Militer Iran Kini Lebih Kuat dan Waspada Dibandingkan saat Awal Perang

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Sabtu, 07 November 2026 - 14:16 WIB
Militer Iran Kini Lebih Kuat dan Waspada Dibandingkan saat Awal Perang
Militer Iran kini lebih kuat dan waspada dibandingkan saat awal perang. Foto/IRNA
A
A
A
TEHERAN - Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, juru bicara Angkatan Darat Republik Islam Iran, menyatakan bahwa angkatan bersenjata negara tersebut kini jauh lebih kuat, lebih berpengalaman, dan lebih waspada dibandingkan saat dimulainya perang agresi oleh AS dan Israel.

Dalam sebuah upacara peringatan bagi para martir di kota Pishva pada Jumat malam, Jenderal Akraminia menekankan bahwa Angkatan Darat, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan kepolisian kini memiliki motivasi, komitmen, dan kepercayaan diri yang lebih besar setelah berbulan-bulan terlibat dalam konflik intens.

"Angkatan bersenjata Republik Islam jauh lebih kuat dibandingkan saat awal perang, karena pengalaman konfrontasi langsung dengan Amerika Serikat dan rezim Zionis palsu telah memberikan pelajaran militer yang sangat berharga," ujarnya, dialnsir Press TV. Ia juga meyakinkan publik bahwa militer sepenuhnya siap untuk mempertahankan negara dengan kemampuan perangkat keras maupun perangkat lunak yang telah ditingkatkan.

Juru bicara Angkatan Darat tersebut menyoroti kendali strategis penuh Iran atas Selat Hormuz. Ia mencatat bahwa sebelum perang, rata-rata 130 kapal melintasi jalur perairan tersebut setiap harinya, mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, serta bahan bakar jet dan pupuk kimia.

"Kapasitas vital ini berada di tangan Iran, dan selama syarat-syarat Republik Islam belum dipenuhi, Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali," tegasnya.

Jenderal Akraminia juga melontarkan peringatan terkait kemungkinan adanya agresi lanjutan dari AS.

Meskipun mengakui bahwa kapal-kapal angkatan laut Amerika telah mundur dari kawasan tersebut, ia memperingatkan bahwa Washington mungkin saja melakukan tindakan militer lebih lanjut karena keputusasaan politik. Jika musuh mengulangi pelanggarannya, respons militer Iran akan bersifat "segera, berdampak besar, dan tanpa batasan geografis," sesuai dengan arahan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei.

Ia secara tegas memperingatkan bahwa pangkalan dan kepentingan AS yang berada jauh di luar Asia Barat dan Teluk Persia kini berada dalam jangkauan drone dan rudal Iran, serta akan menjadi sasaran jika AS kembali berulah.

Menyoroti dampak geopolitik yang lebih luas dari perang tersebut, juru bicara itu mencatat bahwa perlawanan gigih bangsa Iran selama 251 malam telah mengubah secara mendasar persamaan politik AS dan menimbulkan kerugian finansial yang sangat besar bagi pihak agresor.

Ia merujuk pada pemilihan umum AS baru-baru ini, di mana para pejabat Partai Republik secara terbuka mengakui bahwa perang dengan Iran merupakan faktor utama kekalahan mereka.

"Bukan Partai Demokrat yang mengalahkan Trump dan Partai Republik; melainkan bangsa Iran-lah yang mengalahkan Trump di arena politik melalui perlawanan dan keteguhan hati mereka," tegas Jenderal Akraminia.

Lebih lanjut, ia menyoroti dampak ekonomi parah yang dialami oleh AS dan sekutu-sekutu Eropanya.

Para pejabat AS memperkirakan biaya langsung perang tersebut mencapai lebih dari 48 miliar dolar AS, belum termasuk biaya tidak langsung yang sulit dihitung.

Akibatnya, negara-negara Eropa yang mendukung kampanye militer tersebut kini bergulat dengan krisis ekonomi yang parah, yang memicu protes publik secara luas di negara-negara seperti Prancis, Yunani, Italia, dan Polandia.

Sang jenderal memuji kohesi nasional yang tak tergoyahkan yang ditunjukkan oleh rakyat Iran selama perang 251 hari tersebut. Ia mencatat bahwa kehadiran mereka yang terus-menerus di jalanan—meskipun dalam kondisi cuaca yang menantang—serta dukungan mereka terhadap bendera nasional, telah menggagalkan upaya musuh untuk menabur perpecahan dan menciptakan hasutan baru.

Namun, ia memperingatkan bahwa setelah mengalami kegagalan memalukan di bidang ekonomi, militer, dan politik, musuh kini tengah merancang upaya untuk memicu kerusuhan dan pergolakan di dalam negeri. Ia mendesak masyarakat Iran untuk tetap waspada dan bersatu di lapangan sampai kemenangan akhir tercapai, guna memastikan bahwa konspirasi musuh dapat dinetralkan sepenuhnya.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Militer Iran Kini Lebih Kuat dan Waspada Dibandingkan saat Awal Perang
International
Sabtu, 07 November 2026 - 14:16 WIB
2 Rudal Hantam Pulau Qeshm, Iran Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS
International
Sabtu, 07 November 2026 - 06:30 WIB