Kapal Induk Nuklir AS Muncul di Dekat Indonesia, Ada Apa di Balik Pengerahan Ini?

img-redaksi Muhaimin
Minggu, 08 November 2026 - 06:53 WIB
Kapal Induk Nuklir AS Muncul di Dekat Indonesia, Ada Apa di Balik Pengerahan Ini?
Kapal induk bertenaga nuklir USS Theodore Roosevelt milik AS merapat di Pangkalan Angkatan Laut Changi, Singapura. Foto/X @WarshipCam
A
A
A
SINGAPURA - Kapal induk bertenaga nuklir USS Theodore Roosevelt milik Amerika Serikat (AS) telah merapat di Singapura, negara yang berdekatan dengan Indonesia, sejak Kamis malam waktu setempat.

AS belum menjelaskan misi pengerahan kapal Roosevelt dan kelompok tempurnya tersebut ke Singapura, namun media-media pertahanan menyebut itu menjadi pemberhentian terakhir sebelum mereka melanjutkan perjalanan menuju Timur Tengah.

Mengutip laporan The War Zone (TWZ), Minggu (8/11/2026), Kelompok Tempur Kapal Induk USS Theodore Roosevelt akan bergabung dengan Kelompok Tempur Kapal Induk USS George H.W. Bush dan USS George Washington. Kedua gugus tempur tersebut kini telah berada dalam kondisi siap siaga, lengkap dengan persenjataan dan perlengkapan tempur, jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump menindaklanjuti ancamannya untuk kembali melancarkan aksi militer terhadap Iran setelah pemilu sela.

Dari Pangkalan Angkatan Laut Changi, Singapura, USS Theodore Roosevelt bersama tiga kapal perang pengawalnya selanjutnya akan melintasi Selat Malaka sebelum bergerak ke barat menuju wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM). Perjalanan tersebut diperkirakan memakan waktu satu hingga dua pekan.

Sementara itu, AS secara diam-diam telah melancarkan serangan terhadap Pulau Qeshm, Iran, sejak Senin, menurut laporan yang pertama kali diterbitkan The Wall Street Journal (WSJ).

Para pejabat AS yang dikutip surat kabar tersebut mengatakan serangan itu bersifat reaktif dan bertujuan untuk pertahanan. Namun, WSJ mencatat bahwa serangan tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian serangan terbatas yang diam-diam dilancarkan Washington terhadap republik Islam tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Ada kemungkinan CENTCOM telah memulai operasi persiapan untuk membentuk kondisi medan perang apabila perintah serangan dikeluarkan. Militer AS tidak mengumumkan serangan tersebut kepada publik. Hal ini menjadi penyimpangan yang patut dicatat dari operasi-operasi sebelumnya yang biasanya diumumkan secara terbuka.

Namun, Presiden Donald Trump mengatakan kepada Fox News pada Selasa lalu bahwa serangan tersebut hanyalah "serangan kecil" terhadap sebuah "fasilitas antipesawat" yang baru dibangun.

Seberapa Cepat USS Theodore Roosevelt Bisa Tiba di Timur Tengah?



Kelompok Tempur USS Theodore Roosevelt menyelesaikan latihan gabungan Keen Sword 27 pada 29 Oktober. Latihan tersebut melibatkan empat Angkatan Laut negara sekutu.

Setelah mengisi kembali persediaan bahan bakar dan logistik dari kapal tanker pengisian ulang USNS Tippecanoe pada hari berikutnya, Theodore Roosevelt dan tiga kapal pengawalnya memasuki Laut China Selatan melalui Selat Luzon, kemudian bergerak ke arah barat daya menuju Singapura.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa gugus tempur tersebut akan menghabiskan beberapa hari di Singapura. "Tetapi tidak akan mencapai wilayah tanggung jawab CENTCOM sebelum pertengahan November," katanya.

Menurut MarineTraffic, USS Theodore Roosevelt mengaktifkan transponder Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sekitar 100 mil laut di sebelah timur Malaysia pada 5 November pukul 11.25 waktu Timur AS. Kapal tersebut untuk pertama kalinya menyiarkan posisi secara terbuka sejak meninggalkan Yokosuka, Jepang, pada 19 Oktober.

Sekitar 12 jam kemudian, kapal induk itu merapat di Dermaga 3/4 Pangkalan Angkatan Laut Changi–RSS Singapura. Tiga kapal perang lainnya menyusul dalam beberapa jam berikutnya.

Tahap perjalanan berikutnya menuju wilayah tanggung jawab CENTCOM akan membawa USS Theodore Roosevelt ke utara melalui Selat Malaka yang sempit, kemudian bergerak ke barat melintasi Samudra Hindia yang luas.

Pada Agustus lalu, USS George Washington menyelesaikan perjalanan dari Selat Malaka menuju Laut Arab hanya dalam waktu sedikit lebih dari satu pekan.

Dengan memperhitungkan beberapa hari persinggahan di pelabuhan dan perjalanan laut sekitar 10 hari, laporan tersebut memperkirakan USS Theodore Roosevelt akan tiba di Timur Tengah pada pertengahan hingga akhir November.

USS Theodore Roosevelt merupakan kapal komando Gugus Tempur Kapal Induk 9. Kapal tersebut sedang menjalankan operasi rutin di wilayah operasi Armada Ketujuh Angkatan Laut AS, sekaligus menunjukkan komitmen Washington terhadap kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Ekonomi Lesu, Hampir 4 Juta Lulusan Muda China Berebut Posisi PNS
International
Kamis, 05 November 2026 - 13:53 WIB
Partai Trump Kalah Pemilu AS, Kim Jong-un Tembakkan Rudal Jelajah Strategis
International
Kamis, 05 November 2026 - 11:19 WIB