Pemimpin oposisi Israel Gadi Eisenkot. Foto/anadolu
TEL AVIV - Pemimpin oposisi Israel Gadi Eisenkot menyatakan "ikatan antara Israel dan Amerika Serikat lebih dari sekadar aliansi antar pemerintah." Pernyataan itu muncul seiring proses pembentukan pemerintahan baru di Israel setelah pemilu.
"Ini adalah kemitraan antar masyarakat, yang dibangun selama beberapa generasi, ditopang oleh nilai-nilai demokrasi yang sama, dan diperkuat oleh keyakinan bahwa negara kita akan lebih aman dan lebih sejahtera ketika kita berdiri bersama," ujar Eisenkot.
"Kami akan memperbarui dan memperdalam kemitraan ini, memperkuat landasan bipartisan yang telah menjadi tumpuan selama bertahun-tahun, serta berupaya memajukan seluruh kawasan Timur Tengah," tambahnya.
Pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump—yang sebelumnya telah memberikan dukungan kepada Netanyahu—menyampaikan janji pada hari pemilihan untuk menghentikan pendanaan tahunan sebesar USD4 miliar bagi Israel.
Wakil Presiden AS JD Vance pada hari Rabu mengatakan para pemilih di AS menuntut perubahan dalam hubungan Washington dengan Israel.
Presiden Israel Isaac Herzog menanggapi komentar Wakil Presiden AS JD Vance yang menyebutkan para pemilih menginginkan perubahan dalam hubungan antara AS dan Israel pasca kekalahan Partai Republik.
"Sentimen seperti ini sebenarnya sudah dirasakan dan dibicarakan sejak lama di kalangan sahabat dan sekutu terbesar kita," kata Herzog, setelah Vance menunjuk hubungan dengan Israel sebagai salah satu penyebab kekalahan Partai Republik.
Pernyataan tersebut disampaikan Herzog dalam pertemuan dengan delegasi dari partai oposisi, Yisrael Beiteinu.
"Saya menaruh hormat kepada Presiden Trump, Wakil Presiden Vance, maupun Partai Demokrat," ujar Herzog.
"Israel senantiasa berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga hubungan yang bersifat bipartisan."
(sya)