Venezuela Kembali Tuntut Bank of England Serahkan 31 Ton Emas: 'Berhenti Merampas Emas Kami!'

img-redaksi Muhaimin
Jum'at, 30 Oktober 2026 - 11:33 WIB
Venezuela Kembali Tuntut Bank of England Serahkan 31 Ton Emas: Berhenti Merampas Emas Kami!
Venezuela kembali menuntut Bank of England untuk menyerahkan aset 31 ton emas milik negara tersebut. Aset ini bernilai lebih dari Rp72,5 triliun. Foto/Bank of England
A
A
A
CARACAS - Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez, kembali mendesak Bank of England untuk menyerahkan aset 31 ton emas milik Venezuela yang dibekukan. Dia menegaskan emas senilai USD4 miliar (Rp72,56 triliun) tersebut bukan milik Inggris.

Rodriguez telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri dan Kantor Jaksa Agung untuk memulai prosedur yang diperlukan guna menuntut pengembalian cadangan emas milik Negara Venezuela dari Bank of England atau bank sentral Britania Raya.

Dalam sebuah pertemuan dewan wakil presiden sektoral dan para menteri yang berlangsung di Istana Miraflores pada Rabu, dia menegaskan kembali sikap resmi pemerintah nasional terkait penahanan aset emas yang berada dalam pengawasan lembaga keuangan Inggris tersebut.

"Saya tidak akan berhenti menuntut Bank of England untuk mengembalikan emas kami," Rodriguez, seraya mengingatkan adanya kesepakatan Parlemen—yang didukung oleh berbagai sektor politik—yang menyerukan pengembalian aset-aset tersebut ke negara Venezuela.

"Berhentilah mencari alasan, berhentilah merampas emas kami. Emas itu milik rakyat Venezuela, bukan milik Bank of England," lanjut presiden penerus Nicolas Maduro tersebut, yang dilansir AFP, Jumat (30/10/2026).

Cadangan emas sebanyak itu telah dibekukan di London selama lebih dari enam tahun di tengah sengketa berkepanjangan terkait pengakuan kepemimpinan politik Venezuela.

Rodriguez menuduh otoritas Inggris menahan cadangan tersebut secara tidak sah, seraya menyebut sengketa tersebut sebagai upaya untuk merampas aset milik bank sentral Venezuela.

Sekadar diketahui, emas-emas itu tidak dapat diakses oleh Caracas sejak Inggris menolak mengakui terpilihnya kembali Nicolas Maduro sebagai presiden Venezuela dalam pemilu tahun 2018 yang dipersengketakan.

Sengketa ini memanas pada tahun 2019 ketika pemimpin oposisi saat itu, Juan Guaido, mendesak Bank of England untuk tidak menyerahkan cadangan tersebut kepada pemerintahan Maduro.

Tuntutan terbaru Rodriguez ini muncul di saat Inggris dan Venezuela berupaya memperbaiki hubungan diplomatik. Pada bulan September, kedua negara mengumumkan rencana untuk menunjuk duta besar, setelah bertahun-tahun hanya mempertahankan perwakilan diplomatik di tingkat charge d'affaires atau kuasa usaha.

Pada bulan Agustus, perwakilan pemerintah sementara dan pihak oposisi Venezuela sepakat dalam pembicaraan mengenai transisi demokrasi untuk mengupayakan pengembalian emas tersebut, dengan tujuan menggunakan dananya guna membantu para korban dua gempa bumi yang melanda negara itu pada tanggal 24 Juni.

Langkah terbaru ini juga terjadi sekitar sembilan bulan setelah Maduro digulingkan dari kekuasaan dalam sebuah operasi militer Amerika Serikat. Dalam operasi militer itu, pasukan khusus AS menangkap Maduro dan istrinya dan dibawa ke Amerika untuk diadili.
(mas)
See original source
link link link link
Berita Terkait
Fasilitas Senjata Nuklir AS Terbakar, Ada Apa di Dalamnya?
International
Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:35 WIB
Hegseth Pecat Jenderal Top AS saat Trump Pertimbangkan Serang Iran
International
Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:39 WIB