Diancam Diserang AS Lagi, Mojtaba Minta Putin Kirim Sistem Rudal S-400 Rusia ke Iran

img-redaksi Muhaimin
Minggu, 08 November 2026 - 10:45 WIB
Diancam Diserang AS Lagi, Mojtaba Minta Putin Kirim Sistem Rudal S-400 Rusia ke Iran
Sistem pertahanan udara dan rudal S-400 Rusia. Iran minta Rusia mengirim sistem pertahanan tersebut untuk melawan ancaman serangan AS dan Israel. Foto/Army Recognition
A
A
A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei telah meminta kepada Presiden Rusia Vladimir Putin agar mengirim sistem rudal S-400 ke Teheran setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel berkali-kali mengancam akan kembali menyerang republik Islam tersebut.

Permintaan Mojtaba disampaikan melalui surat yang diserahkan Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei kepada Putin. Demikian diungkap The Telegraph, yang mengutip seorang pejabat senior Iran.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa Teheran optimistis Putin akan memenuhi permintaan pengiriman sistem rudal canggih tersebut, yang sebenarnya telah diupayakan Iran selama bertahun-tahun.

Rezaei mengunjungi Moskow pada Kamis dan bertemu dengan Putin. Namun, laporan The Telegraph tidak memastikan apakah kesepakatan telah tercapai ataupun memberikan jadwal pengiriman sistem pertahanan canggih tersebut.

Media Inggris itu juga melaporkan bahwa dokumen rahasia menunjukkan sebuah komite parlemen tertutup telah merekomendasikan penguatan hubungan militer dengan Rusia dan China sebelum perang Iran pecah pada Februari.

Proposal komite tersebut menyerukan pembangunan "hubungan strategis, khususnya di bidang militer" dengan kedua negara tersebut, sekaligus memperkuat kemampuan "pertahanan udara, rudal, dan drone" Iran.

Kunjungan Rezaei menyusul percakapan telepon antara Putin dan dirinya pada Senin. Namun, tidak ada komitmen militer baru yang diumumkan setelah pembicaraan tersebut.

Alex Vatanka, peneliti senior di Middle East Institute, mengatakan kepada Iran International, Sabtu (7/11/2026), bahwa Moskow akan membantu Teheran selama bantuan tersebut tidak berisiko memicu konfrontasi langsung dengan Washington.

Upaya Iran mendapatkan sistem S-400 mencerminkan besarnya kerusakan yang dialami pertahanan udaranya selama perang. Kondisi tersebut membuat fasilitas nuklir dan para komandan senior Iran terekspos terhadap serangan musuh.

Namun, selama bertahun-tahun Moskow belum bersedia memasok sistem tersebut kepada Teheran karena khawatir merusak hubungan dengan Israel dan negara-negara lain di kawasan Timur Tengah. Demikian menurut sejumlah analis dan pejabat regional yang dikutip The Telegraph.

Kebutuhan militer Rusia sendiri juga dapat mempersulit pengiriman sistem tersebut. Para analis yang dikutip surat kabar itu mengatakan serangan drone dan rudal Ukraina telah memberikan tekanan berkelanjutan terhadap sistem pertahanan udara Rusia sehingga membatasi jumlah persenjataan yang dapat dialihkan Moskow kepada Iran.

Pembicaraan tersebut menambah bukti semakin eratnya kerja sama militer kedua negara.

Laporan lain dari Financial Times menyebut bahwa Rusia telah menyepakati pemasokan 90 peluncur rudal canggih yang dipasang pada helikopter Iran untuk menembakkan rudal berpemandu presisi.

Jadwal produksi Rusia mengidentifikasi negara pembeli menggunakan kode yang selama ini digunakan untuk Iran.

Kemitraan militer kedua negara berkembang dalam dua arah. Iran sebelumnya memasok Rusia dengan drone serang Shahed dan membantu mendirikan fasilitas produksinya di Rusia.

Namun, para analis mengatakan Moskow masih harus menyeimbangkan bantuan kepada Teheran dengan kebutuhan militernya sendiri dalam perang di Ukraina, serta hubungannya dengan Washington dan negara-negara Timur Tengah. Kondisi tersebut membuat sejauh mana dukungan militer Rusia kepada Iran masih belum dapat dipastikan.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait