Hasil pemilu sela AS jadi kemenangan bagi strategi Iran di Selat Hormuz. Foto/X
WASHINGTON - Analis politik Mohammad Eslami mengatakan bahwa hasil pemilihan paruh waktu AS merupakan sebuah "kemenangan" bagi strategi Iran dalam menekan Washington melalui pembatasan pelayaran di Selat Hormuz.
Partai Demokrat telah memenangkan kendali atas Kongres AS setelah merebut kursi yang sebelumnya dipegang oleh Partai Republik—baik di DPR maupun Senat—di negara bagian Texas, South Carolina, Iowa, Michigan, dan Kansas. Hasil ini dipandang sebagai pukulan telak bagi kubu Partai Republik pendukung Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya menguasai kedua kamar di Kongres.
Eslami mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kenaikan harga dan konsekuensi ekonomi akibat perang telah memicu ketidakpuasan yang kian besar di kalangan pemilih AS.
"Ini adalah hal yang sangat besar bagi pemerintah Iran. Ini bisa disebut sebagai sebuah kemenangan," ujar Eslami, seorang peneliti di Departemen Studi Timur Tengah dan Afrika Utara, Universitas Teheran.
"Jelas bahwa masyarakat Amerika pada umumnya tidak senang dengan pengorbanan kepentingan mereka oleh pemerintahan Donald Trump dalam perang melawan rakyat Iran."
Ia berpendapat bahwa kendali Partai Demokrat atas Kongres dapat meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Trump dan berpotensi membatasi pendanaan untuk perang tersebut.
"Kita akan menunggu hingga bulan Januari, saat mereka akan menerapkan pembatasan anggaran untuk perang yang gegabah ini," kata Eslami.
Ia menegaskan bahwa prioritas Iran bukanlah untuk memengaruhi politik domestik AS, melainkan untuk melindungi rakyatnya dan mencegah konflik regional lebih lanjut.
Ia menggambarkan hasil pemilu tersebut sebagai "semacam kemenangan" bagi pemerintah Iran, yang mengisyaratkan bahwa Teheran telah mengantisipasi konsekuensi politik dari strateginya.
(ahm)