Eisenkot Ungkap Kemajuan dalam Perundingan Pembentukan Pemerintahan Darurat Israel

img-redaksi Syarifudin
Sabtu, 07 November 2026 - 07:06 WIB
Eisenkot Ungkap Kemajuan dalam Perundingan Pembentukan Pemerintahan Darurat Israel
Gadi Eisenkot, pemimpin Partai Yashar sekaligus mantan Kepala Staf Umum IDF, menyampaikan pidato di kantor pusat partai tersebut di Tel Aviv, Israel, pada 28 Oktober 2026. Foto/Nir Keidar/Anadolu Agency
A
A
A
TEL AVIV - Pemimpin oposisi Israel, Gadi Eisenkot, mengatakan kemajuan signifikan telah dicapai dalam negosiasi untuk membentuk pemerintahan darurat nasional. Ia berharap dapat menerima mandat untuk membentuk pemerintahan pada awal pekan depan, demikian dilaporkan Anadolu.

Dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosial X, Eisenkot—pemimpin partai Yashar—menyatakan Israel sedang menghadapi "keadaan darurat yang nyata, konkret, dan berbahaya."

Ia menyerukan peralihan kekuasaan yang cepat guna mencegah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk terus menjabat.

Ia menyebutkan 74 dari 120 anggota Knesset (parlemen Israel) tidak lagi menaruh kepercayaan pada kepemimpinan Netanyahu, sementara hanya 46 anggota yang mendukung perdana menteri tersebut.

Eisenkot mengungkapkan timnya telah menghabiskan puluhan jam untuk bernegosiasi dengan partai-partai oposisi, yang menghasilkan "kemajuan dan terobosan signifikan" menuju pembentukan koalisi darurat nasional.

Eisenkot Ungkap Prinsip-prinsip untuk Koalisi yang Diusulkan



Ia mengusulkan pembentukan pemerintahan berdasarkan empat prinsip: mengakui Israel sebagai negara Yahudi yang demokratis; menjunjung tinggi nilai-nilai yang tertuang dalam Deklarasi Kemerdekaan Israel; mewajibkan pengabdian militer, nasional, atau sipil bagi seluruh warga; serta mengakui Hamas sebagai organisasi teroris sembari berkomitmen melumpuhkan kemampuan militer dan pemerintahan kelompok tersebut.

Eisenkot menyatakan akan mengundang seluruh fraksi parlemen dan anggota legislatif yang bersedia menerima prinsip-prinsip ini untuk bergabung dalam pemerintahan yang diusulkan.

Ia memperingatkan pemilihan umum lainnya hanya akan memperpanjang ketidakpastian politik dan memungkinkan Netanyahu untuk tetap berkuasa sebagai perdana menteri sementara (caretaker).

Presiden akan Beri Mandat Pembentukan Pemerintahan pada Hari Minggu



Pernyataan ini disampaikan sehari setelah Presiden Israel, Isaac Herzog, mengumumkan ia akan memutuskan pada hari Minggu siapa anggota parlemen yang akan diberi tugas untuk membentuk pemerintahan berikutnya.

Setelah berkonsultasi dengan berbagai partai politik, Herzog mengungkapkan fraksi-fraksi yang mewakili 67 anggota parlemen telah merekomendasikan Eisenkot, dibandingkan dengan 46 anggota yang mendukung Netanyahu.

Pemilihan umum Israel pada 27 Oktober menghasilkan parlemen yang terpecah; blok Netanyahu mengamankan 53 kursi, blok oposisi Yahudi memperoleh 48 kursi, dan partai-partai yang dipimpin oleh kelompok Arab meraih 19 kursi.

Dengan demikian, tidak ada satu pun blok yang mencapai 61 kursi yang diperlukan untuk meraih mayoritas.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
2 Rudal Hantam Pulau Qeshm, Iran Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS
International
Sabtu, 07 November 2026 - 06:30 WIB
Turki Hentikan Impor Gas dari Turkmenistan Lewat Iran karena Tekanan AS
International
Jum'at, 06 November 2026 - 20:28 WIB
Militer Israel Lindungi Pemukim Huni 8 Rumah Warga Palestina di Yerikho
International
Jum'at, 06 November 2026 - 19:31 WIB