Presiden Paraguay Santiago Peña dimakzulkan karena sebuah bank mengalami kebangkrutan. Foto/X/@instablog9ja
ASUNCION - PresidenParaguay, Santiago Peña, telah dimakzulkan dan ditempatkan dalam tahanan rumah setelah kebangkrutan sebuah bank memicu krisis yang menyebabkan lebih dari separuh penduduk negara itu tidak dapat mengakses rekening mereka.
Peña ditangkap pada hari Jumat, beberapa menit setelah para anggota parlemen—termasuk mereka yang berasal dari partainya sendiri—dengan suara bulat memutuskan untuk melengserkannya dari jabatan. Keputusan ini diambil menyusul kebangkrutan Ueno Bank awal pekan ini, sebuah bank yang memiliki keterkaitan dengan kepentingan bisnis pribadi Peña.
Sebelumnya, pada hari Kamis, Peña sempat menawarkan untuk mengundurkan diri. Namun, alih-alih menerima pengunduran dirinya, para senator justru memakzulkan Peña dan mendakwanya atas pelanggaran etika. Akibatnya, ia kehilangan hak imunitas yang biasanya diberikan kepada mantan presiden.
Peña, yang hingga tahun lalu masih memegang saham di perusahaan pemilik bank tersebut, membantah telah melakukan kesalahan apa pun.
Melansir
BBC, dakwaan pemakzulan yang berujung pada pelengseran Peña mencakup tuduhan adanya konflik kepentingan, manipulasi pengawasan regulasi, pengalihan dana pensiun, serta keterlibatan dalam upaya menutup-nutupi kasus secara kelembagaan yang melibatkan bank sentral.
Jaksa Silvia Margarita Gonzalez Vester menyatakan bahwa Peña dijadwalkan untuk diperiksa pada hari Sabtu terkait tuduhan penyalahgunaan kepercayaan, penyalahgunaan pengaruh, dan penggelapan dana.
Wakil Peña, Pedro Alliana, telah dilantik sebagai presiden sementara yang baru dan berjanji untuk tidak "menelantarkan" jutaan orang yang terdampak oleh skandal ini.
"Rekan-rekan senegara yang saat ini sedang mengalami masa sulit akibat keruntuhan finansial ini akan mendapatkan kompensasi penuh," ujar Alliana, yang akan menjabat sebagai presiden hingga tahun 2028.
Runtuhnya bank digital tersebut menyebabkan lebih dari separuh penduduk Paraguay tidak dapat mengakses tabungan mereka setelah bank itu disita oleh bank sentral Paraguay.
Pada hari Selasa dan Rabu, antrean panjang warga yang berusaha menarik uang dari kantor cabang Ueno terlihat memanjang di jalan-jalan ibu kota, Asuncion. Diperkirakan tiga juta nasabah masih belum dapat mengakses tabungan dan dana pensiun mereka, yang memicu kemarahan publik, terutama di ibu kota, Asunción.
Sebagai tanggapan, aksi protes meletus di seluruh negeri; ribuan orang turun ke jalan pada hari Kamis untuk menuntut pengembalian uang mereka.
Demonstrasi sebelumnya sempat diwarnai bentrokan dengan polisi, yang menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa.
Pemakzulan Peña disetujui setelah 44 dari 45 senator memberikan suara mendukung. Satu anggota parlemen tidak hadir.
"Tidak pernah ada niat saya untuk mengkhianati kepercayaan yang Anda berikan kepada saya," ujar Peña dalam sebuah video yang diunggah di X saat mengumumkan pengunduran dirinya. Ia menambahkan bahwa prioritasnya adalah "ketenangan pikiran bagi rakyat Paraguay yang telah memercayakan tabungan mereka kepada sistem keuangan kita".
Setelah itu, Ketua Senat Basilio Núñez menyatakan bahwa Peña terbukti bersalah melakukan "pengabaian tugas".
Senator Rafael Filizzola mengatakan: "Kita sedang menghadapi skandal korupsi terbesar dalam sejarah demokrasi kita—sebuah pukulan telak bagi negara, warga sipil, serta kredibilitas dan citra negara ini."
Para analis menyebutkan bahwa Peña kemungkinan besar akan menghadapi proses hukum terkait runtuhnya bank tersebut.
Pengacara pembelanya, Ricardo Preda, menyebut tuduhan tersebut sebagai "tuduhan gegabah" yang "tidak bertanggung jawab dan oportunistik".
(ahm)