Santiago Pena memilih mundur setelah proses pemakzulan Senat. Foto/X/@Lordnewsbrasil
ASUNCION - Senat Paraguay telah memutuskan untuk memakzulkan Presiden Santiago Peña, yang kini menghadapi penyelidikan pidana menyusul kebangkrutan sebuah bank besar yang memiliki keterkaitan bisnis dengannya.
Senat negara tersebut memutuskan untuk melengserkannya dari jabatan pada hari Jumat, dengan 44 dari 45 anggota memberikan suara setuju. Wakil Presiden Pedro Alliana segera dilantik sebagai presiden setelah pemungutan suara pemakzulan tersebut.
3 Alasan Santiago Pena Dimakzulkan Senat dan Pilih Mundur, Utamakan Stabilitas Negara
1. Mundur karena SKandal Krisis Bank
Melansir
CNN, Peña mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Kamis setelah Ueno Bank ditutup secara mendadak akibat krisis solvabilitas. Peristiwa ini menyebabkan jutaan nasabah tidak dapat mengakses dana mereka dan memicu sebuah skandal.
Jaksa Agung Paraguay telah membuka tiga kasus pidana terhadap Peña dan sejumlah mantan pejabat lainnya terkait dengan krisis perbankan tersebut.
Pemungutan suara pemakzulan ini mencabut hak imunitas parlementer yang dimiliki Peña.
Majelis rendah Kongres Paraguay menuduhnya melakukan "pengabaian tugas yang serius dan sistematis" sehubungan dengan keterlibatannya dengan bank tersebut.
Peña mengajukan pengunduran dirinya saat para anggota parlemen tengah memperdebatkan tuduhan yang diajukan terhadapnya oleh 35 anggota parlemen dari pihak oposisi dan kelompok pembangkang di partai yang berkuasa. Tuduhan tersebut mengusulkan untuk "melengserkan" sang presiden, yang mulai menjabat pada Agustus 2023 untuk masa jabatan lima tahun.
Tak lama setelah ia mengumumkan pengunduran dirinya, Dewan Deputi Paraguay secara bulat memilih untuk memulai proses pemakzulan.
"Orang ini, Santiago Peña, harus dipenjara. Surat perintah penangkapan harus dikeluarkan… penahanan pra-persidangan, langsung jebloskan ke penjara," ujar Senator Yolanda Paredes kepada para wartawan sebelumnya.
Partai Peña, Partai Colorado yang berhaluan kanan, memegang mayoritas di kedua majelis Kongres.
2. Mengutamakan Stabilitas Negara
Sebelumnya, Peña menyatakan bahwa ia mengundurkan diri demi memberikan ketenangan pikiran kepada rakyat Paraguay "yang telah memercayakan tabungan mereka pada sistem keuangan kita."
"Saya telah memutuskan untuk mengajukan pengunduran diri dari jabatan Presiden Republik. Keputusan ini saya ambil demi stabilitas negara kita, kedamaian sosial, serta kebutuhan untuk menjaga institusi publik kita," ungkapnya dalam sebuah pesan yang diunggah di media sosial.
Peña menjabat sebagai salah satu presiden termuda dalam sejarah Paraguay pada usia 44 tahun. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan dari tahun 2015 hingga 2017 di bawah pemerintahan Presiden Horacio Cartes, dan juga pernah menjabat sebagai direktur di Bank Sentral.
Ia merupakan salah satu sekutu terkuat pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan kerap menyelaraskan diri dengan prioritas politik Trump, khususnya terkait imigrasi dan keamanan.
Menanggapi pengumuman pengunduran diri presiden tersebut, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa hubungan antara kedua negara tetap kuat: "Kami tetap berkomitmen pada hubungan yang langgeng antara rakyat Amerika dan Paraguay, serta berharap dapat terus melanjutkan kerja sama erat kami dalam berbagai prioritas bersama."
3. Diduga Melakukan Intervensi
Presiden Paraguay terseret dalam krisis yang mencuat setelah adanya intervensi terhadap Ueno Bank—sebuah lembaga swasta yang dikaitkan dengannya. Selama masa pemerintahannya, bank tersebut menerima dana jutaan dari berbagai entitas publik, termasuk Institut Jaminan Sosial (IPS) yang mengelola dana pensiun bagi sebagian besar pekerja di negara itu.
CNN telah menghubungi pihak kepresidenan sebelum pengunduran diri Peña untuk meminta tanggapan terkait tuduhan yang ditujukan kepadanya.
Bank Sentral Paraguay menemukan bahwa rasio solvabilitas Ueno Bank—yang memiliki 2,9 juta nasabah di negara berpenduduk 6,1 juta jiwa—telah turun hingga di bawah 50% dari batas minimum yang disyaratkan. Hal ini terjadi "sebagai akibat dari penyesuaian yang dilakukan terhadap laporan keuangannya selama proses regularisasi."
Akibat dari proses resolusi atau pembubaran tersebut, dana simpanan jutaan nasabah di lembaga keuangan itu—yang juga dikenal sebagai sponsor tim sepak bola lokal maupun tim nasional Paraguay—menjadi terkunci.
Jaksa Agung Emiliano Rolón Fernández telah memerintahkan dimulainya tiga penyelidikan terkait "pengawasan dan resolusi Ueno Bank SA, penempatan dana publik di entitas tersebut, serta tindakan pihak berwenang dari berbagai lembaga negara."
Paraguay diguncang oleh intervensi terhadap Ueno pada hari Selasa—sebuah lembaga yang, menurut pihak berwenang, telah melakukan pelanggaran batasan atas pinjaman kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan istimewa.
Bank Sentral Paraguay menyatakan pada Kamis malam bahwa mereka akan mulai memproses pembayaran jaminan kepada nasabah Ueno tertentu secara bertahap.
Peña mengumumkan pengunduran dirinya setelah dua hari diwarnai antrean panjang di bank-bank, kecemasan, serta aksi protes di jalanan.
Negara tersebut telah berupaya memosisikan diri sebagai pusat keuangan regional dengan memanfaatkan status layak investasi yang diraih dalam beberapa tahun terakhir, setelah mendapatkan pengakuan dari dua lembaga pemeringkat terkemuka di dunia.
(ahm)