Presiden Paraguay Mundur setelah Bank Besar Kolaps Picu Demo Besar

img-redaksi Muhaimin
Jum'at, 06 November 2026 - 05:24 WIB
Presiden Paraguay Mundur setelah Bank Besar Kolaps Picu Demo Besar
Presiden Paraguay Santiago Pena mengundurkan diri setelah kolapsnya bank besar yang memicu demo besar. Foto/BNamericas
A
A
A
ASUNCION - Presiden Paraguay Santiago Pena mengundurkan diri pada hari Kamis waktu setempat. Ini terjadi setelah kolapsnya sebuah bank besar yang sebelumnya mendapat dukungan Pena dan pemerintahannya memicu gelombang demonstrasi massal.

Pena mengumumkan pengunduran dirinya melalui sebuah pidato video. "Dengan mempertimbangkan stabilitas negara kita, perdamaian sosial, serta kebutuhan untuk menjaga lembaga-lembaga demokrasi kita," katanya saat menyampaikan alasan singkat pengunduran dirinya, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Jumat (6/11/2026).

Sebelumnya pada Kamis, Pena kehilangan dukungan dari Partai Colorado yang berhaluan kanan. Dia juga menghadapi ancaman pemakzulan dari pihak oposisi.

Protes meningkat menjadi bentrokan di jalan-jalan Asuncion pada Rabu setelah Bank Sentral Paraguay menempatkan Ueno Bank di bawah pengawasan pemerintah. Kebijakan tersebut membuat sekitar 3 juta nasabah tidak dapat mengakses rekening mereka.

Ueno Bank merupakan perusahaan teknologi finansial (fintech) yang relatif baru dan baru beroperasi sejak 2023. Namun, berdasarkan informasi di situs webnya, bank tersebut melayani dua dari setiap tiga orang dewasa di Paraguay.

Bank sentral mengumumkan bahwa Ueno Bank memiliki modal kurang dari setengah jumlah minimum yang diwajibkan undang-undang untuk melindungi para deposan dan menjaga stabilitas keuangan.

Situasi ini memaksa Pena mempercepat pengesahan undang-undang untuk mengembalikan uang para nasabah. Dia mengatakan kebijakan tersebut akan mencakup 98% nasabah yang terdampak.

Namun, hubungan pribadi Pena dengan bank tersebut semakin menyulut kemarahan publik.

Pena tercatat sebagai pemegang saham di perusahaan induk Ueno Bank hingga 2025, dua tahun setelah dirinya menjabat sebagai presiden. Dia juga menempatkan dana publik senilai sekitar USD800 juta hingga USD850 juta atau Rp14,4 triliun hingga Rp15,3 triliun (kurs Rp18.069/USD) di rekening Ueno Bank.

Dana tersebut termasuk sekitar USD380 juta (Rp6,8 triliun) yang terkait dengan dana pensiun dan kesehatan milik negara Paraguay.

Kurang dari dua minggu setelah menjabat, Pena menunjuk Carlos Carvallo, mantan presiden perusahaan pendahulu Ueno Bank, untuk memimpin bank sentral.

Para demonstran dan anggota parlemen oposisi menuduh Pena memiliki konflik kepentingan, menyalahgunakan dana publik, serta menutupi berbagai peringatan mengenai kondisi keuangan Ueno Bank.

Partai Colorado pimpinan Pena telah menjadi kekuatan dominan dalam politik Paraguay sejak akhir 1940-an.

Partai tersebut memerintah Paraguay sebagai negara satu partai dari 1947 hingga 1962. Partai Colorado juga mendukung kediktatoran Alfredo Stroessner yang mendapat sokongan AS, sejak 1954 hingga penggulingannya pada 1989.

Pena menjalin hubungan erat dengan Presiden AS Donald Trump. Dia bahkan bergabung dalam operasi militer Trump untuk memerangi kartel narkoba di kawasan Karibia dan menandatangani kesepakatan tahun lalu untuk menerima para migran yang ditolak oleh AS.

Pena juga merupakan pendukung kuat Israel. Dia memindahkan Kedutaan Besar Paraguay di Israel ke Yerusalem pada 2024 dan berjanji mendukung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di panggung internasional, "apa pun yang terjadi".

Di bawah kepemimpinan Pena, Paraguay telah memberikan suara menentang tiga resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyerukan gencatan senjata di Gaza sejak 2023.

Para anggota parlemen oposisi juga menuduh patron politik Pena, mantan Presiden Horacio Cartes, membeli perangkat lunak mata-mata Pegasus dari Israel.

Partai Colorado tetap berkuasa setelah pengunduran diri Pena. Wakil Presiden Pedro Alliana dijadwalkan mengambil alih jabatan presiden.

Sementara itu, delapan eksekutif senior Ueno Bank telah ditahan. Lebih dari dua lusin pejabat bank dan pihak-pihak terkait juga telah didakwa sehubungan dengan skandal tersebut.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Presiden Paraguay Mundur setelah Bank Besar Kolaps Picu Demo Besar
International
Jum'at, 06 November 2026 - 05:24 WIB
Dua Pertiga Pemilih Salahkan Kebijakan Trump atas Tingginya Inflasi AS
International
Kamis, 05 November 2026 - 18:02 WIB
Trump Tak Takut Dimakzulkan, Malah Menantang Balik Partai Demokrat
International
Kamis, 05 November 2026 - 14:36 WIB