Para pengunjuk rasa berpawai melintasi pusat kota Teheran menuju bekas Kedutaan Besar AS dalam unjuk rasa untuk memperingati 47 tahun peristiwa pengambilalihan kedutaan dan krisis penyanderaan tahun 1979, pada 4 November 2026 di Teheran, Iran. Foto/Fateme
TEHERAN - Ribuan warga Iran berkumpul di luar bekas Kedutaan Besar Amerika Serikat di Teheran pada hari Rabu (4/11/2026). Mereka meneriakkan slogan-slogan menentang Amerika Serikat dan Israel, mengejek kekalahan pemilu Partai Republik dan Presiden Donald Trump.
Demonstran juga menyerukan pembalasan atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam serangan AS dan Israel.
Demonstrasi tersebut bertepatan dengan peringatan tahunan Iran atas peristiwa pengambilalihan Kedutaan Besar AS pada tahun 1979, yang tahun ini berlangsung di tengah perang regional yang dimulai pada akhir Februari.
Konflik ini telah meningkatkan ketegangan antara Teheran dan Washington, sementara upaya diplomatik untuk menegosiasikan pengakhiran konfrontasi tersebut menemui jalan buntu.
Para pengunjuk rasa meneriakkan "Mati untuk Amerika" dan "Mati untuk Israel," mengibarkan bendera Iran, serta membawa poster-poster yang mengecam Washington dan Israel.
Para peserta juga mengejek kekalahan yang dialami Trump dan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu AS. Trump sendiri mengakui perang melawan Iran turut berkontribusi terhadap kekalahan besar Republik dalam pemilu tersebut.
Salah satu spanduk menggambarkan Trump sebagai anjing bulldog berlumuran darah yang diikat dengan tali oleh sosok menyerupai iblis, yang tampak seperti Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Pengunjuk rasa lainnya membawa poster yang menuntut pembalasan atas kematian Khamenei, yang tewas dalam serangan AS-Israel pada awal perang regional tersebut.
Satu spanduk besar menampilkan tulisan "Rakyat Iran yang akan menentukan harganya," disertai ilustrasi tong-tong minyak hitam yang tersebar di atas peta dunia.
Gambaran tersebut tampaknya merujuk pada lonjakan harga energi dan volatilitas di pasar global sejak pecahnya konflik, terutama setelah Iran memperketat kendali atas Selat Hormuz.
Unjuk rasa tahunan ini mencerminkan penentangan publik yang terus berlanjut terhadap Amerika Serikat dan Israel di kalangan pengunjuk rasa di Teheran, di tengah masih berlangsungnya konfrontasi militer dan kebuntuan diplomatik.
(sya)