Qatar Ungkap AS dan Iran sedang Pelajari Proposal untuk Capai Kesepakatan

img-redaksi Syarifudin
Selasa, 03 November 2026 - 22:31 WIB
Qatar Ungkap AS dan Iran sedang Pelajari Proposal untuk Capai Kesepakatan
Jalan-jalan dan alun-alun mencerminkan suasana normalisasi di Teheran, Iran, pada 18 Juni 2026. Foto/Fatemeh Bahrami/Anadolu Agency
A
A
A
DOHA - Amerika Serikat dan Iran tengah mempelajari berbagai proposal yang ditujukan untuk membuka jalan menuju kesepakatan. Langkah ini seiring dengan berlanjutnya upaya mediasi untuk menjembatani perbedaan di antara kedua belah pihak, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, pada hari Selasa (3/11/2026), sebagaimana dilaporkan Anadolu.

"Upaya untuk menjembatani kesenjangan antara kedua pihak dalam krisis ini, yaitu Amerika Serikat dan Iran, masih terus berlangsung," ujar Ansari dalam konferensi pers yang disiarkan stasiun televisi Al Jazeera yang berbasis di Doha.

Ia mengatakan Washington dan Teheran sedang mempertimbangkan proposal yang diajukan sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan kondisi yang diperlukan guna mencapai suatu kesepakatan.

Juru bicara tersebut menambahkan pihak Iran maupun AS terus menunjukkan komitmen terhadap jalur perundingan.

Ia menuturkan Qatar bekerja sama erat dengan mitra-mitranya di kawasan serta komunitas internasional untuk mengakhiri krisis saat ini.

Ia juga menyebutkan adanya "koordinasi tingkat sangat tinggi" di antara para pemimpin regional untuk mencapai solusi dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

"Doha berupaya mewujudkan kesepakatan yang mampu membangun kepercayaan dan memperkuat perdamaian di kawasan tersebut," katanya.

Terkait keamanan maritim, juru bicara itu menegaskan kebebasan navigasi adalah hal yang "tidak dapat ditawar," seraya menyatakan Qatar menolak segala bentuk ancaman terhadap kapal tanker Qatar maupun kapal-kapal lainnya.

Secara terpisah, Ansari menepis tuduhan dari pihak Israel yang menyebut Qatar mencampuri pemilihan umum di Israel. Ia menegaskan Doha tidak akan menerima jika dijadikan sebagai "kambing hitam."

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara Iran dan AS, menyusul perang yang dilancarkan Washington dan Israel terhadap Teheran pada 28 Februari.

Iran telah berulang kali menuntut diakhirinya blokade angkatan laut AS serta pencabutan sanksi ekonomi sebagai bagian dari upaya untuk mencapai penyelesaian diplomatik.

Pada hari Selasa, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf—yang memimpin tim perunding Teheran—menyatakan Iran telah memberikan tanggapan yang "tegas dan rasional" kepada Washington. Kini, AS harus memutuskan apakah mereka akan mencegah terjadinya perang lain.

Qalibaf juga memperingatkan setiap tindakan militer baru dari pihak AS akan memicu respons Iran yang "tidak dapat diprediksi" dan tidak terbatas pada wilayah geografis tertentu.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Siapa Pemegang Kekuasaan Sejati di Iran?
International
Kamis, 05 November 2026 - 04:40 WIB
Trump Kalah di Pemilu Sela, Iran: Rakyat AS Memilih Tidak untuk Perang
International
Rabu, 04 November 2026 - 18:25 WIB
Qatar Ungkap AS dan Iran sedang Pelajari Proposal untuk Capai Kesepakatan
International
Selasa, 03 November 2026 - 22:31 WIB