4 Kapal Tanker Meledak, Iran Sangkal Klaim AS Selat Hormuz Bebas Ranjau

img-redaksi Muhaimin
Jum'at, 30 Oktober 2026 - 13:40 WIB
4 Kapal Tanker Meledak, Iran Sangkal Klaim AS Selat Hormuz Bebas Ranjau
IRGC umumkan empat kapal tanker meledak dan terbakar setelah menabrak ranjau di Selat Hormuz. Padahal, militer AS klaim sudah bersihkan Selat Hormuz dari ranjau Iran. Foto/Tehran Times
A
A
A
TEHERAN - Empat kapal tanker telah meledak dan terbakar dalam 24 jam setelah menabrak ranjau ketika melintasi Selat Hormuz. Angkatan bersenjata Iran mengonfirmasi insiden itu pada Kamis, sehari setelah militer AS mengeklaim telah membersihkan jalur-jalur utama di perairan tersebut.

"Selama 24 jam terakhir, tiga kapal tanker minyak yang melanggar aturan meledak dan terbakar setelah menabrak ranjau saat mencoba melewati rute selatan Selat Hormuz yang tidak diizinkan," kata Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam sebuah pernyataan.

IRGC melaporkan bahwa satu kapal tanker lainnya terbakar di sebelah timur selat tersebut setelah menabrak ranjau saat beroperasi di area terlarang dan berbahaya.

Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa ketiga kapal awal itu telah mematikan seluruh sistem radar dan navigasi mereka serta mengabaikan peringatan dari Angkatan Laut IRGC.

Belum diketahui secara pasti bendera negara mana yang dikibarkan oleh kapal-kapal tanker tersebut.

Sementara itu, badan maritim Inggris, UKMTO, menyatakan telah menerima laporan mengenai sebuah kapal yang terbakar sekitar 25 mil laut (46 kilometer) di timur laut Khasab, Oman, di wilayah Selat Hormuz.

Sebelumnya, UKMTO melaporkan dua insiden lain di wilayah tersebut, yakni sebuah kapal tradisional (dhow) yang terbakar dan tenggelam menyusul insiden keamanan maritim, serta sebuah kapal tanker yang dihantam proyektil tak dikenal saat melintasi Selat Hormuz.

Dalam beberapa pekan terakhir, Iran melaporkan sejumlah kapal yang terkena ranjau laut. Hal ini mendorong Komando Pusat AS (CENTCOM)—yang menjalankan operasi militer di kawasan tersebut—untuk menegaskan kembali melalui media sosial bahwa semua ranjau di "jalur transit utama" telah dibersihkan.

Juru bicara IRGC, Hossein Mohebi menentang klaim CENTCOM dengan menyatakan di platform X: "Buktikan klaim pembersihan ranjau di Hormuz itu dengan bukti independen, bukan sekadar pernyataan!"

Sejak pecahnya perang pada 28 Februari, Iran telah membatasi secara ketat lalu lintas melalui jalur perairan strategis tersebut, yang biasanya menjadi jalur bagi sekitar seperlima dari konsumsi minyak global.

Sebagai respons, Amerika Serikat menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan membantu kapal-kapal tanker melintasi selat tersebut. Pada hari Minggu, CENTCOM menyatakan telah membantu negara-negara Teluk mengekspor 1,5 miliar barel minyak melalui Selat Hormuz sejak musim panas.

Iran menganggap kapal-kapal yang menggunakan koridor selatan di dekat pesisir Oman sebagai kapal yang tidak memiliki izin.

Dalam pernyataan mereka pada hari Kamis, pihak Garda Revolusi menyatakan; "Jalur yang tidak diizinkan melalui Selat Hormuz telah dipasangi ranjau. Pemilik kapal dan awaknya bertanggung jawab atas keputusan melintasi jalur tersebut dan tidak seharusnya mempercayai klaim menyesatkan CENTCOM di media sosial."

Dalam pernyataan terpisah, IRGC juga mengeklaim telah merebut sebuah drone pengintai milik AS.

"Angkatan Laut IRGC mengumumkan bahwa unit perang elektroniknya telah berhasil menangkap sebuah drone AS jenis MQM-170 dalam sebuah operasi ofensif di wilayah barat Selat Hormuz," bunyi pernyataan IRGC, yang dilansir AFP, Jumat (30/10/2026).
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Qatar Sangkal Ikut Campur dalam Pemilu Israel
International
Jum'at, 30 Oktober 2026 - 19:28 WIB
Para Pemimpin Oposisi Israel Ingin Bentuk Pemerintahan Secepat Mungkin
International
Jum'at, 30 Oktober 2026 - 18:28 WIB