Kapal-kapal komersial terlihat berlabuh di antara Pulau Qeshm dan Pulau Larak, Iran, di tengah gangguan lalu lintas maritim di Selat Hormuz, Iran, pada 11 September 2026. Foto/Fatemeh Bahrami/Anadolu Agency
TEHERAN - Media Iran melaporkan pada hari Rabu (4/11/2026) bahwa empat kapal tanker minyak hancur setelah menghantam ranjau di Selat Hormuz. Laporan itu diungkap Press TV Iran mengutip Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
IRGC menyatakan kapal-kapal tersebut berupaya melintasi jalur perairan yang secara strategis penting itu tanpa mendapatkan persetujuan dari Teheran.
Belakangan ini, Iran telah meningkatkan serangannya terhadap kapal-kapal, khususnya di sepanjang jalur selatan yang melewati selat tersebut.
Senin lalu, media AS melaporkan Amerika Serikat telah melancarkan serangan defensif terhadap sejumlah target Iran di Selat Hormuz.
Situs berita AS, Axios, mengutip seorang pejabat AS yang mengatakan satu pesawat militer Amerika telah melakukan serangan untuk membela diri, dengan menghancurkan peluncur rudal di Pulau Qeshm.
Pejabat tersebut menambahkan sehari sebelumnya, IRGC telah menembakkan rudal dari Pulau Qeshm ke arah jet tempur AS di Selat Hormuz.
CNN juga mengutip seorang pejabat AS yang menyatakan militer AS telah melakukan serangan terbatas di Pulau Qeshm, Iran, sebagai langkah pertahanan diri.
Sebelumnya, kantor berita resmi Iran (IRNA) melaporkan adanya beberapa ledakan di Pulau Qeshm, namun tidak ada konfirmasi resmi dari pihak Iran mengenai sumber atau penyebab ledakan tersebut.
(sya)