Ketua Parlemen Iran: Pemilih AS Tolak Perang, Teheran Dukung Pesan Itu

img-redaksi Syarifudin
Kamis, 05 November 2026 - 17:03 WIB
Ketua Parlemen Iran: Pemilih AS Tolak Perang, Teheran Dukung Pesan Itu
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf. Foto/anadolu
A
A
A
TEHERAN - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf mengatakan rakyat Amerika Serikat telah menolak perang dan Teheran mendukung pesan tersebut. Pernyataan itu muncul di tengah kekalahan besar dalam pemilu yang dialami Partai Republik yang sebagian besar mendukung perang terhadap Iran.

"Entah karena hati nurani atau masalah biaya hidup, rakyat Amerika mengatakan TIDAK PADA PERANG, dan kami mendukung pesan ini," ujar Mohammad Bagher Qalibaf dalam pernyataan melalui X.

Ia memperingatkan jika pemerintah AS mengkhianati kehendak rakyatnya demi melayani "pihak-pihak internasional yang memberi bayaran dan melakukan pemerasan," maka pemerintah AS akan menghadapi "mimpi buruk."

Ali Nikzad, wakil ketua parlemen Iran, juga menggambarkan kemunduran pemilu yang dialami Presiden AS Donald Trump sebagai konsekuensi dari "kekalahannya melawan rakyat Iran."

Berbicara di hadapan parlemen, Nikzad mengatakan hasil pemilu tersebut mencerminkan "kegagalan upaya AS untuk melemahkan Iran melalui sanksi ekonomi dan tekanan."

"Presiden AS yang delusi, yang berusaha mengklaim kemenangan melalui retorika di media sosial, justru mengalami kekalahan dalam politik domestik," katanya.

Dia menambahkan kemunduran ini merupakan "dampak susulan dari kekalahannya melawan rakyat Iran."

Nikzad juga memberikan peringatan terhadap segala bentuk petualangan militer di Selat Hormuz, seraya menegaskan tindakan tersebut akan dibalas dengan "respons yang telak."

Secara terpisah, Seyed Mehdi Tabatabaei, wakil kepala komunikasi dan informasi di kantor kepresidenan Iran, mengatakan hasil pemilu AS mencerminkan pesan kuat dari para pemilih Amerika.

"Dunia telah mendengar pesan tegas dari rakyat Amerika dalam pemilihan Senat dan Kongres," ujarnya.

Tabatabaei mengaitkan kekalahan Partai Republik dengan dukungan AS terhadap tindakan Israel di Gaza, keberpihakan pada kepentingan Israel, serta perang melawan Iran.

"Kejahatan kemanusiaan di Gaza, kepatuhan buta terhadap kepentingan rezim Israel yang tidak sah, serta perang tiada henti melawan Republik Islam Iran telah membawa kekalahan terbesar dalam sejarah pemilu Amerika bagi Partai Republik," katanya.

Pernyataan tersebut muncul setelah pemilihan paruh waktu AS pada hari Selasa, di mana Partai Demokrat memenangkan kendali atas Senat maupun DPR.

Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Trump—yang melancarkan perang terhadap Iran pada bulan Februari bersama dengan Israel—serta Partai Republik.

Sementara itu, Qatar terus menjalankan peran sebagai penengah antara Washington dan Teheran di tengah ketegangan terkait blokade angkatan laut AS dan masalah keamanan di Selat Hormuz.

Pada hari Senin, Iran menyatakan mereka masih saling bertukar pesan dengan AS melalui pihak penengah, seraya menegaskan pembukaan kembali selat tersebut bergantung pada langkah Washington untuk mengakhiri blokade.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Ghalibaf Sebut Trump Sedang Bersiap untuk Perang Berikutnya dengan Iran
International
Kamis, 05 November 2026 - 20:04 WIB
Iran Ungkap 4 Kapal Tanker Minyak Hancur akibat Ranjau Laut di Selat Hormuz
International
Kamis, 05 November 2026 - 19:06 WIB
Ketua Parlemen Iran: Pemilih AS Tolak Perang, Teheran Dukung Pesan Itu
International
Kamis, 05 November 2026 - 17:03 WIB