Wanita Berhijab Berakhlak Buruk, Bolehkah Jilbabnya Diolok-olok?

img-redaksi Widaningsih
Selasa, 03 November 2026 - 11:21 WIB
Wanita Berhijab Berakhlak Buruk, Bolehkah Jilbabnya Diolok-olok?
Orang yang mengolok-olok muslim laki-laki maupun wanita karena keteguhannya menjalankan syariat Islam berada dalam bahaya besar. Sebab, jika olok-olokan tersebut ditujukan untuk merendahkan ajaran Allah, hal itu dapat menjadi bentuk kekufuran. Foto ilustr
A
A
A
Hijab atau jilbab merupakan salah satu bentuk ketaatan seorang muslimah dalam menjalankan perintah Allah SWT. Namun, bagaimana jika wanita yang mengenakan hijab justru memiliki perilaku yang tidak mencerminkan akhlak Islami? Apakah hal itu membenarkan seseorang untuk mengolok-olok hijab yang dikenakannya?

Dalam Islam, menutup auratmerupakan kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Kewajiban ini juga berkaitan dengan prinsip saddu adz-dzari'ah, yakni menutup jalan yang dapat mengantarkan seseorang kepada perbuatan dosa.

Bagi muslimah, salah satu bentuk pelaksanaan kewajiban menutup aurat adalah dengan mengenakan jilbab atau hijab sesuai tuntunan syariat.

Meski demikian, tidak dapat dimungkiri bahwa masih ada perempuan muslimah yang telah mengenakan hijab, tetapi perilaku dan akhlaknya belum mencerminkan ajaran Islam. Kondisi ini terkadang memunculkan kritik, bahkan tidak jarang hijab yang mereka kenakan ikut menjadi bahan olok-olok.

Lantas, bagaimana pandangan Islam terhadap orang yang menghina atau memperolok-olok muslimah karena mengenakan hijab syar'i?

Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i rahimahullah memberikan peringatan keras mengenai persoalan ini. Menurutnya, mengolok-olok hijab syar'i merupakan perkara yang sangat berbahaya karena dapat berkaitan dengan penghinaan terhadap syariat Allah SWT.

Dalam kitab Asy-Syifa 'an Ajwibati Nisaa Al-Mukalla, beliau mengkritik sikap orang yang justru mencela perempuan yang mengenakan hijab sesuai tuntunan agama.

Beliau mencontohkan pernyataan Muhammad Al-Ghazali dalam kitab Fiqhus-Sirah yang menggambarkan perempuan berjilbab di Madinah seolah-olah sedang memikul kemah.

Muqbil kemudian mempertanyakan mengapa perempuan yang menjaga kehormatannya dengan mengenakan hijab justru dikritik, sementara perempuan yang berdandan dan mempertontonkan aurat tidak mendapat kritik serupa.

Beliau juga mengingatkan bahwa orang yang mengolok-olok muslim laki-laki maupun perempuan karena keteguhannya menjalankan syariat Islam berada dalam bahaya besar. Sebab, jika olok-olokan tersebut ditujukan untuk menghina atau merendahkan ajaran Allah, hal itu dapat menjadi bentuk kekufuran.

Mengolok-olok Syariat Allah Bisa Membahayakan Akidah

Peringatan tersebut berkaitan dengan perintah Allah SWT mengenai kewajiban berjilbab. Dalam Al-Qur'an, Allah secara tegas memerintahkan para perempuan beriman untuk mengulurkan jilbabnya.

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّ ۗ ذٰلِكَ اَدْنٰٓى اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا


Artinya: "Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, 'Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.' Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Al-Ahzab: 59).

Ayat tersebut menjadi salah satu landasan perintah berjilbab bagi muslimah. Karena itu, seorang muslim hendaknya berhati-hati dalam melontarkan perkataan yang berpotensi merendahkan ketentuan agama.

Islam Menjaga Kehormatan Setiap Muslim

Selain memerintahkan umatnya menjaga aurat, Islam juga sangat memperhatikan perlindungan terhadap kehormatan dan privasi seseorang.

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تَدۡخُلُوۡا بُيُوۡتًا غَيۡرَ بُيُوۡتِكُمۡ حَتّٰى تَسۡتَاۡنِسُوۡا وَتُسَلِّمُوۡا عَلٰٓى اَهۡلِهَا ‌ؕ ذٰ لِكُمۡ خَيۡرٌ لَّـكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُوۡنَ


Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu selalu ingat." (QS. An-Nur: 27).

Bahkan, Rasulullah SAW memberikan perhatian besar terhadap perlindungan privasi seseorang. Dalam sebuah hadis, diceritakan bahwa beliau pernah melihat seseorang mengintip melalui lubang pintu rumah. Rasulullah SAW kemudian mengambil sebatang besi dan hendak menusukkannya ke mata orang tersebut.

Beliau juga bersabda bahwa apabila seseorang mengintip ke dalam rumah orang lain, kemudian pemilik rumah mencolok matanya, maka tidak ada dosa baginya. (HR. Bukhari dan Muslim, dengan redaksi yang semakna).

Perlindungan terhadap kehormatan ini juga ditegaskan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Abu Bakrah radhiyallahu'anhu:

"Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian haram atas kalian, sebagaimana haramnya hari kalian ini, di bulan kalian ini, dan di negeri kalian ini." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menegaskan bahwa kehormatan seorang muslim merupakan sesuatu yang wajib dijaga dan tidak boleh dilanggar.

Dengan demikian, perilaku seorang muslimah yang belum mencerminkan akhlak Islami tidak boleh dijadikan alasan untuk menghina hijab yang dikenakannya. Jika ada perilaku yang keliru, kritiklah perbuatannya dengan cara yang baik, bukan merendahkan syariat Allah SWT.

Wallahu A'lam.

Sumber: Kitab Asy-Syifa 'an Ajwibati Nisaa Al-Mukalla, fatwa Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i. (Alih bahasa: Ustaz Abu Hafs Umar Al-Atsary)

(wid)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Wanita Berhijab Berakhlak Buruk, Bolehkah Jilbabnya Diolok-olok?
Kalam
Selasa, 03 November 2026 - 11:21 WIB
Jilbab dan Kehormatan Muslimah, Begini Ketentuannya Menurut Islam
Kalam
Selasa, 03 November 2026 - 05:15 WIB
Memamerkan Kecantikan, Larangan yang Sering Diremehkan Wanita
Kalam
Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:15 WIB