Militer AS Bikin Podcast saat Perang Iran Berlarut-larut, Diejek Habis-habisan

img-redaksi Muhaimin
Minggu, 08 November 2026 - 08:13 WIB
Militer AS Bikin Podcast saat Perang Iran Berlarut-larut, Diejek Habis-habisan
Komando Pusat AS bikin podcast saat perang melawan Iran tak kunjung rampung. Alih-alih dipuhi, program tersebut malah diejek habis-habisan para penonton. Foto/Screengrab/Centcom/YouTube
A
A
A
WASHINGTON - Pentagon kini memasuki era podcast, tetapi debut program perdananya justru menuai banyak ejekan dari para penonton. Ketika biaya perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran terus membengkak dan membebani para pembayar pajak Amerika, Komando Pusat AS (CENTCOM) meluncurkan podcast resminya pada hari Kamis.

Episode pertama program "Inside CENTCOM" menghadirkan Laksamana Brad Cooper, yang memimpin komando militer AS dalam perang tersebut, bersama Fleet Master Chief Lateef Compton.

Dalam episode berdurasi 12 menit yang ditayangkan di YouTube tersebut, Cooper bercanda tentang kebiasaannya mengambil kentang goreng milik Compton saat makan siang.

Keduanya hanya sedikit menyinggung perang yang sangat tidak populer di kalangan masyarakat AS tersebut dan kini memasuki bulan kesembilan. CENTCOM bahkan menonaktifkan kolom komentar di YouTube.

Podcast itu tampaknya merupakan upaya untuk menjangkau kalangan pria muda yang suatu hari nanti mungkin akan bertempur dalam perang-perang Washington di Timur Tengah.

Cooper mengeklaim bahwa dinas militer merupakan bentuk pengabdian yang menuntut seseorang memberi lebih banyak daripada yang diterimanya.

"Namanya juga pengabdian. Anda akan memberikan lebih banyak daripada yang Anda dapatkan. Namun, jika Anda menemukan kepuasan dalam memberi, tidak ada kepuasan yang lebih besar daripada mengabdi di militer Amerika Serikat," kata Cooper.

"Ini merupakan tahun yang sibuk," ujar Compton sambil bercanda pada awal episode. Pernyataan itu sekilas menyinggung perang yang telah menewaskan ribuan orang di Iran dan kembali menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik Timur Tengah.

Namun, Cooper sama sekali tidak menyinggung serangan AS terhadap Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran selatan, pada 28 Februari, hari pertama perang.

Amnesty International menyatakan serangan tersebut menewaskan 156 orang, termasuk 120 anak-anak. Organisasi itu menyimpulkan bahwa AS melanggar hukum humaniter internasional karena tidak mengambil semua langkah pencegahan yang memungkinkan untuk melindungi warga sipil.

Para pakar hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mengatakan terdapat "alasan yang masuk akal" untuk meyakini bahwa AS telah melakukan kejahatan perang di Iran.

"Tentu saja, tidak seorang pun bisa membayangkan arah perkembangan peristiwa yang akhirnya kita hadapi sekarang. Namun, di tengah semua itu, setiap orang telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik," kata Cooper.

Dicap sebagai "Kekacauan Total"



Di media sosial X, para penonton tidak memberikan toleransi serupa. Cuplikan podcast tersebut ditonton lebih dari 2 juta kali. Salah satu pengguna menyebutnya sebagai "kekacauan total".

"Apa ini lelucon? Ini benar-benar tidak pantas dan merendahkan martabat. Pembawa acara seharusnya meminta dia menjelaskan pandangannya tentang pembunuhan 168 anak sekolah dan guru di Minab," tulis jurnalis Murtaza Hussain.

"Kenapa pejabat tinggi militer AS malah membuat podcast?" tulis pengguna lainnya, sebagaimana dikutip dari Middle East Eye, Minggu (8/11/2026).

"Terima kasih CENTCOM, kami benar-benar membutuhkan ini! Saya sangat antusias menunggu episode kedua! Mungkin mereka bisa mengundang tamu yang bagus seperti Jake Paul atau Nicki Minaj. Ooh, atau mungkin bahkan Netanyahu!" tulis pengguna lainnya dengan nada menyindir.

Trita Parsi, pakar Iran yang berbasis di AS, menulis di X: "Saya sangat mendukung CENTCOM meninggalkan bisnis perang-perang yang tidak perlu di Timur Tengah dan sepenuhnya beralih ke dunia podcast..."

Christopher K Mellon, mantan Wakil Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Intelijen, juga melontarkan kritik tajam.

"Maaf, masyarakat Amerika tidak perlu mengenal secara pribadi berbagai keunikan dan kebiasaan komandan CENTCOM kita. Rakyat Amerika membutuhkan komandan CENTCOM untuk menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh, profesional, dan sebaik mungkin," tulis Mellon.

Anggota Kongres terpilih dari Partai Demokrat, Elaine Luria, juga menulis di X: "Tugas Cooper adalah memenangkan perang, bukan merekam podcast... pahami situasi dan suasana publik."

Perkiraan terbaru Pentagon yang disampaikan kepada Kongres menyebutkan biaya perang telah mencapai USD47,1 miliar.

Sementara itu, Universitas Brown memperkirakan konsumen Amerika telah menanggung tambahan biaya bahan bakar lebih dari USD153 miliar akibat perang tersebut.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Militer AS Bikin Podcast saat Perang Iran Berlarut-larut, Diejek Habis-habisan
International
Minggu, 08 November 2026 - 08:13 WIB
17 Kandidat Capres AS pada Pemilu 2028, Nomor Terakhir Adalah Pengagum Putin
International
Minggu, 08 November 2026 - 01:10 WIB