Taufiq Muhammad, pria warga negara Indonesia yang jadi tentara Rusia dan tewas dalam perang melawan Ukraina. Dia sebelumnya pernah jadi sopor taksi di Jakarta. Foto/HUR
KYIV - Taufiq Muhammad, seorang warga negara Indonesia (WNI), telah tewas dalam pertempuran pertamanya di Ukraina sebagai tentara
Rusia. Kematiannya diumumkan Badan Intelijen Ukraina (HUR).
Taufiq sebelumnya adalah seorang sopir taksi di Jakarta. Namun dia nekat bergabung bersama pasukan Rusia melalui seorang perekrut, sebagaimana dikutip dari
Euromaidan Press, Jumat (30/10/2026).
Perekrut Rusia menemukan Taufiq melalui lamaran pekerjaan yang dikirimkannya. Hanya dalam hitungan minggu setelah menandatangani kontrak, dia sudah dikirim ke garis depan pertempuran di Oblast Donetsk. HUR menyebutnya sebagai salah satu warga negara asing yang direkrut Rusia untuk ikut berperang melalui tipu daya.
Menurut pihak HUR, perang Rusia melawan Ukraina terus menghabiskan personel militer lebih cepat daripada kemampuan Kremlin untuk menggantinya melalui mobilisasi baru di dalam negeri. Karena itu, Moskow terus merekrut tentara dari luar negeri.
Ukraina telah mengidentifikasi hampir 46.000 warga negara asing yang menandatangani kontrak dengan militer Rusia sejak 2022. Pada 26 Oktober, sebuah komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menemukan "bukti kuat" bahwa Rusia memperdagangkan pria dari 29 negara untuk direkrut ke dalam angkatan bersenjatanya.
Hanya Dilatih 1,5 Minggu lalu Dikirim Perang
Taufiq Muhammad, yang lahir pada 1978 di Sorong, Indonesia, pernah bekerja sebagai sopir taksi di Jakarta dan sempat bekerja di Amerika Serikat (AS).
Menurut HUR, perekrut Rusia menemukan Taufiq melalui daftar riwayat hidup (CV) yang dikirimkannya ketika sedang mencari pekerjaan. Dia kemungkinan tergiur janji mendapatkan "uang dengan mudah" hingga akhirnya berangkat ke Moskow. HUR menilai kasusnya merupakan bagian dari pola perekrutan serupa.
"Faktanya, dia kembali menjadi korban skema Rusia yang merekrut warga negara asing untuk terlibat dalam perang kriminal melalui tipu daya," kata HUR.
Taufiq menandatangani kontrak selama satu tahun dengan militer Rusia di Korolyov, dekat Moskow, pada 19 April 2026.
HUR menyebut masa kontrak tersebut lazim diberlakukan terhadap warga negara asing yang direkrut Rusia dan digunakan sebagai infanteri yang dianggap "sekali pakai".
Rusia menempatkannya sebagai penembak senapan mesin. Dia hanya menjalani pelatihan selama satu setengah minggu di sebuah pusat pelatihan dekat Voronezh, menurut laporan
Army Inform yang mengutip HUR.
Pada awal Mei, Rusia mengirim Taufiq ke wilayah Ukraina yang diduduki pasukannya. Dia tewas hampir seketika dalam pertempuran pertamanya.
Saat itu, pasukan Rusia berusaha maju dari Desa Zelena Dolyna menuju Novoselivka dan Drobysheve di Oblast Donetsk, menurut laporan Militarnyi.
Perekrut Rusia dilaporkan telah menjalankan aktivitas perekrutan di Indonesia selama berbulan-bulan.
Pada Agustus, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina mengungkapkan bahwa mereka memiliki dokumen mengenai sedikitnya delapan warga Indonesia yang direkrut ke dalam militer Rusia.
Warga Indonesia lainnya, Rendi Apriyanto (30) dilaporkan tewas pada September. Keluarganya memperoleh kabar tersebut dari seorang warga Indonesia yang ikut berperang untuk Rusia.
Rendi sebelumnya mengatakan kepada keluarganya bahwa dirinya direkrut untuk bekerja di bidang logistik.
HUR sebelumnya juga menemukan pola perekrutan serupa. Pada Januari, badan intelijen tersebut mengidentifikasi seorang warga Filipina yang tewas dalam serangan militer di Oblast Donetsk setelah hanya menjalani pelatihan selama satu minggu.
Seorang warga Nigeria berusia 34 tahun juga tewas di Oblast Kharkiv setelah menjalani pelatihan dengan durasi serupa, menurut keterangan HUR pada Mei.
Kementerian Luar Negeri Ukraina mencatat sedikitnya 2.982 warga Afrika telah direkrut ke dalam militer Rusia. Sebanyak 486 orang di antaranya dilaporkan tewas.
Menurut HUR, menjelang KTT Rusia-Afrika, yang telah berlangsung pada 28–29 Oktober, Moskow menjalin sejumlah kesepakatan di bidang militer dan akses pelabuhan dengan beberapa negara Afrika.
Kesepakatan tersebut akan membantu memperluas operasi Africa Corps milik Rusia, yakni pasukan yang beroperasi di benua Afrika dan berada di bawah kendali Kementerian Pertahanan Rusia, menurut laporan
Army Inform.
Setiap warga negara asing yang berhasil diidentifikasi Ukraina memberikan bukti terdokumentasi kepada pemerintah negara asalnya untuk mengambil tindakan.
Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa warga negaranya yang terbukti direkrut melalui penipuan akan mendapatkan perlindungan. Sementara itu, mereka yang bergabung dengan militer Rusia atas kemauan sendiri berpotensi kehilangan kewarganegaraan Indonesia.
(mas)