Mojtaba Khamenei: Perubahan Politik AS Tak Akan Ubah Sikap Permusuhan dengan Teheran

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Rabu, 04 November 2026 - 21:35 WIB
Mojtaba Khamenei: Perubahan Politik AS Tak Akan Ubah Sikap Permusuhan dengan Teheran
Mojtaba Khamenei tuding perubahan politik AS tak akan ubah sikap permusuhan dengan Teheran. Foto/X
A
A
A
TEHERAN - Pemimpin TertinggiIran, Mojtaba Khamenei, mengatakan bahwa AS tidak dapat dipercaya. Ia menegaskan bahwa perubahan dalam kepemimpinan politik AS tidak akan mengubah sikap permusuhannya terhadap Teheran.

"Jika masih ada pihak yang menaruh harapan—meskipun hanya sedikit—bahwa perilaku sistem hegemonik dapat berubah melalui pergeseran partai atau faksi, atau yang meyakini bahwa memberikan konsesi kepada AS dapat membujuk negara tersebut untuk meninggalkan sikap permusuhannya terhadap rakyat Iran, maka mereka sangat keliru," ujarnya.

Khamenei menuduh AS menginginkan Iran menyerah tanpa syarat, seraya memperingatkan bahwa pemberian konsesi justru akan mendorong agresi lebih lanjut.

"Bahkan kecenderungan sekecil apa pun untuk menyerah kepada musuh yang hegemonik akan menyia-nyiakan pencapaian besar yang telah diraih," katanya.

Kemudian, Mojtaba Khamenei memperingatkan bahwa setiap serangan baru dari AS terhadap Iran akan memicu respons yang lebih luas. Ia juga memuji kelompok-kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran di seluruh Timur Tengah.

Dalam sebuah pesan untuk memperingati Hari Nasional Perlawanan terhadap Arogansi Global, Khamenei menyebut kendali Iran atas Selat Hormuz serta serangan terhadap pangkalan militer AS di kawasan tersebut sebagai bentuk pembalasan atas tindakan militer Washington.

"Jika agresi semacam itu terulang kembali, dampaknya akan meluas ke cakupan yang jauh lebih besar," peringatnya.

Khamenei juga memuji apa yang ia sebut sebagai "tindakan kepahlawanan yang bijak dan kuat" oleh "front perlawanan" regional, yang merujuk pada kelompok-kelompok di Palestina, Lebanon, Irak, dan Yaman.

Ia menyatakan bahwa perkembangan tersebut menunjukkan batasan kekuatan militer AS dan menyerukan penguatan kemampuan pertahanan Iran.

"Satu-satunya cara untuk mencapai pencegahan mutlak adalah dengan terus menjalankan strategi ‘Iran yang semakin kuat' melalui pembangunan yang komprehensif," ujarnya.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Siapa Pemegang Kekuasaan Sejati di Iran?
International
Kamis, 05 November 2026 - 04:40 WIB
Trump Kalah di Pemilu Sela, Iran: Rakyat AS Memilih Tidak untuk Perang
International
Rabu, 04 November 2026 - 18:25 WIB
Qatar Ungkap AS dan Iran sedang Pelajari Proposal untuk Capai Kesepakatan
International
Selasa, 03 November 2026 - 22:31 WIB