militer, para komandan senior, dan ilmuwan nuklir.

AS kemudian bergabung dalam serangan tersebut pada malam 21-22 Juni dengan membombardir fasilitas nuklir di wilayah Iran tengah, tepatnya di Provinsi Isfahan.

Iran membalas serangan 2025 tersebut dengan meluncurkan drone dan rudal ke Israel. Pada 23 Juni, Iran juga menargetkan Pangkalan Udara Al-Udeid milik AS di Qatar.

Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel kembali melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran ketika perundingan nuklir tidak langsung antara Teheran dan Washington masih berlangsung.

Setelah agresi pada Februari 2026 tersebut, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap Israel serta instalasi militer AS di kawasan tersebut. Serangan itu menimbulkan kerusakan signifikan terhadap aset militer AS dan Israel.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait