Matangkan Porprov VII Banten, Pilar: Kesiapan Sudah 90 Persen

img-redaksi Puguh Hariyanto
Kamis, 05 November 2026 - 11:44 WIB
Matangkan Porprov VII Banten, Pilar: Kesiapan Sudah 90 Persen
Rapat koordinasi akhir Porprov VII Banten berlangsung hingga malam di Ruang Blandongan, Balai Kota Tangerang Selatan, Rabu (4/11/2026). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
TANGSEL - Rapat koordinasi akhir Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten berlangsung hingga malam di Ruang Blandongan, Balai Kota Tangerang Selatan, Rabu (4/11/2026). Selama sekitar tujuh jam, Panitia Besar (PB) Porprov, KONI Banten, dan unsur pengawas menelaah kesiapan berbagai bidang. Menjelang pembukaan 15 November, pekerjaan panitia bukan lagi sebatas menyusun rencana, melainkan memastikan setiap kebutuhan teknis dapat dijalankan di lapangan.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan sekaligus Ketua PB Porprov VII Banten, Pilar Saga Ichsan, menyebut laporan bidang pertandingan, keabsahan peserta, transportasi, kesehatan, konsumsi, logistik, sarana-prasarana, hingga kebersihan telah dievaluasi bersama KONI dan Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah).

"Tadi sudah dilaporkan masing-masing bidang, dari bidang pertandingan, keabsahan, sampai masalah transportasi, kesehatan, konsumsi, logistik, sarpras, sampai kebersihan," kata Pilar seusai rapat.

Ketika ditanya mengenai tingkat kesiapan, Pilar menjawab singkat, "Insyaallah 90 persen siap," ujarnya.

Kendati demikian, Pilar mengingatkan bahwa tidak ada satu bidang yang dapat dianggap kurang penting. Gangguan di satu bagian dapat memengaruhi rangkaian kegiatan lain, dari pertandingan hingga pertanggungjawaban seusai acara.

"Saya rasa seluruh bidang ini adalah prioritas, ya. Tidak ada satu pun yang ditinggalkan, tidak menjadi prioritas (semua prioritas-red), karena semua bidang yang ada dalam PB Porprov ini saling keterkaitan satu sama lain," jelasnya.

Rapat yang berjalan dari siang hingga malam itu sekaligus menjadi forum untuk menajamkan pekerjaan yang masih tersisa. Pilar mengatakan persiapan seremoni dan kegiatan teknis secara umum sudah matang, tetapi masih terdapat detail kecil yang harus disempurnakan berdasarkan masukan KONI Banten dan Panwasrah.

"Tinggal ada beberapa hal minor yang perlu kita tajamkan lagi. Tadi mendapat masukan dari KONI Banten, khususnya Panwasrah," kata Pilar.

Ketua Umum KONI Banten Agus Rasyid memandang lamanya pembahasan sebagai gambaran keseriusan berbagai pihak. Bagi KONI, kepastian pelaksanaan pertandingan sama pentingnya dengan kesiapan seremoni pembukaan. "Saya yakin dan percaya dengan kesiapan tadi yang disampaikan sudah 90 persen. Dan bahkan rapat kita dari siang sampai malam ini memang tanda keseriusan kita semua," ujar Agus.

Agus mengatakan Porprov kali ini memiliki skala yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya di Banten. Sebanyak 60 cabang olahraga dijadwalkan dipertandingkan, dengan Tangerang Selatan menjadi pusat penyelenggaraan. Sebagian arena, sesuai kebutuhan cabang olahraga, berada di luar wilayah kota.

"Sepanjang sejarahnya Provinsi Banten berdiri, Porprov ke-7 menggelar perhelatan cabor itu paling terbanyak," tuturnya.

Agus sangat mengapresiasi Pemkot Tangerang Selatan yang mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Proprov dengan berbagai dinamikanya. "Hampir semua Cabor dilangsungkan di wilayah Tangerang Selatan. Patut diapresiasi. Dan itu akan dipertandingkan 60 cabor yang luar biasa," jelasnya.

Pembukaan di Sunburst, Kirab Obor Keliling Banten

Kesibukan panitia juga tertuju pada upacara pembukaan yang direncanakan berlangsung di Lapangan Sunburst, kawasan BSD, pada 15 November. Pilar mengatakan acara tersebut dirancang terbuka bagi masyarakat, bukan hanya untuk atlet dan ofisial. Ia memperkirakan sekitar 10.000 orang dari unsur kontingen akan hadir, meski angka kehadiran aktual masih harus dipastikan.

"Jadi bukan hanya saja untuk kontingen yang insya Allah datang sekitar 10 ribu orang, ya, baik itu atlet maupun official. Tapi ini dibuka untuk masyarakat luas," ujar Pilar.

Menurut Pilar, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, organisasi, komunitas, seniman, dan musisi diharapkan membuat pembukaan menjadi ruang perjumpaan warga dari berbagai daerah di Banten. Salah satu atraksi yang tengah disiapkan ialah terjun payung. "Insya Allah kami juga sedang mempersiapkan ada salah satu konsep, yaitu terjun payung, ya, untuk sebagai pembeda," katanya.

Dalam rancangan kreatif audiovisual pembukaan yang dijelaskan tim penyelenggara, gambar penerjun payung akan diolah dengan efek berbantuan kecerdasan buatan (AI) sehingga pada tayangan tampak seolah-olah menunggang kuda, maskot Porprov VII Banten. Penggambaran itu merupakan gimmick visual pada layar, bukan manuver nyata penerjun di udara. Detail teknis tayangan dan pelaksanaannya masih mengikuti pematangan produksi.
(poe)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Matangkan Porprov VII Banten, Pilar: Kesiapan Sudah 90 Persen
Sports
Kamis, 05 November 2026 - 11:44 WIB
Hasil Korea Open 2026: Ubed dan Muhammad Yusuf Tumbang
Sports
Rabu, 04 November 2026 - 16:39 WIB