8 Negara Eropa Ini Mengalami Serangan Siber terhadap Unit Pendingin Makanan

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Selasa, 03 November 2026 - 14:30 WIB
8 Negara Eropa Ini Mengalami Serangan Siber terhadap Unit Pendingin Makanan
Banyak negara Eropa mengalami serangan siber unit pendingin makanan. Foto/X/@InsiderGeo
A
A
A
LONDON - Dugaan serangan siber yang menyasar sistem pendingin pada hari Senin telah berdampak pada bisnis makanan di delapan negaraEropa, menyebabkan hilangnya bahan pangan dan memicu penyelidikan kriminal di Belgia.

Insiden dilaporkan terjadi di Swedia, Belgia, Estonia, Luksemburg, Belanda, Irlandia, dan Denmark, sementara peritel di Finlandia tengah menyelidiki apakah ketidaknormalan suhu yang terjadi semalam memiliki keterkaitan dengan insiden tersebut.

Komisaris Pertanian dan Pangan Uni Eropa, Christophe Hansen, menyebut serangan ini sebagai upaya sengaja untuk mengganggu ketahanan pangan Eropa, sebagaimana dilaporkan oleh lembaga penyiaran Denmark, DR.

Hansen menyatakan bahwa ketahanan pangan secara keseluruhan tidak terancam, namun gangguan tersebut serta limbah makanan yang ditimbulkannya memberikan dampak nyata bagi dunia usaha. Ia menyerukan upaya terkoordinasi untuk memperkuat ketahanan di sepanjang rantai pasok.

8 Negara Eropa Ini Mengalami Serangan Siber terhadap Unit Pendingin Makanan

1. Swedia

Melansir Anadolu, beberapa gerai ICA terdampak, sebagian besar di wilayah Skåne, serta lokasi di Öland, Värmland, dan Stockholm.

Enam gerai Coop di Gästrikland dan Hälsingland juga turut terdampak.

Di ICA Nära di Boda, Öland, manajer Mats Olsson mendapati lantai tertutup air, dengan suhu alat pembeku (freezer) tercatat mencapai 55°C (131°F).

Unit pendingin dilaporkan telah dimatikan, yang menyebabkan bahan makanan menjadi rusak.

"Saat ini kami sedang mengosongkan alat pembeku; tidak banyak lagi yang bisa dilakukan. Suhunya mungkin akan kembali dingin, tetapi semua isinya sudah rusak," ujar Dennis Vidal, seorang manajer ICA di Sankt Olof.

Juru bicara ICA, Gustaf Nilsson, mengatakan bahwa perusahaan sedang melakukan penyelidikan dan memberikan bantuan kepada gerai-gerai terkait, yang koneksinya terdampak di luar jaringan pusat perusahaan.

Coop mengonfirmasi adanya manipulasi tidak sah dalam insiden siber tersebut dan menyebut Danfoss sebagai salah satu pemasok mereka.

2-3. Belgia, Luksemburg

Supermarket Delhaize, Carrefour, dan Spar di Belgia turut terdampak. CEO Sabcobel, Stephan Moelans, mengatakan kepada Belga bahwa serangan tersebut dimulai sekitar tengah malam pada hari Minggu, berdampak pada sekitar 20 unit pendingin yang dikelola oleh perusahaan instalasi tersebut.

Menurutnya, para penyerang mengubah pengaturan evaporator ke mode pencairan es (defrost) dari jarak jauh, sehingga suhu di dalam lemari pendingin meningkat.

Seperti dilaporkan oleh Het Belang van Limburg, seorang pemilik toko bernama Gerte Bouchet memperkirakan setidaknya bahan makanan senilai €60.000 harus dibuang.

Carrefour mengonfirmasi bahwa 15 gerai mereka di wilayah Flanders dan Wallonia menjadi sasaran.

IKEA melaporkan adanya serangan siber yang memengaruhi unit pendingin dan *freezer* di gerai mereka di Mons.

Kejaksaan Belgia telah membuka penyelidikan kriminal. Colruyt dan Intermarche melaporkan adanya masalah pada sistem pendingin di masing-masing lima gerai dan sekitar 15 gerai, namun tidak mengonfirmasi apakah hal tersebut disebabkan oleh serangan siber.

Ahold Delhaize melaporkan insiden TI yang berdampak pada puluhan gerai mereka di Belgia dan Luksemburg.

4-5. Irlandia, Denmark

Perusahaan induk Musgrave menyatakan bahwa dugaan serangan siber telah memengaruhi model unit pendingin tertentu di 13 gerai SuperValu.

Sistem pemantauan mendeteksi masalah tersebut, yang memicu tindakan segera. Sebagai langkah pencegahan, produk makanan segar dan beku ditarik dari peredaran, sementara produk lainnya tetap tersedia.

Beberapa gerai, termasuk yang berlokasi di Bray, County Wicklow, sempat terlambat dibuka.

Seperti dilaporkan oleh RTE, Musgrave kemudian menyatakan bahwa masalah tersebut telah sepenuhnya teratasi dan seluruh gerai beroperasi secara normal, dengan proses pengisian kembali stok yang sedang berlangsung.

Konfederasi Industri Denmark mengungkapkan kepada DR bahwa sebuah produsen makanan asal Denmark juga menjadi sasaran.

Penasihat Jeppe Engell mengatakan bahwa pihak pemasok telah menghentikan serangan tersebut dan mengambil langkah-langkah pencegahan. Ia menyebut insiden ini berkaitan dengan kejadian serupa di tempat lain.

Coop Denmark dan Salling Group melaporkan tidak mengalami gangguan serupa.

6-8. Finlandia, Belanda, Estonia

Beberapa gerai di Finlandia yang dikelola oleh Kesko melaporkan adanya masalah suhu. Kepala keamanan Petri Kayhko mengatakan kepada Yle bahwa peralatan yang terdampak berada di luar sistem perlindungan terpusat, dan kemungkinan adanya serangan siber belum dapat dikesampingkan.

Di salah satu gerai di Helsinki, peralatan mengalami malfungsi selama satu hingga dua jam.

Danfoss menyampaikan kepada NOS bahwa setidaknya 17 pelaku usaha di Belanda—termasuk toko daging, toko kelontong lokal, dan fasilitas penyimpanan makanan beku—menjadi sasaran.

Danfoss menjelaskan bahwa sistem yang terdampak menggunakan kata sandi bawaan dan berada di luar jaringan yang aman. Di Estonia, peretas mengakses komputer yang mengendalikan sistem pendingin di sebuah supermarket Selver dan mengubah suhu alat pembeku, lapor ERR.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Partai Trump Kalah Pemilu AS, Begini Respons Rusia
International
Kamis, 05 November 2026 - 06:57 WIB
Ratusan Pelajar Turun ke Jalan di Pusat Kota Paris Meski Ada Larangan Resmi
International
Rabu, 04 November 2026 - 07:06 WIB
8 Negara Eropa Ini Mengalami Serangan Siber terhadap Unit Pendingin Makanan
International
Selasa, 03 November 2026 - 14:30 WIB