Ghalibaf Sebut Trump Sedang Bersiap untuk Perang Berikutnya dengan Iran

img-redaksi Syarifudin
Kamis, 05 November 2026 - 20:04 WIB
Ghalibaf Sebut Trump Sedang Bersiap untuk Perang Berikutnya dengan Iran
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Foto/anadolu
A
A
A
TEHERAN - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengibaratkan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump seperti seorang penjudi yang "tidak bisa beranjak dari meja judi". Ghalibaf melontarkan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas komentar Wakil Presiden AS JD Vance mengenai hasil pemilihan paruh waktu (midterm election) di Amerika Serikat.

"Layaknya penjudi yang kalah… Sang bos tengah menyiapkan fase perang berikutnya, sementara Amerika berada di tepi jurang kebijakan yang mendahulukan kepentingan Israel," tulisnya di platform X.

Pernyataan ini menanggapi unggahan panjang dari Vance, di mana wakil presiden AS tersebut mengakui bahwa perang melawan Iran telah merugikan Partai Republik dalam pemungutan suara hari Selasa lalu.

"Tidak perlu ceramah panjang lebar. Mengapa tidak katakan saja hal ini langsung kepada bos Anda?" tambah Ghalibaf.

Sementara itu, menurut Natasha Lindstaedt, profesor pemerintahan AS di Departemen Pemerintahan Universitas Essex, klaim Trump bahwa perang dengan Iran menyebabkan kekalahan telak Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu AS hanyalah sebagian dari kebenaran.

Dia berpendapatan, ada faktor-faktor lain yang turut berkontribusi terhadap buruknya performa partai tersebut.

"Trump tidak pernah mau mengakui kesalahannya. Ia tidak akan pernah berkata, ‘Saya minta maaf', atau ‘Saya telah mengambil keputusan yang salah'," ujarnya kepada Al Jazeera.

Lindstaedt mengatakan gelombang kekalahan Partai Republik kali ini begitu besar sehingga tidak bisa semata-mata disalahkan pada perang melawan Iran.

Dia menjelaskan, "Perang itu memang salah satu faktornya, karena berkaitan dengan lonjakan harga bahan bakar. Namun, ada pula kebijakan tarif yang diterapkan secara sepihak oleh Donald Trump—kebijakan yang tidak populer dan justru merugikan masyarakat pedesaan, para petani, serta berbagai sektor bisnis lainnya."

Lindstaedt menambahkan banyak warga Amerika juga merasa tidak puas dengan penggerebekan yang dilakukan badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE).

"Selain itu, ada pula kasus dokumen Epstein," katanya.

"Jadi, ada begitu banyak masalah yang muncul secara bersamaan—situasi yang menciptakan badai sempurna bagi Partai Republik," ujar dia.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Ghalibaf Sebut Trump Sedang Bersiap untuk Perang Berikutnya dengan Iran
International
Kamis, 05 November 2026 - 20:04 WIB
Iran Ungkap 4 Kapal Tanker Minyak Hancur akibat Ranjau Laut di Selat Hormuz
International
Kamis, 05 November 2026 - 19:06 WIB
Ketua Parlemen Iran: Pemilih AS Tolak Perang, Teheran Dukung Pesan Itu
International
Kamis, 05 November 2026 - 17:03 WIB