Hati-hati, Ini 5 Ancaman Allah SWT bagi Orang yang Suka Berkhianat

img-redaksi Widaningsih
Kamis, 05 November 2026 - 13:15 WIB
Hati-hati, Ini 5 Ancaman Allah SWT bagi Orang yang Suka Berkhianat
Ancaman Allah SWT dalam Al Quran menjadi pengingat bahwa amanah bukan perkara sepele dalam Islam. Setiap muslim dituntut menjaga kepercayaan, menepati janji, dan menjauhi segala bentuk pengkhianatan. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Amanah merupakan salah satu sifat utama yang harus dimiliki setiap muslim. Menjaga amanah bukan sekadar menepati janji atau menyimpan rahasia, melainkan juga memelihara kepercayaan yang diberikan orang lain serta menjalankan tanggung jawab sebagai hamba Allah di muka bumi.

Islam menempatkan amanah sebagai bagian penting dari keimanan. Orang yang mampu menjaga kepercayaan akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT. Sebaliknya, mereka yang mengkhianatiamanah mendapat peringatan keras, baik melalui Al-Qur'an maupun hadis Rasulullah SAW.

Pengkhianatan bukan hanya merusak hubungan antarmanusia, tetapi juga menjadi perbuatan tercela yang dapat membawa pelakunya kepada keburukan di akhirat. Berikut lima peringatan Allah dan Rasul-Nya bagi orang-orang yang berkhianat.

1. Khianat Merupakan Salah Satu Ciri Orang Munafik

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ada tiga tanda utama orang munafik, yakni berdusta ketika berbicara, mengingkari janji, dan berkhianat ketika diberi kepercayaan.

Hadis ini menjadi pengingat bagi setiap muslim agar menjauhi sifat-sifat tersebut. Seorang mukmin hendaknya membiasakan diri berkata jujur, menepati janji, dan menjaga amanah yang telah diberikan kepadanya.

Rasulullah SAW bersabda:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ


Artinya: "Tanda-tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara, ia berdusta; apabila berjanji, ia mengingkari; dan apabila dipercaya, ia berkhianat." (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa mengkhianati kepercayaan merupakan sifat yang harus dijauhi. Karena itu, menjaga amanah menjadi bagian penting dalam membangun karakter seorang muslim.

2. Pengkhianat Akan Dipermalukan pada Hari Kiamat

Setiap manusia akan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya ketika memasuki kehidupan akhirat. Tidak ada satu pun tindakan yang luput dari perhitungan Allah SWT, termasuk pengkhianatan terhadap amanah.

Rasulullah SAW bahkan mengabarkan bahwa orang yang berkhianat akan mendapatkan tanda khusus berupa bendera pada hari kiamat. Bendera tersebut menjadi penanda yang memperlihatkan identitas dan pengkhianatan yang pernah dilakukannya.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan:

لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ


Artinya: "Setiap pengkhianat akan mendapatkan bendera pada hari kiamat." (HR Bukhari dan Muslim)

Peringatan ini menggambarkan betapa seriusnya dosa pengkhianatan. Perbuatan yang mungkin disembunyikan dari manusia selama hidup di dunia akan diperlihatkan pada hari pembalasan.

3. Allah Tidak Menyukai Orang yang Berkhianat

Al-Qur'an secara tegas menyebutkan bahwa Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. Peringatan tersebut terdapat dalam Surah Al-Anfal ayat 58.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ


Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat." (QS Al-Anfal: 58)

Ayat ini menjadi peringatan agar umat Islam tidak menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan. Pengkhianatan dapat menimbulkan kerugian, kerusakan, bahkan permusuhan di tengah masyarakat.

Sebaliknya, Islam mengajarkan kejujuran, keadilan, dan sikap saling menjaga kepercayaan. Seorang muslim tidak semestinya mengambil keuntungan dengan cara merugikan atau menipu orang lain.

4. Al-Qur'an Mengingatkan tentang Pengkhianatan terhadap Janji Allah

Dalam Surah Al-Maidah ayat 13, Allah SWT menceritakan perilaku sebagian kaum terdahulu yang melanggar perjanjian. Mereka mengubah perkataan dari tempatnya dan melupakan sebagian peringatan yang telah disampaikan kepada mereka.

Allah SWT berfirman:

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۚ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ


Artinya: "Maka (Kami melaknat mereka) karena mereka melanggar perjanjiannya, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya dan melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka, kecuali sebagian kecil dari mereka. Maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (QS Al-Maidah: 13)

Ayat tersebut mengisahkan pelanggaran perjanjian yang dilakukan sebagian kaum terdahulu. Pesan yang dapat dipetik adalah pentingnya menjaga janji dan tidak mengkhianati kepercayaan, terutama dalam menjalankan ketentuan Allah SWT.

5. Pengkhianatan Dapat Menjadi Jalan Menuju Neraka

Peringatan keras lainnya terdapat dalam Surah At-Tahrim ayat 10. Allah SWT menjadikan istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir.

Allah SWT berfirman:

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ


Artinya: "Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, yaitu istri Nuh dan istri Luth. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami, lalu keduanya berkhianat kepada kedua suaminya. Maka kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (azab) Allah. Dan dikatakan kepada keduanya, 'Masuklah kamu berdua ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).'" (QS At-Tahrim: 10)

Ayat ini menunjukkan bahwa kedekatan dengan orang saleh, bahkan menjadi istri seorang nabi, tidak otomatis menyelamatkan seseorang dari azab Allah apabila ia mengingkari keimanan.

Para mufasir menjelaskan bahwa pengkhianatan kedua istri nabi tersebut bukanlah perselingkuhan, melainkan pengkhianatan dalam urusan agama. Kisah ini menegaskan bahwa setiap orang bertanggung jawab atas iman dan amalnya sendiri.

Lima peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa amanah bukan perkara sepele dalam Islam. Setiap muslim dituntut menjaga kepercayaan, menepati janji, dan menjauhi segala bentuk pengkhianatan. Sebab, amanah bukan hanya menyangkut hubungan antarmanusia, tetapi juga pertanggungjawaban seorang hamba kepada Allah SWT.

(wid)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Hati-hati, Ini 5 Ancaman Allah SWT bagi Orang yang Suka Berkhianat
Kalam
Kamis, 05 November 2026 - 13:15 WIB
3 Macam Khianat, Begini Cara Islam Menghadapi Pengkhianat
Kalam
Kamis, 05 November 2026 - 05:15 WIB