IRGC siap ubah doktrin nuklir Iran. Foto/X
TEHERAN - Juru bicara Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi mengungkapkan mengatakan bahwa Iran terus berupaya meningkatkan jangkauan rudal-rudalnya.
Melansir Fars, ia juga menyampaikan bahwa jika negara memutuskan untuk mengubah doktrin nuklirnya, maka persiapan yang diperlukan akan segera dilakukan. Pekan lalu, kepala keamanan Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan bahwa para pejabat Iran tengah mempertimbangkan kemungkinan perubahan pada kebijakan nuklir negara tersebut, namun belum ada keputusan yang diambil.
Kemudian, Mohebbi menyatakan bahwa Iran tidak hanya telah mencapai kemandirian dalam teknologi pertahanan canggih, tetapi juga telah menjadi salah satu eksportir utama sistem persenjataan tersebut di kancah internasional—sebuah fakta yang mengejutkan banyak pihak.
Ia mengklaim bahwa angkatan bersenjata Iran dan IRGC telah berhasil menjatuhkan lebih dari 260 pesawat Amerika, termasuk jenis F-16, F-35, dan F-18.
Mohebbi dengan bangga memaparkan kemampuan yang dimiliki Iran saat ini, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa angkatan kedirgantaraan Iran telah membuat sistem pertahanan Amerika, seperti rudal THAAD dan Patriot, menjadi "tidak berfungsi" atau "tidak dapat dioperasikan".
Ia menegaskan bahwa jika pihak Amerika kembali mencoba melancarkan perang terhadap Iran, mereka akan menyesalinya.
Kenapa? Mohebbi mengatakan Iran akan meluncurkan "pencapaian kedirgantaraan yang inovatif," seraya memperingatkan bahwa kesalahan perhitungan apa pun oleh AS atau Israel akan berujung pada serangan yang dampaknya akan terasa selama bertahun-tahun.
Aoakafum Mohebbi menyatakan bahwa platform kedirgantaraan canggih lahir dari penelitian mandiri, bukan dari pembelian luar negeri ataupun sekadar rekayasa balik. Ia menambahkan bahwa unit-unit Iran tetap memegang kendali operasional dan manajemen lapangan atas persenjataan ringan maupun berat di tengah "pengeboman hebat," yang membuktikan kemampuan pencegahan aktif mereka melalui serangan presisi terencana terhadap posisi serta infrastruktur penting musuh.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengonfirmasi serangan militer AS di Pulau Qeshm, Iran, sembari mengeklaim bahwa Washington telah mencapai "banyak kemajuan" dalam pembicaraan dengan Iran.
Pada hari Jumat, Trump mengatakan bahwa pasukan AS telah melancarkan apa yang ia sebut sebagai serangan berskala kecil terhadap sistem pertahanan udara Iran.
"Kami melakukan serangan kecil," ujar Trump kepada para wartawan di West Palm Beach, Florida. "Mereka membangun semacam perangkat anti-pesawat, dan kami melumpuhkannya dalam waktu sekitar 15 menit, mungkin lima menit."
Pernyataan Trump disampaikan tak lama setelah media pemerintah Iran melaporkan adanya dua serangan rudal di kawasan Suza, Pulau Qeshm, yang terletak di Selat Hormuz—sebuah jalur krusial bagi pengiriman minyak.
(ahm)