TV Pemerintah Iran Siarkan Langsung Adegan Simulasi Penggantungan Donald Trump

img-redaksi Muhaimin
Jum'at, 06 November 2026 - 07:41 WIB
TV Pemerintah Iran Siarkan Langsung Adegan Simulasi Penggantungan Donald Trump
Televisi pemerintah Iran siarkan langsung adegan simulasi penggantungan Presiden AS Donald Trump. Foto/Iran International
A
A
A
TEHERAN - Televisi pemerintah Iran menyiarkan secara langsung adegan simulasi penggantungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Aksi tersebut merupakan bagian dari kampanye pro-pemerintah yang menampilkan berbagai seruan publik untuk membunuh Trump, menyusul kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela AS pada Selasa lalu.

Rekaman siaran televisi yang dipublikasikan media-media Iran memperlihatkan seorang aktor mengenakan topeng Trump dan berpakaian seperti tahanan sedang menjalani simulasi eksekusi. Aksi tersebut dilakukan oleh seseorang yang mengenakan seragam Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Lapangan Tajrish, Teheran.

Sejumlah penonton terlihat menyaksikan dan bersorak selama pertunjukan berlangsung.

Aksi tersebut merupakan bagian dari serangkaian pertunjukan anti-Amerika yang diselenggarakan otoritas Iran di berbagai lokasi di ibu kota.

Video-video yang beredar di media sosial juga memperlihatkan sebuah spanduk besar bergambar Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan utusan khusus AS Steve Witkoff dibakar di Lapangan Enghelab, Teheran, pada Rabu malam.

Massa pendukung pemerintah berkumpul di depan spanduk tersebut sambil meneriakkan, "Kami akan membunuh Trump" ketika api melahap gambar para pemimpin AS dan Israel.

Sebuah papan reklame besar lainnya yang dipasang di Lapangan Enghelab menggambarkan Trump berada di balik jeruji penjara dengan kepala tertunduk. Di bawah gambar tersebut terdapat tulisan berbahasa Inggris, "We Will Kill Trump" atau "Kami Akan Membunuh Trump".

Otoritas Pemerintah Kota Teheran mengorganisasi pameran bertema penjara di Lapangan Tajrish. Pameran tersebut mencakup sel penjara berukuran sebenarnya dan seorang aktor yang memerankan presiden AS.

Berbagai pertunjukan itu berlangsung bersamaan dengan peringatan tahunan penyanderaan di Kedutaan Besar AS di Teheran pada 1979. Dalam rangkaian acara tersebut, para demonstran membawa poster-poster yang menyerukan kematian Trump.

Akun-akun diplomatik Iran juga ikut bergabung dalam kampanye tersebut setelah pemilu sela AS.

Akun Kedutaan Besar Republik Islam Iran di India membagikan video hasil kecerdasan buatan (AI) yang menggambarkan Trump dibawa keluar dari Gedung Putih dan dilemparkan ke tempat sampah bertanda "Limbah Berbahaya".

Video tersebut disertai tulisan "Pemilu sela AS" dan emotikon tertawa.

Gambar hasil AI lainnya memperlihatkan Trump yang kalah berdiri di luar Gedung Putih. Gambar tersebut disertai tulisan "Misi Gagal" dan pesan yang mengejek kekalahan Partai Republik dalam pemilu.

Dalam unggahan lainnya, akun Iran di India menulis, "Anda berbicara tentang perubahan rezim, tetapi kamilah yang mewujudkannya."

Berbagai pertunjukan tersebut muncul setelah Partai Republik mengalami kemunduran besar dalam pemilu sela 3 November. Hasil pemilu itu membuat Partai Demokrat mengambil alih kendali Kongres AS.

Trump mengaitkan sebagian besar kekalahan Partai Republik dengan perang AS-Israel melawan Iran serta dampaknya terhadap kenaikan harga bensin dan inflasi.

Meski demikian, Trump tetap bersikeras bahwa perang tersebut sepadan dengan pengorbanan yang telah dilakukan.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Arab Saudi Sangkal Laporan yang Sebut Houthi Minta Uang Damai Rp921,5 Triliun
International
Jum'at, 06 November 2026 - 08:37 WIB
TV Pemerintah Iran Siarkan Langsung Adegan Simulasi Penggantungan Donald Trump
International
Jum'at, 06 November 2026 - 07:41 WIB
WSJ: Houthi Minta Rp921,5 Triliun kepada Arab Saudi sebagai Harga Damai
International
Jum'at, 06 November 2026 - 06:24 WIB