Wakil Presiden AS J.D. Vance sebut perang melawan Iran adalah penyebab kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela AS. Foto/The White House
WASHINGTON - Wakil Presiden (Wapres)
Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan perang melawan Iran telah menjadi penyebab utama kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela Kongres 2026. Hasil pemilu tersebut secara luas dipandang sebagai penolakan besar-besaran publik terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Pernyataan itu mengisyaratkan bahwa Vance, yang sebelumnya menjadi wajah upaya pemerintahan Trump untuk menjalin kesepakatan dengan Teheran, kini berusaha menjaga jarak dari konflik yang tidak populer tersebut menjelang kemungkinan pencalonannya sebagai presiden pada 2028.
"Alasan sebenarnya kami kalah sudah jelas bagi hampir semua orang...Alasan kami kalah adalah perang. Presiden sendiri sudah mengatakan hal itu tadi malam," kata Vance dalam unggahan panjang di platform X, sebagaimana dikutip
The Guardian, Kamis (5/11/2026).
"Jika Anda ingin berargumen bahwa perang itu sepadan, bahwa kehilangan kendali atas Senat selama enam tahun ke depan merupakan harga yang layak dibayar, silakan saja. Berargumenlah bahwa itu merupakan pengorbanan yang pantas. Setuju atau tidak setuju, setidaknya itu merupakan sikap yang jujur."
"Semua orang tahu mengapa kami kalah. Dan setiap pembicaraan yang jujur mengenai langkah kita selanjutnya harus dimulai dari sana," imbuh Vance.
Vance sebelumnya dilaporkan menunjukkan sikap skeptis terhadap perang yang hingga kini belum terselesaikan tersebut. Konflik itu dilancarkan Trump bersama Israel pada Februari lalu.
Trump sebelumnya menyampaikan pernyataan serupa kepada
The Wall Street Journal pada Selasa, ketika Partai Republik menghadapi kekalahan bersejarah dalam pemilu sela.
"Iran adalah salah satu faktornya," kata Trump dalam wawancara melalui telepon ketika ditanya mengenai dampak perang terhadap hasil pemilu.
Namun, Trump juga menyampaikan pernyataan yang lebih bernuansa dan menegaskan bahwa dirinya tidak menyesali keputusan untuk memulai konflik tersebut.
"Saya tidak memikirkannya. Saya melakukan hal yang benar. Saya akan melakukannya lagi," ujarnya.
(mas)