Sebagai Sekutu Utama Zionis di Timur Tengah, Negara Ini Sangat Siap jika Perang Iran Kembali Berkecamuk

img-redaksi Andika Hendra Mustaqim
Selasa, 03 November 2026 - 09:30 WIB
Sebagai Sekutu Utama Zionis di Timur Tengah, Negara Ini Sangat Siap jika Perang Iran Kembali Berkecamuk
Uni Emirat Arab sangat siap jika perang Iran kembali berkecamuk. Foto/X
A
A
A
DUBAI - Menteri Energi Suhail Al Mazrouei mengatakan bahwa meskipun perkembangan dalam konflik AS-Israel melawan Iran tidak dapat diprediksi, Uni Emirat Arab (UEA) akan lebih siap kali ini. Al Mazrouei menyampaikan komentar tersebut dalam acara Pameran dan Konferensi Perminyakan Internasional Abu Dhabi.

Kekhawatiran akan adanya serangan baru dari AS terhadap Iran, serta kemungkinan serangan balasan dari Teheran, telah menyelimuti kawasan tersebut dan mengguncang pasar minyak dalam beberapa hari terakhir.

Trump sempat menyatakan tidak akan melancarkan serangan terhadap Iran sebelum pemilihan paruh waktu AS pada hari Selasa, namun pada hari Jumat, ia mengatakan bahwa Washington mungkin akan melakukan operasi militer lainnya terhadap Iran.

Kemudian, suasana di Manama Dialogue—sebuah pertemuan puncak keamanan tahunan di Bahrain yang diselenggarakan oleh International Institute for Strategic Studies (IISS)—terasa suram.

"Kami tentu tidak ingin melihat babak konfrontasi baru di kawasan ini," ujar Anwar Gargash, penasihat presiden Uni Emirat Arab, kepada para peserta.

Gargash mengakui bahwa berdasarkan "logika", posisi AS dan Iran sangat bertolak belakang, dan "jika perbedaan posisi ini tidak dapat dijembatani, maka kita harus mengantisipasi skenario terburuk."

Menurut IISS, UEA telah menghadapi jumlah serangan terbanyak dari Iran, dengan lebih dari 3.000 pesawat nirawak (drone) dan rudal balistik yang menyasar bandara serta fasilitas militer dan minyak negara tersebut. Sebagian besar serangan berhasil dicegat.

Negara-negara Teluk telah menghabiskan miliaran dolar untuk meningkatkan kemampuan pertahanan mereka sejak konflik AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari.
(ahm)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Qatar Ungkap AS dan Iran sedang Pelajari Proposal untuk Capai Kesepakatan
International
Selasa, 03 November 2026 - 22:31 WIB