Presiden Paraguay Santiago Pena dimakzulkan dan jadi tahanan rumah, imbas dari kolapsnya bank besar yang memicu demo besar. Foto/BNamericas
ASUNCION -
Presiden Paraguay Santiago Pena, yang dulu bangga menjadi sekutu dekat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, telah dimakzulkan dan dikenai tahanan rumah terkait skandal perbankan besar-besaran. Skandal tersebut membuat tabungan hampir 3 juta orang terancam.
Senat Paraguay pada Jumat (6/11/2026) memutuskan untuk memberhentikan Pena dari jabatannya atas dugaan pelanggaran terkait keruntuhan Ueno Bank, sebuah bank digital yang berkembang pesat dan memiliki hubungan erat dengan pemerintahannya.
Mengutip laporan
AP, Minggu (8/11/2026), jaksa menetapkan bahwa Presiden Pena—yang sebelumnya mengumumkan telah mengundurkan diri—sebagai tahanan rumah atas dugaan penyalahgunaan kepercayaan dan sejumlah pelanggaran lainnya.
Surat perintah penahanan itu juga menyasar mantan Kepala Bank Sentral Paraguay, Carlos Carvallo, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai eksekutif senior di Ueno Bank.
Pihak berwenang menuduh Pena menggunakan pengaruh politiknya untuk mengalirkan dana publik senilai ratusan juta dolar AS ke bank tersebut, sembari menutup mata terhadap berbagai penyimpangan keuangan serius.
Pena, yang membantah melakukan pelanggaran, mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (5/11/2026) di tengah meningkatnya kemarahan publik dan gelombang demonstrasi besar-besaran di ibu kota Asuncion.
Namun, para anggota Parlemen menolak menerima pengunduran diri tersebut dan tetap melanjutkan proses pemakzulan. Mereka berupaya mencabut kekebalan hukum yang biasanya diberikan kepada mantan presiden.
Pemimpin yang tengah menghadapi tekanan politik itu tidak menghadiri sidang Senat pada Jumat setelah anggota Parlemen menolak permintaannya untuk memperoleh tambahan waktu 72 jam guna mempersiapkan pembelaan.
Tim pengacaranya berargumen bahwa Pena tidak mendapatkan proses hukum yang semestinya. Mereka juga mengancam akan menggugat proses pemakzulan tersebut ke pengadilan.
Wakil Presiden Pedro Alliana kemudian dilantik sebagai pemimpin baru Paraguay. Dia diperkirakan akan menyelesaikan sisa masa jabatan presiden hingga Agustus 2028.
Ueno Bank Kolaps Picu Bentrokan di Jalanan
Krisis politik yang mengguncang Paraguay bermula awal pekan ini ketika regulator mengambil alih kendali Ueno Bank karena masalah serius terkait solvabilitas atau kemampuan bank memenuhi kewajiban keuangannya. Langkah tersebut menyebabkan rekening hampir 3 juta nasabah dibekukan.
Bank itu dilaporkan menghimpun lebih dari USD800 juta dalam bentuk simpanan dana publik, termasuk dana pensiun, ketika mengalami ekspansi pesat selama pemerintahan Pena.
Senator Esperanza Martinez sebelumnya mengatakan kepada Russia Today bahwa Pena dan orang-orang dekatnya diduga mengatur penipuan keuangan besar-besaran yang melibatkan jaringan lebih dari 50 perusahaan cangkang (shell companies).
"Ini merupakan proyek penipuan kolosal yang melibatkan presiden republik dan lingkaran ekonomi di sekitarnya," tuduh Martínez.
Dia menggambarkan operasi tersebut sebagai skema Ponzi yang secara artifisial menggelembungkan kondisi keuangan bank.
Keruntuhan Ueno Bank telah memicu demonstrasi besar-besaran, bentrokan dengan polisi, serta tuntutan pertanggungjawaban dari ribuan warga Paraguay yang hingga kini belum bisa mengakses tabungan mereka.
Jaksa juga telah mengambil tindakan terhadap sejumlah eksekutif bank seiring meluasnya penyelidikan atas kehancuran finansial tersebut.
Pena, yang mulai menjabat pada 2023, membangun hubungan erat dengan Washington dan Israel.
Pemerintahannya menyelaraskan kebijakan dengan berbagai inisiatif keamanan regional Trump, termasuk program Shield of the Americas yang dipimpin AS. Pena juga bergabung dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian bentukan presiden AS tersebut.
Trump memuji kepemimpinan Pena. Sementara itu, Pena berulang kali menyebut hubungan Paraguay dengan Washington berada pada titik terkuat dalam beberapa tahun terakhir.
Pena juga dikenal sebagai pendukung vokal Netanyahu. Pada Desember 2024, dia secara pribadi meresmikan Kedutaan Besar Paraguay di Yerusalem.
Dengan langkah tersebut, Paraguay bergabung dengan AS, Guatemala, Honduras, Kosovo, dan Papua Nugini yang telah menempatkan kedutaan mereka di Yerusalem.
Pena bahkan berjanji akan berdiri bersama Israel "apa pun yang terjadi".
Dia juga secara terbuka mendukung perang AS-Israel melawan Iran dan menyatakan dukungannya terhadap serangan militer gabungan yang diluncurkan pada Februari 2026.
Paraguay turut menetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Hizbullah, dan Hamas sebagai organisasi teroris. Keputusan tersebut disambut baik Netanyahu, yang berterima kasih kepada Pena atas "dukungan tanpa syaratnya" terhadap Israel.
(mas)