Xi Jinping Angkat Jenderal Algojo Kepercayaannya ke Puncak Kekuasaan Militer China, Ini Sosoknya

img-redaksi Muhaimin
Minggu, 01 November 2026 - 08:58 WIB
Xi Jinping Angkat Jenderal Algojo Kepercayaannya ke Puncak Kekuasaan Militer China, Ini Sosoknya
Zhang Shengmin, jenderal terakhir yang masih bertahan di jajaran tertinggi militer China, mendapat promosi jabatan tak terduga ke Politbiro Partai Komunis China. Foto/United Daily
A
A
A
BEIJING - Zhang Shengmin, jenderal terakhir yang masih bertahan di jajaran tertinggi militer China, mendapat promosi jabatan tak terduga ke Politbiro Partai Komunis China (CCP). Politbiro merupakan kelompok elite yang terdiri dari sekitar 20 pejabat Partai Komunis yang menjalankan pemerintahan negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping tersebut.

Promosi ini menjadi tonggak penting bagi jenderal berusia 68 tahun itu. Zhang berhasil meniti karier dari latar belakang keluarga sederhana hingga menjadi salah satu arsitek utama di balik kampanye antikorupsi Presiden Xi Jinping selama satu dekade terakhir.

Zhang bergabung dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) pada usia 19 tahun, tepatnya pada 1978. Saat itu, China mulai bangkit dari kekacauan Revolusi Kebudayaan dan membuka diri terhadap dunia internasional.

Pengangkatannya secara mengejutkan pada Kamis, setelah pertemuan besar partai, menarik perhatian publik terhadap sosok pendukung setia Xi tersebut. Gambarnya kerap muncul dalam pemberitaan, tetapi suaranya jarang terdengar.

Zhang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC), lembaga yang mengarahkan angkatan bersenjata China dan dipimpin langsung oleh Xi.

Sejak 2017 hingga Juli tahun ini, Zhang memimpin Komisi Inspeksi Disiplin CMC, lembaga yang bertanggung jawab mengawasi pemberantasan korupsi di lingkungan militer.

Di bawah kewenangannya, jumlah perwira tinggi yang dicopot dari jabatan telah memecahkan rekor. Akibatnya, hanya dua dari tujuh anggota komisi tersebut yang masih bertahan, yakni Zhang dan Xi.

"Algojo" Kepercayaan Xi Jinping di Lingkungan Militer



Angkatan bersenjata China menghadapi berbagai skandal korupsi yang berkaitan dengan promosi jabatan, kontrak pengadaan peralatan, dan anggaran. Menurut Xi, persoalan-persoalan tersebut menghambat operasi serta modernisasi militer.

Sejak Xi memulai masa jabatan ketiganya pada 2023, sejumlah pejabat paling menonjol yang disingkirkan antara lain mantan Menteri Pertahanan Wei Fenghe dan Li Shangfu. Nama lainnya adalah Zhang Youxia, yang sebelumnya merupakan jenderal paling berkuasa di China sebelum tersingkir dari jabatannya tahun ini.

James Char, pakar militer China dari Nanyang Technological University Singapura, mengatakan rekam jejak Zhang Shengmin sebagai "algojo" kepercayaan Xi Jinping di lingkungan militer terlihat jelas dari kondisi saat ini, ketika militer China hanya menyisakan segelintir jenderal bintang tiga.

"Dia telah menghabiskan hampir satu dekade penuh untuk membersihkan militer China. Kemungkinan besar, Zhang mendapat kepercayaan dari panglima tertingginya," kata Char.

Waktu pengangkatan Zhang juga terbilang tidak biasa. Penunjukan anggota Politbiro umumnya dilakukan dalam kongres partai yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Promosi di tengah masa jabatan terakhir kali terjadi pada 1994.

Loyalitas di Atas Segalanya



Seperti kebanyakan pejabat China, Zhang Shengmin yang berambut abu-abu dan berwajah tegas menjalani kehidupan dengan profil rendah. Tidak banyak informasi yang diketahui mengenai kehidupan pribadinya.

Dia pernah menjalani pendidikan sebagai perwira artileri. Namun, biografi resminya tidak mencantumkan riwayat pendidikan, pengalaman profesional, maupun pengalamannya bertugas di luar negeri. Minat pribadinya juga tidak diketahui publik.

Steve Tsang, Direktur SOAS China Institute di Universitas London, mengatakan hal yang paling menonjol dari Zhang adalah loyalitas politiknya kepada pusat partai, terutama kepada Xi, bukan profesionalismenya sebagai seorang militer.

Zhang juga berhati-hati agar tidak terlihat lebih menonjol dibandingkan atasannya.

Dalam acara gala militer untuk merayakan Tahun Baru Imlek tahun ini, Zhang terlihat berdiri beberapa meter di belakang Xi ketika presiden China itu berjabat tangan dengan para perwira yang telah pensiun.

"Zhang juga berhati-hati agar tidak dianggap sedang mencari sorotan publik," kata Char kepada AFP, Minggu (1/11/2026).

"Sejak rekan-rekannya di CMC disingkirkan, Zhang sengaja menjaga sikap tidak menonjol dalam berbagai acara resmi bersama ketua CMC, yakni Xi," imbuh dia.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
496 Juta Penduduk India Keluar dari Kemiskinan, Ini Rahasianya!
International
Minggu, 01 November 2026 - 02:20 WIB