3 Macam Khianat, Begini Cara Islam Menghadapi Pengkhianat

img-redaksi Widaningsih
Kamis, 05 November 2026 - 05:15 WIB
3 Macam Khianat, Begini Cara Islam Menghadapi Pengkhianat
Kepercayaan merupakan sesuatu yang harus dijaga, sedangkan pengkhianatan dapat merusak hubungan manusia sekaligus menjadi tanda buruknya akhlak seseorang. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Khianat merupakan salah satu perbuatan tercela yang sangat dibenci Allah SWT. Perilaku ini tidak hanya merusak hubungan antarmanusia, tetapi juga menjadi salah satu tanda kemunafikan yang diperingatkan Rasulullah SAW.

Dalam kehidupan sehari-hari, pengkhianatan bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Mulai dari mengingkari janji, menyalahgunakan kepercayaan, hingga mengambil hak orang lain secara tidak jujur. Secara istilah, khianat merupakan perbuatan tidak jujur yang dilakukan dengan melanggar janji, sumpah, atau amanahyang telah dipercayakan.

Menurut Mohammad Ridwan dalam buku Wawasan Keislaman: Penguatan Diskursus Keislaman Kontemporer, khianat berarti tidak menepati amanah. Istilah ini juga digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mengambil hak orang lain.

Islam secara tegas melarang perbuatan tersebut. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ


"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." (QS Al-Anfal: 27).

Allah SWT juga mengingatkan bahwa harta dan anak merupakan bagian dari ujian kehidupan. Namun, di sisi-Nya terdapat pahala yang besar bagi orang-orang yang beriman dan menjaga amanah.

Sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-Anfal ayat 28, harta dan anak-anak hanyalah cobaan, sedangkan pahala besar berada di sisi Allah SWT.

Khianat Termasuk Tanda Orang Munafik

Rasulullah SAW bahkan memasukkan perilaku khianat sebagai salah satu tanda kemunafikan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA, beliau bersabda:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ


"Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: apabila berbicara, ia berdusta; apabila berjanji, ia mengingkari; dan apabila dipercaya, ia berkhianat." (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa menjaga kejujuran, menepati janji, dan memelihara amanah merupakan bagian penting dari keimanan seorang Muslim.

Lantas, apa saja macam-macam khianat dalam Islam dan bagaimana cara menyikapi orang yang melakukannya?

3 Macam Khianat dalam Islam

Mengutip buku Ilmu Tasawuf: Penguatan Mental-Spiritual dan Akhlak karya Dr. H. Imam Kanafi, khianat dapat dibedakan menjadi tiga macam.

1. Khianat kepada Allah SWT

Khianat kepada Allah terjadi ketika seseorang mengaku beriman, tetapi tidak menjalankan kewajiban agama dan justru melanggar ketentuan-Nya.

Contohnya, seseorang mengaku sebagai hamba Allah, tetapi sengaja meninggalkan perintah-Nya dan tidak mengindahkan larangan-Nya.

Padahal, keimanan tidak cukup hanya diucapkan melalui lisan, tetapi harus dibuktikan dengan ketaatan dan amal perbuatan.

2. Khianat kepada Rasulullah SAW

Bentuk khianat berikutnya adalah mengaku beriman kepada Rasulullah SAW, tetapi tidak berusaha mengikuti ajaran dan tuntunan beliau.

Seorang Muslim seharusnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan, baik dalam beribadah, bermuamalah, maupun menjaga akhlak terhadap sesama.

Karena itu, pengakuan cinta kepada Rasulullah perlu dibuktikan dengan mengikuti sunnah dan menjauhi segala perilaku yang bertentangan dengan ajarannya.

3. Khianat kepada sesama manusia

Khianat kepada orang lain merupakan bentuk pengkhianatan yang sering ditemukan dalam kehidupan sosial.

Perbuatan ini bisa berupa mengingkari janji, menyalahgunakan kepercayaan, membocorkan rahasia, mengambil hak orang lain, atau tidak menunaikan tanggung jawab yang telah disepakati.

Perilaku tersebut dapat menghancurkan persahabatan, merusak rumah tangga, menimbulkan perselisihan, bahkan memicu konflik di tengah masyarakat.

Ketiga bentuk pengkhianatan tersebut dapat membawa kerusakan apabila dibiarkan. Allah SWT berfirman:

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِۙ قَالُوْٓا اِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ ۞ اَلَآ اِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُوْنَ وَلٰكِنْ لَّا يَشْعُرُوْنَ


"Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Janganlah berbuat kerusakan di bumi!' Mereka menjawab, 'Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.' Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari." (QS Al-Baqarah: 11-12).

Cara Menyikapi Orang yang Berkhianat Menurut Islam

Dikhianati seseorang tentu dapat menimbulkan rasa kecewa dan hilangnya kepercayaan. Namun, Islam mengajarkan agar seorang Muslim tetap mengedepankan kejujuran dan bersikap tegas dalam menghadapi pengkhianatan.

Dalam buku Pendidikan Karakter: Mengembangkan Karakter Anak yang Islami karya Ridwan Abdullah Sani dan Muhammad Kadri, dijelaskan pentingnya bersikap tegas dan jujur ketika menghadapi orang yang berkhianat.

Allah SWT berfirman:

وَاِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْۢبِذْ اِلَيْهِمْ عَلٰى سَوَاۤءٍۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْخَاۤىِٕنِيْنَ


"Dan jika engkau (Muhammad) khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berkhianat." (QS Al-Anfal: 58).

Ayat ini memberikan tuntunan bahwa apabila terdapat kekhawatiran nyata akan pengkhianatan terhadap suatu perjanjian, pihak yang bersangkutan harus diberi pemberitahuan secara terbuka dan adil mengenai pembatalan perjanjian tersebut.

Artinya, pembatalan kesepakatan tidak boleh dilakukan melalui tipu daya atau pengkhianatan balasan. Semua harus disampaikan secara jujur agar masing-masing pihak mengetahui sikap dan konsekuensi yang diambil.

Dengan demikian, seorang Muslim tidak harus terus mempertahankan hubungan atau kesepakatan yang telah disalahgunakan. Ia boleh mengambil sikap tegas untuk melindungi diri dan haknya, tetapi tetap tidak dibenarkan membalas pengkhianatan dengan perbuatan zalim.

Pada akhirnya, Islam mengajarkan agar umatnya menjadi pribadi yang jujur, amanah, dan senantiasa menepati janji. Sebab, kepercayaan merupakan sesuatu yang harus dijaga, sedangkan pengkhianatan dapat merusak hubungan manusia sekaligus menjadi tanda buruknya akhlak seseorang.

(wid)
See original source
link link link link
Berita Terkait
3 Macam Khianat, Begini Cara Islam Menghadapi Pengkhianat
Kalam
Kamis, 05 November 2026 - 05:15 WIB
Benarkah Berjilbab Bentuk Pemaksaan? Begini Penjelasan Al-Quran
Kalam
Selasa, 03 November 2026 - 12:24 WIB