Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Presiden, Ini Postingan Terakhirnya

img-redaksi Tim SINDOnews
Rabu, 04 November 2026 - 08:39 WIB
Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Presiden, Ini Postingan Terakhirnya
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan dalam acara Rapat Kerja Nasional Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah Periode 2026–2031 di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Minggu (1/11/2026). Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Mantan Kapolri yang juga Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo ditetapkan sebagai tersangka penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Postingan terakhir Sigit di akun Instagram diulas di artikel ini.

Diketahui, Bareskrim Polri menahan mantan Kapolri yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo (LSP) di Rumah Tahanan (Rutan) Mabes Polri. Penahanan dilakukan setelah Sigit ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal, penghapusan data elektronik, dan akses ilegal (illegal access).

Selain Listyo, dua tersangka lainnya yakni Kadivkum Polri Irjen Ahrie Sonta (ASN) dan Irjen Eko Hadi Santoso (EH), juga ditahan di Rutan Mabes Polri.

Dua hari sebelum ditetapkan sebagai tersangka Listyo Sigit dalam kapasitas sebagai Kepala Staf Kepresidenan memberikan sambutan dalam acara Rapat Kerja Nasional Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah Periode 2026–2031 di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Minggu (1/11/2026).

Kehadiran Sigit di acara tersebut diunggah di akun Instagram @kantorstafpresidenri, dengan kolaborator bersama akun lainnya, termasuk @listyosigitprabowo, 20 jam lalu.

Menurut Sigit, pemerintah mengapresiasi peran Tapak Suci Putera Muhammadiyah dalam membina generasi muda, melestarikan budaya bangsa, serta mengukir prestasi di bidang olahraga pencak silat. Peran tersebut dinilai sejalan dengan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Sigit membuka sambutannya dengan memberikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah atas dedikasi dalam membina generasi muda, melestarikan budaya bangsa, serta mengembangkan prestasi pencak silat dengan prestasi yang cukup membanggakan.

Ia juga turut menyampaikan salam hormat dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh peserta Rakernas. "Salam hormat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang pernah menjadi ketua umum IPSI, untuk seluruh rekan pengurus Pusat, Daerah, dan seluruh keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah di mana pun berada," kata Sigit.

Sigit mengatakan, Tapak Suci memiliki kontribusi penting dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan dan latihan pencak silat. Berlandaskan semboyan "Dengan Iman dan Akhlak Saya Menjadi Kuat, Tanpa Iman dan Akhlak Saya Menjadi Lemah", pembinaan Tapak Suci tidak hanya berorientasi pada kemampuan bela diri, tetapi juga menanamkan nilai keimanan, akhlak, kedisiplinan, persaudaraan, dan integritas.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu terus dijaga dan dipertahankan untuk membentuk generasi muda yang memiliki jiwa patriotisme, cinta tanah air, berintegritas, dan unggul. "Ini tentunya menjadi hal yang terus dijaga dan dipertahankan. Indonesia perlu memiliki generasi yang memiliki jiwa patriot, cinta tanah air, integritas, dan unggul," ujarnya.

Sigit juga menyampaikan apresiasi atas kiprah Tapak Suci dalam mengembangkan olahraga pencak silat dan melahirkan atlet-atlet berprestasi. Pada ASEAN University Games 2024, atlet Tapak Suci berhasil meraih enam medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu. Capaian tersebut menunjukkan kontribusi nyata organisasi dalam mendukung prestasi olahraga Indonesia.

"Tetap rendah hati, prestasi tersebut perlu terus ditingkatkan melalui pembibitan atlet, peningkatan kualitas pelatih, dan kompetisi berjenjang," tuturnya.

Menjelang akhir sambutannya, Sigit mengajak seluruh keluarga besar Tapak Suci untuk meneguhkan komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara. Ia mengajukan empat pertanyaan mengenai kesiapan anggota Tapak Suci untuk berbakti kepada NKRI.

"Apakah Saudara-saudara siap berbakti untuk NKRI? Apakah Saudara-saudara siap menjadi patriot pembela bangsa? Apakah Saudara-saudara siap mengawal program-program nasional? Apakah Saudara-saudara siap membela kebenaran, memerangi kebhatilan, dan menolong yang lemah? Terima kasih atas semangat dari rekan-rekan semua, karena di situlah hakikat sesungguhnya dari nilai-nilai seorang pendekar," tanya Sigit dijawab serempak "siap".
(zik)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Penyadapan Presiden Berindikasi Makar, Bukan Persoalan Kriminal Biasa
Nasional
Rabu, 04 November 2026 - 13:40 WIB