Iran Sebut Bola Ada di Tangan AS untuk Cegah Perang

img-redaksi Syarifudin
Selasa, 03 November 2026 - 16:18 WIB
Iran Sebut Bola Ada di Tangan AS untuk Cegah Perang
Dua kapal nelayan Iran diserang pasukan AS sekitar 18 mil laut di lepas pantai desa Masan di Pulau Qeshm pada hari Sabtu, 31 Oktober 2026. Foto/mehr
A
A
A
TEHERAN - Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan kini giliran Amerika Serikat untuk bertindak guna mencegah perang, setelah Teheran mengirimkan apa yang ia sebut sebagai tanggapan yang tegas dan rasional kepada Washington. Demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency.

Dalam sesi di Majelis Permusyawaratan (parlemen), Ghalibaf menyatakan, "Negara-negara di kawasan tersebut perlu mengetahui bahwa Iran telah memberikan tanggapan yang kuat dan rasional kepada pihak Amerika, dan kini bola berada di tangan AS untuk mencegah perang."

Ia menambahkan Iran siap untuk bertempur dengan "jari yang sudah berada di pelatuk", seraya memperingatkan kesalahan strategis apa pun dari pihak Washington akan menyeret pasukan AS ke medan pertempuran yang baru.

Sejauh ini, diketahui telah terjadi lima ledakan di Pulau Qeshm, Iran. Dalam konflik-konflik sebelumnya, pulau ini telah beberapa kali menjadi sasaran karena posisinya yang strategis.

Pulau ini merupakan pulau terbesar di Teluk dan menghadap langsung ke Selat Hormuz. Di sana juga terdapat sistem radar, peluncur rudal, dan berbagai fasilitas militer lainnya.

Media AS menyebutkan serangan tersebut menyasar sejumlah radar dan peluncur rudal.

Menarik untuk dicatat bahwa meskipun serangan ini telah dikonfirmasi oleh berbagai sumber, baik pihak Iran maupun AS secara resmi belum memberikan konfirmasi mengenai terjadinya serangan tersebut.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri India menyatakan satu serangan terhadap kapal komersial di dekat Limah, Oman, telah menewaskan satu warga negara India, sementara 13 warga India lainnya berhasil diselamatkan.

Dalam pernyataan, kementerian tersebut mengutuk serangan yang terjadi pada hari Senin terhadap kapal kargo MSV Al Jusufi, serta mengungkapkan keprihatinan mendalam atas "berlanjutnya insiden serangan terhadap kapal komersial di kawasan tersebut".

"Penargetan terhadap kapal komersial dan infrastruktur sipil di kawasan ini harus diakhiri," tegas kementerian tersebut.

(sya)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Siapa Pemegang Kekuasaan Sejati di Iran?
International
Kamis, 05 November 2026 - 04:40 WIB
Trump Kalah di Pemilu Sela, Iran: Rakyat AS Memilih Tidak untuk Perang
International
Rabu, 04 November 2026 - 18:25 WIB
Qatar Ungkap AS dan Iran sedang Pelajari Proposal untuk Capai Kesepakatan
International
Selasa, 03 November 2026 - 22:31 WIB