Abdul El Sayed jadi sosok fenomenal setelah terpilih senator Muslim pertama dalam sejarah Amerika Serikat dalam pemilu sela 2026. Foto/Screengrab/13abc.com
WASHINGTON - Pemilu sela
Amerika Serikat (AS) telah memunculkan Abdul El Sayed sebagai sosok fenomenal setelah terpilih senator Muslim pertama dalam sejarah Amerika. Tak hanya itu, kata-kata seperti "Blue Tsunami" dan "Habibi" juga tiba-tiba viral di berbagai platform media sosial.
Istilah "Blue Tsunami" atau "Gelombang Biru" mengacu pada warna biru khas Partai Demokrat. "Blue Tsunami" telah melanda AS setelah Partai Demokrat berhasil menguasai kedua kamar Kongres; DPR dan Senat, sekaligus memberikan pukulan telak kepada Partai Republik.
Data Google Trends selama 48 jam terakhir menunjukkan bahwa pencarian terpopuler sebagian besar berfokus pada hasil pemilu AS 2026 secara keseluruhan, hasil pemilu di Michigan, serta persaingan ketat dalam pemilihan Senat di Mississippi dan Alaska.
Kata kunci "Blue Wave 2026" dan "Habibi Meaning" juga masuk dalam 10 besar pencarian berdasarkan volume pencarian. Hal ini mencerminkan keberhasilan Partai Demokrat meraih tambahan kekuatan di Kongres.
Dampak kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilu sela pada Selasa lalu diperkirakan akan terasa luas.
Dalam pemilu tersebut, Partai Demokrat berhasil merebut sedikitnya tujuh kursi Senat yang sebelumnya dikuasai Partai Republik. Kursi-kursi tersebut berasal dari Kansas, Iowa, Texas, Ohio, Maine, North Carolina, dan South Carolina.
Partai Republik sebelumnya memasuki pemilu dengan keunggulan mayoritas 53-47 kursi.
Di Michigan, para pemilih memilih Abdul El Sayed sebagai anggota Senat AS setelah menolak kandidat Partai Republik, Mike Rogers. Dengan kemenangan tersebut, El Sayed menjadi senator Muslim pertama dalam sejarah Amerika Serikat.
Lonjakan pencarian kata "Habibi" berasal dari pidato kemenangan El Sayed. Dalam pidatonya, dia secara bercanda menyapa Wakil Presiden JD Vance dengan sebutan "Habibi". El Sayed mengatakan Vance nantinya harus memimpin prosesi pengambilan sumpah jabatannya sebagai senator pada Januari 2027.
Trump Siap Gunakan "Senjata Veto"
Setelah mengalami kekalahan yang melemahkan posisi politiknya, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan siap menggunakan hak veto presiden untuk mempertahankan agenda pemerintahannya.
Trump menyebut hak veto presiden sebagai "kekuasaan tertinggi". Dia mengatakan dapat menolak rancangan undang-undang yang disahkan Partai Demokrat jika tidak menyetujuinya.
"Saya memiliki kekuasaan tertinggi, namanya 'veto'," kata Trump kepada
CBS News ketika ditanya mengenai kemungkinan menghadapi mayoritas Partai Demokrat di Kongres.
Hak veto presiden AS diatur dalam Pasal I, Bagian 7 Konstitusi Amerika Serikat.
Ketentuan tersebut memberikan wewenang kepada presiden untuk menolak rancangan undang-undang yang telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau House of Representatives dan Senat sebelum rancangan tersebut resmi menjadi undang-undang.
(mas)