Jenderal IRGC Sentil AS: Iran Sanggup Hadapi Adidaya Militer Dunia Meski 47 Tahun Dijatuhi Sanksi

img-redaksi Muhaimin
Minggu, 08 November 2026 - 06:06 WIB
Jenderal IRGC Sentil AS: Iran Sanggup Hadapi Adidaya Militer Dunia Meski 47 Tahun Dijatuhi Sanksi
Iran bangga mampu menghadapi adidaya militer dunia meski sudah 47 tahun dijatuhi sanksi ekonomi dan militer. Foto/Mehr News
A
A
A
TEHERAN - Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, menyatakan Iran telah sanggup menghadapi adidaya militer dunia dengan teknologi yang lebih unggul. Bahkan, Teheran mampu melakukannya meskipun sudah dijatuhi sanksi ekonomi dan militer secara menyeluruh selama 47 tahun.

Jenderal Garda Revolusi itu menyatakan kemajuan teknologi kedirgantaraan dalam negeri telah memungkinkan Iran menghadapi adidaya militer dunia.

Berbicara dalam pengarahan mengenai sektor kedirgantaraan di Teheran, Mohebbi menyebut perkembangan basis industri pertahanan Iran sebagai pencapaian strategis bersejarah.

"Ini juga merupakan pencapaian besar, bahwa Iran yang telah berada di bawah sanksi selama 47 tahun mampu menghadapi kekuatan militer terbesar dunia dengan teknologi yang lebih unggul," katanya, sebagaimana dikutip dari Roya News, Minggu (8/11/2026).

Pernyataan tersebut sebagai sindiran terhadap Amerika Serikat (AS) dan aliansi regional pendukung perang melawan Iran.

Mohebbi menambahkan, pembatasan internasional yang bertujuan menghambat pengembangan militer Teheran justru mempercepat kemandirian dalam negeri. Kondisi itu memungkinkan Angkatan Udara dan Antariksa IRGC mengembangkan sendiri pengetahuan penting di bidang kedirgantaraan serta beralih dari mengimpor sistem persenjataan asing menjadi memproduksi massal platform buatan dalam negeri.

"Di negara kami, selama ini kami selalu menjadi pengimpor peralatan militer. Namun sekarang, selain mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, kami juga telah menjadi eksportir," ujar Mohebbi.

Dia menyebut sejumlah sistem persenjataan sebagai tolok ukur keberhasilan produksi dalam negeri, termasuk amunisi jelajah berkeliaran (loitering munition) Shahed-136, platform rudal Arman, dan jaringan pertahanan udara Khordad-3.

Serangan Balasan Iran Targetkan AI dan Pusat Data Musuh



Beralih membahas keterlibatan operasional dalam sejumlah konfrontasi sebelumnya, Mohebbi mengatakan kemajuan teknologi dalam negeri Iran telah diterapkan secara langsung untuk menghadapi serangan asing terhadap infrastruktur negaranya.

Dia menyatakan bahwa ketika pasukan lawan menargetkan fasilitas-fasilitas dalam negeri yang penting bagi kehidupan masyarakat sipil, unit-unit militer Iran melancarkan operasi balasan secara terarah.

"Dengan menargetkan sistem kecerdasan buatan (AI), prosesor, dan infrastruktur mereka di kawasan ini, mereka berhasil melumpuhkan fasilitas-fasilitas tersebut dan mencegah pihak lawan melanjutkan pengeboman terhadap infrastruktur kami," kata Mohebbi.

Juru bicara IRGC itu berpendapat bahwa serangan terhadap pusat komando regional, fasilitas pemrosesan data, dan pusat transmisi data telah menciptakan efek penangkalan yang efektif.

Menurutnya, langkah tersebut memaksa pihak-pihak lawan menghentikan kampanye serangan setelah menyadari bahwa setiap serangan terhadap fasilitas Iran akan dibalas dengan sejumlah serangan balasan.

Mohebbi menambahkan, divisi kedirgantaraan pasukan Iran telah mengembangkan sejumlah sistem yang dirancang untuk mengubah dinamika medan perang jika pertempuran kembali pecah.

"Prestasi ke-14 Angkatan Kedirgantaraan IRGC adalah sejumlah sistem pengubah permainan yang, jika gelombang ketiga konflik dengan musuh terjadi, akan diperkenalkan dan dioperasikan dengan cara yang akan membuat seluruh dunia tercengang," kata Mohebbi.

"Jika, insyaallah, hal itu dinilai tepat, kami mungkin benar-benar dapat memperkenalkan beberapa di antaranya," ujarnya.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Pasukan Kedirgantaraan IRGC Luncurkan 14 Kejutan untuk Ubah Pertempuran
International
Minggu, 08 November 2026 - 04:40 WIB
Setelah Jatuhkan 260 Pesawat Tempur AS, IRGC Siap Ubah Doktrin Nuklir
International
Sabtu, 07 November 2026 - 21:30 WIB
Militer Iran Kini Lebih Kuat dan Waspada Dibandingkan saat Awal Perang
International
Sabtu, 07 November 2026 - 14:16 WIB