Trump Akui Perang Iran Jadi Pemicu Kekalahan Partai Republik

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Rabu, 04 November 2026 - 13:44 WIB
Trump Akui Perang Iran Jadi Pemicu Kekalahan Partai Republik
Presiden AS Donald Trump akui perang Iran jadi pemicu kekalahan Partai Republik. Foto/X/White House
A
A
A
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa perang melawan Iran turut berperan dalam kekalahan Partai Republik pada pemilihan paruh waktu, di saat Partai Demokrat bersiap untuk mengambil alih kendali DPR dan Senat serta menantang agenda legislatifnya.

"Menurut saya, salah satu penyebabnya adalah Iran, namun di saat yang sama, masyarakat memahami pentingnya langkah yang telah saya ambil terkait Iran," ujar Trump dalam sebuah wawancara telepon dengan Fox.

Ia mengatakan bahwa para pemilih mungkin tidak bersedia menerima konsekuensi jangka pendek berupa kenaikan harga bahan bakar minyak.

Trump menambahkan bahwa ia kemungkinan tidak akan melakukan perombakan kabinet.

Presiden Trump menyatakan, "Partai Demokrat akan mengajukan hal-hal yang tidak masuk akal dan saya akan memvetonya," seraya menambahkan bahwa salah satu alasan kekalahan telak Partai Republik "adalah Iran".

"Masyarakat mungkin tidak siap menerima konsekuensi jangka pendek berupa kenaikan harga bensin," katanya.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS News, Presiden Trump mengatakan bahwa perang AS-Israel melawan Iran akan berakhir sesuai dengan ketentuan yang ia tetapkan.

"Perang ini akan berakhir saat saya katakan berakhir," ujar Trump, seraya menambahkan bahwa konflik tersebut akan usai "saat saya katakan usai, begitu saja".

Kemudian, Trump meredam spekulasi mengenai kemungkinan serangan lanjutan AS terhadap Iran pasca-pemilihan paruh waktu hari Senin lalu. Ia menyatakan, "Saya siap, kami siap. Kami sudah siap tempur jika memang harus bertindak, namun mungkin tidak ada alasan untuk melakukan itu."

Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan Financial Times (FT), setelah seorang reporter menanyakan perihal isyarat kuat dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai kemungkinan adanya serangan dalam minggu ini.

Menanggapi hal itu, Trump mengatakan bahwa AS tidak memiliki rencana dalam waktu dekat untuk menyerang Iran, sebagaimana dilaporkan oleh FT.

"Tampaknya kami mendapatkan semua yang kami inginkan," ujar Trump, merujuk pada negosiasi dengan Iran. Trump mengatakan kepada FT bahwa jumlah minyak yang melewati Selat Hormuz kini lebih banyak dibandingkan sebelum perang, dan bahwa blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran telah melumpuhkan perekonomian Teheran.

"Ini situasi yang brilian," ujar Trump.

Trump menolak untuk membeberkan rencana serangan apa pun sebelumnya, namun menyatakan bahwa negosiasi tidak langsung dengan Iran terkait cadangan uranium yang diperkaya—yang jumlahnya sekitar 440 kg (970 pon) atau ia sebut sebagai "debu nuklir"—masih terus berlangsung.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Politikus Muslim Abdul el-Sayed Klaim Menang Pemilihan Senat di Michigan
International
Rabu, 04 November 2026 - 16:20 WIB
Demokrat Kuasai DPR dan Senat, Trump Terancam Dimakzulkan
International
Rabu, 04 November 2026 - 14:25 WIB
Trump Akui Perang Iran Jadi Pemicu Kekalahan Partai Republik
International
Rabu, 04 November 2026 - 13:44 WIB