Pemerintah Iran membagikan tablet yodium untuk warganya. Foto/facebook
TEHERAN - Otoritas kesehatan Iran terus mendistribusikan tablet yodium kepada penduduk kota Bushehr di wilayah selatan—lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi di negara tersebut. Langkah ini sebagai bagian dari rencana kesiapsiagaan darurat yang diluncurkan sebelum perang Juni 2025, demikian dilaporkan kantor berita Young Journalists Club (YJC) pada hari Jumat (6/11/2026).
Wakil kepala bidang kesehatan di Universitas Ilmu Kedokteran Bushehr menyatakan distribusi ini pada awalnya diprioritaskan bagi wilayah di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir, sebelum kemudian diperluas ke seluruh penjuru kota.
"Sebanyak 180.000 tablet yodium telah didistribusikan berdasarkan keputusan otoritas penanggulangan krisis," ungkap pejabat tersebut.
Menurut pejabat itu, tablet tersebut tetap tersedia bagi penduduk di berbagai pusat kesehatan komprehensif di seluruh Bushehr.
Program distribusi ini terbatas bagi penduduk Bushehr dan ditujukan untuk memberikan perlindungan terhadap penyerapan yodium radioaktif jika terjadi insiden nuklir atau radiologis.
Pejabat tersebut menjelaskan tablet ini harus dikonsumsi dalam rentang waktu tertentu di sekitar potensi paparan—mulai dari 24 jam sebelum insiden hingga empat jam setelahnya—dengan dosis yang disesuaikan berdasarkan usia.
"Untuk bayi di bawah usia satu bulan, dosis yang dianjurkan adalah seperdelapan tablet; anak usia satu bulan hingga tiga tahun mendapatkan seperempat tablet; anak usia tiga hingga 12 tahun mendapatkan setengah tablet; dan mereka yang berusia di atas 12 tahun mendapatkan satu tablet penuh," jelas pejabat tersebut.
Tablet ini bekerja dengan cara menjenuhkan kelenjar tiroid menggunakan yodium stabil, sehingga mengurangi kemampuan kelenjar tersebut dalam menyerap yodium radioaktif yang mungkin terlepas selama keadaan darurat radiologis.
Pengumuman ini muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara Iran dan Amerika Serikat, menyusul serangan militer yang dilancarkan oleh Washington dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Pada 1 November, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Washington dapat menyerang fasilitas-fasilitas yang dicurigai sebagai bagian dari program nuklir Iran dalam waktu 10 menit. Ia secara khusus menyebut "Pickaxe Mountain", lokasi yang diduga sebagai fasilitas nuklir bawah tanah.
Sebelumnya, pada 16 Oktober, Trump menyatakan tidak akan menggunakan senjata nuklir terhadap Iran, namun membuka kemungkinan adanya serangan konvensional lebih lanjut terhadap fasilitas-fasilitas yang dicurigai sebagai bagian dari program nuklir Iran.
Bushehr, yang terletak di sepanjang pesisir Teluk Iran, merupakan lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi di negara tersebut, sehingga kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat radiologis menjadi perhatian khusus bagi pihak berwenang setempat.
Tablet yodium berfungsi melindungi kelenjar tiroid dari yodium radioaktif, namun tidak memberikan perlindungan terhadap zat radioaktif lainnya ataupun radiasi eksternal.
(sya)