Islam sendiri tidak melarang perempuan mempercantik diri. Bahkan, seorang istri diperbolehkan berhias untuk menyenangkan hati suaminya selama tidak melanggar ketentuan syariat. Foto ilustrasi/ist
Tampil
cantik dan awet mudamenjadi dambaan banyak perempuan, termasuk muslimah. Berbagai cara dilakukan untuk merawat kecantikan, mulai dari menggunakan bahan alami hingga menjalani perawatan kulit. Namun, dalam Islam, kecantikan tidak hanya berkaitan dengan penampilan fisik, tetapi juga terpancar dari kebersihan hati, akhlak, dan ketakwaan.
Islam sendiri tidak melarang perempuan mempercantik diri. Bahkan, seorang istri diperbolehkan berhias untuk menyenangkan hati suaminya selama tidak melanggar
ketentuan syariat.
Al-Qur'an pun menyebutkan keindahan dan kecantikan sebagai salah satu gambaran kenikmatan surga. Allah SWT berfirman:
فِيهِنَّ خَيْرَٰتٌ حِسَانٌ
"Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik." (QS. Ar-Rahman: 70).
Dalam ayat lainnya, Allah SWT juga menyebutkan tentang kecantikan perempuan:
لَّا يَحِلُّ لَكَ ٱلنِّسَآءُ مِنۢ بَعْدُ وَلَآ أَن تَبَدَّلَ بِهِنَّ مِنْ أَزْوَٰجٍ وَلَوْ أَعْجَبَكَ حُسْنُهُنَّ إِلَّا مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ رَّقِيبًا
"Tidak halal bagimu menikahi perempuan-perempuan (lain) sesudah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan istri-istri (yang lain), meskipun kecantikan mereka menarik hatimu, kecuali perempuan-perempuan (hamba sahaya) yang engkau miliki. Dan Allah Maha Mengawasi segala sesuatu." (QS. Al-Ahzab: 52).
Selain merawat penampilan secara alami, seorang muslimah juga dapat menjaga kecantikan dari dalam melalui kebiasaan baik dan ibadah. Berikut sejumlah amalan yang dapat dilakukan.
10 Tips Cantik dan Awet Muda bagi Muslimah Sesuai Syariat Islam
1. Membiasakan Puasa Sunnah
Puasa bukan hanya ibadah yang mengajarkan umat Islam menahan lapar dan dahaga. Amalan ini juga melatih pengendalian diri, kesabaran, serta kedisiplinan.
Selain puasa Ramadan, muslimah dapat mengamalkan puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis dan puasa Ayyamul Bidh. Dengan menjalankannya secara ikhlas, seorang muslimah dapat melatih kesabaran sekaligus membiasakan pola hidup yang lebih teratur.
2. Rajin Tersenyum
Senyum merupakan amalan sederhana yang memiliki nilai sedekah dalam Islam. Wajah yang ramah dan berseri juga menjadi salah satu bentuk keindahan akhlak seorang muslimah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah." (HR. Tirmidzi).
Karena itu, jangan pelit memberikan senyuman. Selain membuat orang lain merasa nyaman, tersenyum juga menjadi salah satu cara sederhana menghadirkan suasana positif dalam kehidupan sehari-hari.
3. Menjaga Salat dan Memperbanyak Syukur
Salat merupakan kewajiban utama seorang muslim. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, salat juga mengajarkan kedisiplinan, ketenangan, dan kesabaran.
Seorang muslimah hendaknya senantiasa menjaga salat, memperbanyak syukur, serta membiasakan sikap ramah kepada sesama.
Hati yang tenang dan pikiran yang terjaga akan membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih positif. Kecantikan pun tidak hanya terpancar dari wajah, tetapi juga dari ketulusan dan ketenteraman batin.
4. Rajin Berwudu
Wudu merupakan salah satu syarat sah salat. Ibadah ini juga mengajarkan umat Islam untuk senantiasa menjaga kebersihan anggota tubuh.
