Presiden Belarusia: Iran Diserang AS karena Memiliki Sumber Daya yang Melimpah

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Rabu, 04 November 2026 - 17:20 WIB
Presiden Belarusia: Iran Diserang AS karena Memiliki Sumber Daya yang Melimpah
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko menyatakan Iran diserang AS karena memiliki sumber daya yang melimpah. Foto/X/@SprinterReport
A
A
A
TEHERAN - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko menyatakan bahwa perang terbaru terhadap Iran dilancarkan karena negara tersebut "kaya akan sumber daya." Ia juga mengecam Presiden AS Donald Trump atas kebijakan-kebijakannya yang dianggap "memecah belah" di panggung global.

"Mengapa mereka mengebom negara itu (Iran)?" tanya Alexander Lukashenko saat berbicara dalam Konferensi Internasional Minsk ke-4 tentang Keamanan Eurasia pada hari Selasa, merujuk pada agresi tanpa provokasi yang menargetkan Republik Islam tersebut dari tanggal 28 Februari hingga 7 April.

"Alasannya tetap sama: Iran kaya akan sumber daya, yang jumlahnya cukup untuk kebutuhan selama beberapa dekade," ujarnya.

"Ada alasan mengapa saya begitu sering berbicara mengenai pihak Amerika," kata Lukashenko, seraya menambahkan, "Kebijakan Presiden Trump memecah belah dunia dan—jujur saja—menuai kritik yang memang beralasan."

Menjadikan Venezuela sebagai contoh lain dari negara yang menjadi sasaran agresi demi sumber daya, Lukashenko mempertanyakan penculikan Presiden Nicolás Maduro.

"Penculikan Presiden Maduro. Mengapa? Apakah ada pihak yang membutuhkan minyak? Padahal, Venezuela memang memiliki cadangan yang sangat besar," katanya, seraya menambahkan bahwa minyak mentah berat dari negara tersebut merupakan jenis bahan baku yang diproses oleh kilang-kilang minyak di AS.

Ia juga mempertanyakan kemungkinan adanya tekanan lebih lanjut dari AS terhadap Kuba, seraya menepis anggapan bahwa Havana merupakan ancaman yang memicu agresi.

"Masalahnya sederhana: ada pihak-pihak yang tidak menyukai keberadaan ‘Pulau Kebebasan' (Kuba) tersebut serta kebijakan yang dijalankan oleh para pemimpinnya. Seharusnya Kuba diajak berdialog dan hubungan normal dengannya perlu dibangun," tegasnya.

Kepala negara Belarusia tersebut menggambarkan situasi internasional yang kian tidak stabil. Ia menyatakan bahwa konfrontasi di antara negara-negara besar telah mencapai titik batasnya dan tatanan dunia yang ada saat ini sedang runtuh. Ia juga mengkritik persiapan NATO dan negara-negara Barat untuk kemungkinan konfrontasi dengan Rusia pada tahun 2030, seraya menegaskan bahwa Moskow maupun Minsk tidak memiliki niat untuk menyerang pihak mana pun.

Lukashenko kembali menyatakan kesiapan Belarus untuk menjadi tuan rumah perundingan damai antara Rusia dan Ukraina, dengan menegaskan bahwa negaranya harus berpartisipasi secara langsung, bukan sekadar bertindak sebagai mediator.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Trump Kalah di Pemilu Sela, Iran: Rakyat AS Memilih Tidak untuk Perang
International
Rabu, 04 November 2026 - 18:25 WIB
Qatar Ungkap AS dan Iran sedang Pelajari Proposal untuk Capai Kesepakatan
International
Selasa, 03 November 2026 - 22:31 WIB