Turnamen bola basket antarpelajar Simpati Basketball Teladan Cup (BTC) 2026 siap digelar pada 14–28 November 2026 di GOR Bulungan, Jakarta Selatan / Foto: Istimewa
Turnamen bola basket antarpelajar Simpati Basketball Teladan Cup (BTC) 2026 siap digelar pada 14–28 November 2026 di GOR Bulungan, Jakarta Selatan. Mengusung kompetisi antarsekolah negeri terbesar di Jakarta, ajang ini akan mempertemukan 32 tim basket terbaik tingkat SMP dan SMA untuk memperebutkan Piala Gubernur DKI Jakarta.
Turnamen berbasis undangan tersebut melibatkan lebih dari 380 pemain dari berbagai sekolah di Jakarta. Panitia juga menargetkan kehadiran hingga 8.400 penonton yang akan memeriahkan pertandingan.
Ketua Panitia Steering Committee, Margetty Herwin, mengatakan BTC 2026 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga. Turnamen ini juga menggabungkan unsur seni, kreativitas, dan solidaritas antarpelajar.
"Tidak hanya sekadar pertandingan olahraga, BTC 2026 juga merangkul unsur seni dan solidaritas melalui konsep partisipasi unik," ujar Margetty dalam keterangan persnya, Jumat (6/11/2026).
Setiap sekolah peserta diwajibkan mengirimkan dua tim basket, masing-masing putra dan putri. Selain itu, sekolah juga membawa satu tim nonbasket untuk mengisi penampilan hiburan di sela pertandingan serta merekomendasikan kelompok suporter atau ultras guna menciptakan atmosfer kompetisi yang meriah.
Koordinator Bidang Olahraga IKAT, Adi Yunadi Endjun, menambahkan, BTC 2026 juga menjadi ruang pertemuan antara siswa, alumni, dan komunitas melalui kegiatan jejaring lintas generasi. Menurutnya, keterlibatan alumni Ikatan Keluarga Alumni Teladan (IKAT) SMAN 3 Jakarta diharapkan dapat memperkuat kolaborasi sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap almamater.
Dukungan terhadap penyelenggaraan BTC 2026 juga datang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dispora dan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) DKI Jakarta. Kepala Dispora DKI Jakarta, Andri Yansyah, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga sekaligus destinasi wisata olahraga atau sport tourism.
"DKI Jakarta memang akan menjadi epicenter of events atau destinasi sport tourism. Jadi, kegiatan-kegiatan keolahragaan, baik bersifat nasional, internasional, terlebih regional, kami pemerintah provinsi wajib hukumnya melakukan full support," kata Andri.
Dia menilai antusiasme pelajar dan suporter terhadap olahraga basket menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga tersebut di kalangan generasi muda. Andri berharap BTC 2026 dapat menjadi wadah pencarian bibit atlet potensial yang kelak mampu berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia.
Sementara itu, Ketua Umum DPD Perbasi DKI Jakarta, Lexyndo Hakim, mengapresiasi penyelenggara yang telah menghadirkan ruang kompetisi berkualitas bagi pelajar SMP dan SMA negeri di Jakarta. Menurut Lexyndo, turnamen ini dikemas secara profesional dengan melibatkan para senior yang berpengalaman di bidangnya. Perbasi DKI Jakarta bahkan telah menerbitkan surat rekomendasi penyelenggaraan sejak Juli 2026.
Dia menegaskan, federasi mendukung kegiatan olahraga, baik yang berorientasi bisnis maupun pembinaan atlet. Sekadar informasi, sebanyak 32 Tim Bertanding dalam Empat Kategori
BTC 2026 akan mempertandingkan empat kategori, yakni SMA putra, SMA putri, SMP putra, dan SMP putri. Rinciannya terdiri atas 16 tim putra SMA, delapan tim putri SMA, empat tim putra SMP, serta empat tim putri SMP.
Pada kategori SMA putra, peserta dibagi menjadi empat grup. Masing-masing juara grup berhak melaju ke semifinal. Sementara kategori SMA putri dibagi menjadi dua grup, dengan juara dan runner-up masing-masing grup melangkah ke babak empat besar.
Adapun kategori SMP putra dan putri menggunakan sistem setengah kompetisi atau bertemu semua. Setiap tim akan memainkan tiga pertandingan. Dua tim terbaik kemudian melaju ke babak final.
Sistem penghitungan waktu pertandingan juga disesuaikan dengan tahapan kompetisi. Pada babak penyisihan, waktu menggunakan sistem semi-kotor, yakni berhenti ketika terjadi time out. Pada semifinal dan perebutan tempat ketiga, waktu juga dihentikan saat free throw dan bola mati.
Sementara pada partai final, pertandingan menggunakan sistem waktu bersih atau stop clock. Tak hanya memperebutkan gelar juara, panitia juga menyiapkan sejumlah penghargaan individu dan hiburan pendukung. Di antaranya penghargaan Most Valuable Player (MVP) All Games, Top Scorer, serta kompetisi koreografi suporter atau ultras dari masing-masing sekolah.
(yov)