Membasuh wajah, tangan, kepala, dan kaki dalam wudu menjadi kebiasaan baik yang dilakukan berulang kali setiap hari.
Selain sebagai bentuk penyucian diri sebelum beribadah, menjaga kebersihan wajah dan anggota tubuh juga merupakan bagian dari pola hidup bersih yang bermanfaat bagi kesehatan.
5. Memperbanyak Sujud
Sujud merupakan salah satu gerakan utama dalam salat. Dalam posisi ini, seorang hamba menunjukkan ketundukan dan kepasrahan sepenuhnya kepada Allah SWT.
Sujud juga menjadi momen istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memanjatkan doa.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa posisi terdekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sedang sujud. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dalam posisi tersebut.
6. Membiasakan Salat Tahajud
Salat tahajud merupakan ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Amalan ini dilakukan pada malam hari setelah tidur, terutama pada sepertiga malam terakhir.
Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tahajud juga melatih kedisiplinan dan ketenangan jiwa.
Dalam sebuah riwayat disebutkan:
"Barang siapa banyak melaksanakan salat malam, wajahnya akan terlihat indah pada siang hari." (HR. Ibnu Majah).
Karena itu, salat tahajud dapat menjadi salah satu amalan yang dibiasakan seorang muslimah untuk memperoleh ketenangan dan keberkahan hidup.
7. Berpikir Positif dan Membiasakan Salam
Seorang muslimah hendaknya membiasakan diri berpikir positif serta menyebarkan kebaikan kepada orang-orang di sekitarnya.
Salah satunya dengan mengucapkan salam ketika bertemu sesama muslim. Salam bukan sekadar sapaan, melainkan doa keselamatan dan bentuk kepedulian terhadap orang lain.
Kebiasaan menyebarkan salam juga dapat mempererat persaudaraan dan menciptakan suasana yang penuh kedamaian.
8. Menjauhi Sifat Sombong
Kesombongan merupakan sifat tercela yang harus dijauhi setiap muslim. Sebaliknya, Islam mengajarkan umatnya untuk rendah hati dan menghormati orang lain.
Sikap rendah hati membuat seseorang lebih mudah menerima nasihat, menghargai sesama, dan menjaga hubungan baik dengan lingkungan.
Kecantikan sejati bukan hanya dinilai dari penampilan luar, melainkan juga dari keindahan akhlak dan perilaku.
9. Membersihkan Hati dari Iri dan Dengki
Iri dan dengki merupakan penyakit hati yang dapat merusak hubungan antarmanusia. Seseorang yang terus memelihara kedengkian akan sulit merasakan ketenangan karena selalu membandingkan kehidupannya dengan orang lain.
Karena itu, seorang muslimah perlu membiasakan diri bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Hati yang bersih, lapang, dan mudah memaafkan akan membuat seseorang lebih mudah menjalani kehidupan dengan bahagia.
10. Belajar Menahan Amarah
Mengendalikan amarah merupakan salah satu akhlak mulia yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Kemarahan yang tidak terkendali dapat merusak hubungan, memicu perkataan buruk, bahkan menimbulkan penyesalan.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa menahan amarahnya padahal ia mampu melampiaskannya, Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk pada hari Kiamat, hingga Allah memberinya pilihan bidadari yang ia kehendaki." (HR. Abu Dawud).
Hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan mengendalikan emosi. Karena itu, seorang muslimah hendaknya membiasakan diri bersabar, tidak mudah terpancing amarah, dan berusaha menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin.
Pada akhirnya, kecantikan seorang muslimah tidak semata-mata diukur dari wajah yang rupawan atau penampilan yang selalu terlihat muda. Kebersihan hati, ketenangan jiwa, ibadah yang terjaga, serta akhlak yang baik merupakan bagian penting dari kecantikan yang sesungguhnya.
(wid)