Penasihat IRGC: Pasukan Angkatan Laut AS Mundur 1.000 Km dari Iran dalam Perang Sebelumnya

img-redaksi Syarifudin
Jum'at, 06 November 2026 - 22:34 WIB
Penasihat IRGC: Pasukan Angkatan Laut AS Mundur 1.000 Km dari Iran dalam Perang Sebelumnya
Kepala Kelompok Penasihat untuk komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Ali Fadavi. Foto/mehr
A
A
A
TEHERAN - Pasukan Amerika Serikat memindahkan kapal-kapal angkatan laut dan peralatan mereka hingga lebih dari 1.000 km (621 mil) menjauhi Iran selama rangkaian pertempuran sebelumnya. Klaim itu diungkap Kepala Kelompok Penasihat untuk komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Ali Fadavi.

Ali Fadavi mengatakan Iran selalu merespons dengan cepat setiap kali pasukan angkatan laut AS mencoba mendekat ke wilayah Iran, sehingga berhasil menjaga jarak mereka agar tetap jauh.

Fadavi menambahkan Washington telah gagal memaksa rakyat Iran untuk meninggalkan tujuan mereka atau menyerah pada tekanan, meskipun telah menjatuhkan sanksi ekonomi yang berat terhadap negara tersebut.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan telah menembak jatuh satu pesawat nirawak (drone) milik AS di atas Pulau Qeshm, menurut laporan kantor berita Fars pada Jumat (6/11/2026).

Pihak IRGC menyebutkan sistem pertahanan udara Iran menghancurkan satu drone MQ-1 milik AS di atas pulau yang terletak di Selat Hormuz tersebut.

Di sisi lain, Sergio de la Pena, mantan wakil asisten menteri pertahanan AS, mengatakan Presiden Donald Trump memiliki kapabilitas militer yang lebih dari cukup untuk menyerang Iran, namun penggunaan kekuatan militer bukanlah pilihan utama Washington.

"Situasinya dinamis, jadi semuanya bergantung pada opsi apa yang tersedia di meja perundingan," ujar de la Pena. "Jika ada jalan ke depan, kita akan melangkah maju."

"Saat ini kita memiliki tiga kapal induk di kawasan tersebut, lengkap dengan gugus tempurnya. Jika presiden ingin menggunakan opsi militer, ia memiliki kapabilitas yang lebih dari sekadar cukup," katanya, seraya menambahkan intelijen AS "telah meningkat pesat" selama konflik berlangsung.

"Tugas Pentagon adalah menyediakan berbagai opsi," kata de la Pena, namun keputusan akhir tetap berada di tangan Trump, yang juga mendengarkan masukan dari menteri keuangan dan penasihat keamanan nasional.

Ia menuturkan Trump telah berjanji untuk "tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir", seraya menegaskan, "Janji itu masih berlaku."

"Jika kita bisa menyelesaikan masalah ini melalui jalur diplomasi, itu jauh lebih baik," ujarnya. "Namun, jika persoalan tidak kunjung selesai, blokade tersebut tidak akan dicabut." Ia menambahkan, "Kini giliran Iran yang harus menentukan langkah selanjutnya."

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Turki Hentikan Impor Gas dari Turkmenistan Lewat Iran karena Tekanan AS
International
Jum'at, 06 November 2026 - 20:28 WIB
Militer Israel Lindungi Pemukim Huni 8 Rumah Warga Palestina di Yerikho
International
Jum'at, 06 November 2026 - 19:31 WIB