Bukan Cuma Menutup Aurat, Ini 6 Keutamaan dan Manfaat Berjilbab dalam Islam

img-redaksi Widaningsih
Selasa, 03 November 2026 - 14:55 WIB
Bukan Cuma Menutup Aurat, Ini 6 Keutamaan dan Manfaat Berjilbab dalam Islam
Berjilbab yang disertai akhlak baik dapat menjadi bagian dari salah satu ikhtiar seorang muslimah untuk mendapatkan jodoh yang saleh dan membangun rumah tangga yang berlandaskan keimanan. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Mengenakan jilbab atau hijabbukan sekadar mengikuti tren busana muslimah. Dalam Islam, berjilbab merupakan bagian dari ketaatan seorang perempuan terhadap perintah Allah SWT sekaligus ikhtiar menjaga kehormatan dan menjalankan ajaran agama.

Kewajiban menutup aurat bagi muslimah telah ditegaskan dalam Al-Qur'an dan hadis Rasulullah SAW. Namun, di balik kewajiban tersebut, terdapat sejumlah keutamaan yang bisa diperoleh perempuan muslimah ketika mengenakan jilbab disertai kesungguhan memperbaiki akhlak.

Jilbab juga bukan sekadar identitas atau penampilan luar. Lebih dari itu, busana muslimah ini semestinya menjadi pengingat untuk senantiasa menjaga perilaku dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut enam keutamaan dan manfaat berjilbab bagi muslimah menurut pandangan Islam.

1. Bentuk Ketaatan dan Ketakwaan kepada Allah

Keutamaan pertama berjilbab adalah menjadi salah satu bentuk ketaatan seorang muslimah kepada Allah SWT. Setiap perempuan beriman diperintahkan menjalankan segala ketentuan agama, termasuk menutup aurat sesuai tuntunan syariat.

Ketakwaan sendiri merupakan sikap menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena itu, mengenakan jilbab bukan semata-mata persoalan penampilan, melainkan bagian dari ikhtiar seorang muslimah dalam menaati perintah agama.

2. Menjaga Diri dari Ancaman Azab Neraka

Islam memberikan peringatan keras kepada perempuan yang berpakaian, tetapi tidak memenuhi ketentuan menutup aurat. Rasulullah SAW menyebut golongan tersebut dalam salah satu hadisnya.

Rasulullah SAW bersabda:

"Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat: sekelompok orang yang membawa cambuk seperti ekor sapi, yang dengannya mereka memukul manusia, dan para perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal bau surga dapat tercium dari jarak sekian dan sekian." (HR. Muslim).

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud perempuan berpakaian tetapi telanjang adalah perempuan yang menutup sebagian tubuhnya, tetapi menampakkan bagian lainnya untuk memperlihatkan kecantikannya.

Hadis ini menjadi pengingat bahwa menutup aurat harus dilakukan sesuai ketentuan syariat, bukan sekadar mengenakan pakaian yang secara lahiriah terlihat tertutup.

3. Mendorong Perbaikan Akhlak

Mengenakan jilbab hendaknya menjadi langkah awal bagi muslimah untuk semakin memperbaiki kualitas keimanan dan akhlaknya. Sebab, kesalehan seorang perempuan tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga tercermin melalui perkataan, sikap, dan perbuatannya.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa perempuan salehah merupakan salah satu perhiasan terbaik di dunia.

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah perempuan salehah." (HR. Muslim).

Karena itu, kewajiban berjilbab idealnya berjalan beriringan dengan upaya memperbaiki akhlak, menjaga lisan, serta meningkatkan kualitas ibadah.

4. Menjadi Ikhtiar Menjaga Kehormatan Diri

Jilbab juga merupakan salah satu bentuk ikhtiar seorang muslimah dalam menjaga kehormatan dan menjalankan tuntunan agama. Islam mengajarkan perempuan untuk berpakaian sopan dan tidak mempertontonkan aurat kepada orang yang tidak berhak melihatnya.

Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah aku tinggalkan setelahku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnah perempuan." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menjelaskan besarnya ujian yang berkaitan dengan ketertarikan laki-laki terhadap perempuan. Karena itu, Islam memberikan tuntunan kepada laki-laki maupun perempuan agar sama-sama menjaga pandangan dan kehormatan.

Namun, perlu dipahami bahwa pelecehan seksual tetap merupakan kesalahan pelaku. Pakaian seorang perempuan tidak pernah membenarkan tindakan pelecehan atau kekerasan terhadap dirinya.

5. Menjaga Kehormatan dan Rasa Cemburu yang Terpuji

Dalam Islam, rasa cemburu atau ghirah merupakan salah satu sifat yang dapat mendorong seseorang menjaga kehormatan keluarga dan orang-orang yang dicintainya.

Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah itu cemburu dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin melakukan sesuatu yang diharamkan-Nya." (HR. Muslim).

Rasa cemburu yang terpuji bukanlah sikap menguasai atau merendahkan perempuan. Sebaliknya, sifat ini harus diwujudkan melalui tanggung jawab, perlindungan, dan upaya bersama menjaga kehormatan sesuai tuntunan agama.

Dalam hal ini, jilbab menjadi salah satu bagian dari upaya muslimah menjaga aurat dan kehormatannya.

6. Menjadi Ikhtiar Memperoleh Pasangan yang Saleh

Keutamaan lainnya, berjilbab yang disertai akhlak baik dapat menjadi bagian dari ikhtiar seorang muslimah untuk membangun rumah tangga yang berlandaskan keimanan.

Islam mengajarkan bahwa laki-laki dan perempuan yang baik akan dipertemukan dengan pasangan yang baik pula. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an:

الْخَبِيْثٰتُ لِلْخَبِيْثِيْنَ وَالْخَبِيْثُوْنَ لِلْخَبِيْثٰتِ ۚ وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَالطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبٰتِ


Artinya: "Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji pula. Sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula." (QS. An-Nur: 26).

Ayat ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kesalehan diri dalam membangun kehidupan rumah tangga. Meski demikian, berjilbab bukan jaminan otomatis mendapatkan pasangan tertentu. Seorang muslimah tetap perlu mengiringinya dengan doa, ikhtiar, dan memperbaiki kualitas diri.

Demikian enam keutamaan berjilbab bagi muslimah. Pada hakikatnya, hijab bukan hanya tentang penampilan luar, tetapi juga menjadi bagian dari ketaatan kepada Allah SWT yang perlu diiringi dengan akhlak mulia dan kesungguhan menjalankan ajaran Islam.

(wid)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Wanita Berhijab Berakhlak Buruk, Bolehkah Jilbabnya Diolok-olok?
Kalam
Selasa, 03 November 2026 - 11:21 WIB
Jilbab dan Kehormatan Muslimah, Begini Ketentuannya Menurut Islam
Kalam
Selasa, 03 November 2026 - 05:15 WIB
Memamerkan Kecantikan, Larangan yang Sering Diremehkan Wanita
Kalam
Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:15 WIB