Presiden AS Donald Trump (kiri) bersama bos UFC Dana White di balkon Gedung Putih, Washington. Foto/UPI/Yonhap
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS)
Donald Trump telah menawarkan jabatan juru bicara (jubir) Gedung Putih kepada bos perusahaan pertunjukan seni bela diri campuran Ultimate Fighting Championship (UFC), Dana White. Tawaran ini disampaikan Trump setelah partainya, Partai Republik, kalah telak dari Partai Demokrat dalam pemilu sela.
Langkah Trump ini sebagai isyarat sikap konfrontatifnya terhadap Partai Demokrat yang segera mengambil kendali Kongres AS. Selain menawarkan jabatan kepada White, Trump juga memerintahkan Departemen Kehakiman untuk menyelidiki lawan-lawan politiknya.
Partai Demokrat memberikan kekalahan telak kepada Partai Republik dalam pemilu sela pada Selasa lalu. Partai Demokrat akan mengambil alih kendali kedua kamar Kongres (DPR dan Senat) pada Januari mendatang. Mereka telah berjanji akan melakukan penyelidikan besar-besaran terhadap Trump dan pemerintahannya.
Namun, Trump sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengubah sikapnya setelah kekalahan tersebut. "Dana, tolong terima pekerjaan ini!" tulis Trump di media sosial. Dia menggambarkan Dana White sebagai "Petarung dan Pejuang yang brutal".
Berbicara kepada wartawan setelah menghadiri sebuah acara tinju di London pada Sabtu malam, White mengatakan dirinya sedang terbang menuju Washington dan akan bertemu Trump pada Senin (9/11/2026).
"Saya akan punya lebih banyak hal untuk disampaikan setelah pertemuan itu," katanya, seperti dikutip
AFP.
Sebelumnya, White membagikan sebuah foto yang kemungkinan dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Foto tersebut memperlihatkan dirinya berdiri di belakang podium di ruang konferensi pers Gedung Putih. Dia menyertakan keterangan, "Menuju babak berikutnya".
Trump pada Sabtu juga memerintahkan Departemen Kehakiman menyelidiki Partai Demokrat atas dugaan pemerasan tingkat tertinggi. "Partai Demokrat berkeliling mengancam banyak orang," tulis Trump.
Trump membantah ada anggota pemerintahannya yang melakukan pelanggaran yang dapat menjadi dasar pemakzulan terhadap dirinya. Dia bahkan menyerukan agar para "pemeras" tersebut dijebloskan ke penjara.
Trump Kembali Tunjukkan Sikap Konfrontatif
Pengumuman Trump pada Sabtu muncul sehari setelah dia menunjuk Stephen Miller sebagai kepala staf Gedung Putih berikutnya. Trump menggambarkan penasihat seniornya yang dikenal agresif itu sebagai "petarung hebat".
Miller menggantikan Susie Wiles. Kepergian Wiles menjadi dampak pergantian personel pertama di lingkungan pemerintahan Trump setelah kekalahan telak Partai Republik dalam pemilu.
Pernyataan Trump yang bernada menyerang tersebut mengingatkan pada komentarnya setelah Partai Republik mengalami kekalahan lebih kecil dalam pemilu sela 2018. Saat itu, Trump mengatakan Gedung Putih akan mengambil "sikap seperti dalam perang" untuk menghadapi setiap penyelidikan.
Trump kemudian dua kali dimakzulkan, yakni pada 2019 dan 2021.
Gedung Putih tidak memiliki jubir atau sekretaris pers sejak 16 Oktober, ketika Katie Zacharia meninggalkan jabatan tersebut setelah kurang dari sepekan bekerja.
White (57) merupakan presiden sekaligus CEO UFC, perusahaan pertunjukan seni bela diri campuran terbesar dan tersukses di dunia. Pertarungan brutal di dalam arena berbentuk oktagon milik organisasi tersebut disiarkan ke berbagai negara.
Trump menyebut enam petarung UFC yang diharapkannya dapat dibawa White ke Gedung Putih sebagai penasihat. "Meskipun beberapa di antaranya bukan berasal dari negara kita," katanya.
"Kita membutuhkan orang-orang ini untuk membela kita dari kelompok Kiri Gila," tulis Trump, merujuk pada para petarung tersebut, yang mencakup dua warga Rusia dan satu warga Brasil.
Trump dan White telah lama bersahabat. Pemimpin AS itu juga kerap berusaha mengaitkan merek politik MAGA (Make America Great Again) dengan UFC yang sangat populer.
Pada perayaan ulang tahunnya yang ke-80 pada Juni lalu, UFC menggelar pertarungan brutal di dalam arena oktagon di halaman selatan Gedung Putih. Trump juga menghadiri sejumlah pertandingan UFC di Miami, New York, dan New Jersey sejak kembali memenangkan pemilihan presiden untuk masa jabatan keduanya.
Ketika Trump memenangkan pemilihan presiden pada 2024, White tampil mendampinginya saat menyampaikan pidato kemenangan Partai Republik.
Demokrat Siapkan Penyelidikan atas Dugaan Tindakan Kriminal
Jika White secara resmi menerima tawaran tersebut, dia akan menghadapi pekerjaan yang tidak mudah.
Trump kini menghadapi lanskap politik yang berubah drastis dan semakin tidak bersahabat setelah Partai Demokrat berhasil merebut kendali DPR dan Senat dalam pemilu sela Selasa lalu.
Dengan menguasai berbagai komite di kedua kamar Kongres, Demokrat dapat memanggil pejabat pemerintah, meminta dokumen, dan menggelar sidang terbuka. Langkah-langkah tersebut berpotensi menempatkan Trump dan para pembantu seniornya di bawah pengawasan ketat.
Sejumlah penyelidikan yang kemungkinan dilakukan mencakup urusan bisnis dan transaksi mata uang kripto keluarga Trump, kontrak pemerintah yang melibatkan miliarder Elon Musk, pemangkasan anggaran lembaga federal, penegakan kebijakan imigrasi, pelaksanaan perang Iran, serta penanganan dokumen terkait pelaku kejahatan seksual terkenal Jeffrey Epstein.
"Segera cari pengacara," tulis calon Ketua Komite Pengawasan DPR Robert Garcia di X ketika hasil pemilu mulai terlihat pada malam penghitungan suara.
Partai Demokrat juga dapat mengupayakan pemakzulan Trump untuk ketiga kalinya, meskipun para pemimpin partai belum menjanjikan langkah tersebut.
DPR hanya membutuhkan suara mayoritas sederhana untuk memakzulkan presiden. Namun, upaya untuk mencopot Trump dari jabatannya menghadapi hambatan jauh lebih besar karena membutuhkan dukungan dua pertiga anggota Senat—jumlah yang jauh melampaui mayoritas yang dimiliki Partai Demokrat.
(mas)