Jangan Anggap Sepele, Ini Peringatan Al-Qur'an dan Hadis tentang Bahaya Bohong

img-redaksi Widaningsih
Rabu, 04 November 2026 - 09:47 WIB
Jangan Anggap Sepele, Ini Peringatan Al-Quran dan Hadis tentang Bahaya Bohong
Sejumlah ayat Al-Quran maupun hadis Rasulullah SAW tentang bahaya bohong, bahkan mengingatkan agar umat Islam agar senantiasa berhati-hati dalam setiap perkataan karena seluruh ucapan manusia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Foto il
A
A
A
Bohong atau berdusta merupakan salah satu perbuatan tercela yang sangat dilarang dalam Islam. Tidak hanya merusak kepercayaan antarsesama manusia, kebiasaan berdusta juga dapat menyeret pelakunya kepada berbagai perbuatan dosa hingga berujung ke neraka.

Larangan berdusta ini ditegaskan dalam sejumlah ayat Al-Qur'an maupun hadisRasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Bahkan, Islam mengingatkan umatnya agar senantiasa berhati-hati dalam setiap perkataan karena seluruh ucapan manusia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Salah satu ayat yang menjelaskan larangan tersebut adalah firman Allah SWT dalam Al-Qur'an:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا


Artinya: "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya." (QS. Al-Isra': 36).

Ustaz Mubarrak Bamualim Lc dalam salah satu kajiannya menjelaskan, ayat tersebut termasuk dalil yang menunjukkan larangan berdusta. Sebab, berbicara tanpa dasar ilmu atau mengingkari kenyataan merupakan bagian dari perilaku dusta dan pengkhianatan.

"Ini adalah di antara ayat-ayat yang menjelaskan tentang diharamkannya berdusta. Seseorang berbicara tanpa ilmu, atau seseorang mengingkari sebuah realita, ini juga termasuk orang yang dusta dan khianat," jelasnya.

Setiap Perkataan Manusia Dicatat Malaikat

Selain Surah Al-Isra' ayat 36, Imam An-Nawawi rahimahullah juga membawakan firman Allah SWT dalam Surah Qaf ayat 18 sebagai dalil tentang larangan berdusta.

Allah SWT berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ


Artinya: "Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)." (QS. Qaf: 18).

Menurut Ustaz Mubarrak Bamualim, ayat ini menjadi peringatan agar setiap Muslim berhati-hati dalam berbicara dan tidak mudah mengeluarkan perkataan dusta.

Sebab, kebohongan merupakan perbuatan yang memalukan sekaligus mencerminkan rusaknya kepribadian seseorang. Terlebih jika perilaku tersebut dilakukan oleh orang yang memiliki ilmu dan seharusnya menjadi teladan bagi orang lain.

Hadis Rasulullah tentang Bahaya Dusta

Larangan berdusta juga dijelaskan secara tegas dalam hadis Rasulullah SAW. Imam An-Nawawi membawakan hadis dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu anhu yang menjelaskan hubungan antara kejujuran, kebaikan, dan surga, serta kebohongan dan neraka.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى البِرِّ، وإنَّ البِرَّ يَهْدِي إِلَى الجَنَّةِ، وإنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا. وإنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الفُجُورِ، وإنَّ الفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وإنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا


Artinya: "Sesungguhnya kejujuran akan membawa kepada kebaikan, dan kebaikan akan mengantarkan ke surga. Seseorang yang senantiasa berlaku jujur hingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang benar-benar jujur. Sebaliknya, dusta akan membawa kepada kejahatan, dan kejahatan akan mengantarkan ke neraka. Seseorang yang terus-menerus berdusta hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta." (Muttafaqun 'Alaih, HR Bukhari dan Muslim).

Hadis ini memberikan gambaran bahwa kejujuran dan kebohongan sama-sama memiliki konsekuensi besar bagi kehidupan seorang Muslim.

Orang yang membiasakan diri berkata jujur akan dituntun menuju berbagai kebaikan hingga memperoleh balasan surga. Sebaliknya, orang yang terus memelihara kebohongan akan terbiasa melakukan kemaksiatan dan akhirnya dicatat sebagai pendusta di sisi Allah SWT.

Karena itu, setiap Muslim hendaknya menjaga lisan dan membiasakan diri berkata benar. Jangan sampai kebohongan yang dianggap sepele justru menjadi kebiasaan yang merusak kehormatan diri dan membawa seseorang semakin jauh dari jalan kebaikan.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita menjadi hamba-Nya yang jujur dan menjauhkan diri dari sifat dusta. Aamiin.

(wid)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Benarkah Berjilbab Bentuk Pemaksaan? Begini Penjelasan Al-Quran
Kalam
Selasa, 03 November 2026 - 12:24 WIB
3 Cara Allah Menjawab Doa, Salah Satunya Disimpan untuk Akhirat
Kalam
Senin, 02 November 2026 - 14:45 WIB